Jalan Jalan, Personal

SEAT1 – South East Asia Trip Satu .. part one

Ini jurnal untuk perjalanan pertama saya di 5 negara asia tenggara. Mulai dari 22maret, sampai 5april. Total 15 hari, 5 negara. Semoga saja perjalanan saya aman dan menyenangkan. amin

Day 1 : SG , the departure

Day 1 pasti akan sedikit. Karena saya mulai perjalanan dari sore hari. Pergi dari rumah jam 3.50pm. bis ke pancoran, dan mencoba naik Damri. Damri sampai jam 4.10pm. penerbangan saya jam 6.55pm. jalanan macet banget. Sempet taku terlambat. International flight biasanya lebih strict soal timing daripada local flight.
Tapi untung saja macet hanya sampai di Slipi dan Kembangan, saya sampai di airport pada jam 5.10, timing yang cukup baik. Segera saja menuju self check in Airasia. Seperti waktu saya travel ke Malaysia November 2010, petugas self check in cemberut dan tidak tersenyum. Kenapa ya.
Dan ketika saya ingin menanyakan counter bebas fiscal dimana, dia bilang langsung saja ke imigrasi. Wah rupanya bebas fiscal sudah tidak ada ya. Bagus lah.  Perjalanan kali ini, backpack saya lebih ringan dari perjalanan kemarin, tidak tahu kenapa, tapi ini membuat saya senang. Langsung saja melewati imigrasi dengan lancar, menuju boarding lounge. Pintu D4 rupanya belum buka, padahal jam saat itu sudah 5.40pm. saya menunggu di satu deretan kursi. Dan membuka Yvemm (laptop kecil saya) , beruntung sekali saya menemukan wi fi gratis dari sebuah cafe. Sempat chating dengan beberapa teman. 10 menit setelah mendengar pengumuman pintu D4 dibuka, saya menutup Yvemm dan berjalan ke boarding lounge D4. Lalu duduk di sebelah kiri lounge.
Beberapa menit kemudian, kursi kursi disekitar saya pun penuh. Di depan ada pasangan yang kelihatannya saling mendiamkan satu sama lain. Di sebelah kiri ada 5 anak muda sekelompok, kelihatannya seperti masih kuliah. Tapi ketika ditanya, mereka rupanya hanya liburan di Singapura. Dan di sebelah kanan ada 3 anak muda sekelompok juga, semua nya perempuan. Dan yang ini pasti kuliah di Singapura, bawaan mereka sedikit, dan mereka juga terdengar berbicara dengan bahasa inggris. Was wes wos was wes wos. Hehe
Jam 6.55 tepat, pintu pesawat dibuka. Semua senang dan berjalan menuju pesawat. Seat saya di 22F. artinya di belakang, dan dekat dengan jendela. Yaay. Backpack dimasukkan ke rak atas, dan saya mengambil novel Theodore Boone (John Grisham) dan tas passport saya. Kelihatan kalau pesawat ini tidak penuh. Banyak row row yang masih kosong, termasuk row saya. 22E dan 22D juga kosong. Lumayan jadi ga sempit, pikir saya.
Take off ! bismillahi rahman nirahim.
30 menit setelah take off pramugari membagikan kacang dan air mineral. Wah kemajuan nih, Airasia membagikan snack dan minuman.
Pesawat sampai di singapura jam 9.22pm. jam di singapura lebih cepat satu jam dari jakarta. Artinya penerbangan hanya 1 jam 30 menit. Sebelum mendarat, saya bisa melihat kota singapura dari atas, malam hari cantik sekali yah. Saya pun turun ke bandara Changi. Untuk pertama kali nya menginjakkan kaki disini.
Ini harus kemana sih jalannya ? banyak orang yang berdiam dan tidak berjalan ke satu arah, jadi membingungkan. Untung saja saya sedikit bisa membaca peta. Saya menemukan imigrasi tidak jauh dari pintu masuk bandara dari pesawat. Imigrasi lancar, saya langsung menuju pintu keluar. Tidak ada bagasi memang enak. Hehe
Menemukan kounter informasi, tidak saya sia sia kan. Langsung saja ambil peta gratis. Hehe lumayan buat jalan besok. Lalu saya berjalan menuju stasiun MRT (kereta singapura). Dari Changi, saya harus menuju Bedok, rumah Bob, teman saya. Mesin tiket menunjukkan saya harus memberi SGD2.60, saya berikan SGD4.00, tapi kok kembaliannya SGD1.90. aneh.  Tapi apa daya mesin ga bisa ditanya. Hehe
MRT dan suara ‘kukukuku’ nya. Udah lama ga denger suara itu. Kukukukuku. (suara pintu menutup). Setelah menukar MRT di tenah merah, saya sampai di MRT bedok. Keluar dari pintu, saya ingat kalau karcis ini bisa diminta kembali depositnya. Lalu saya coba, dan memang benar, kembali pada saya SGD1.00 , jadi yang SGD2.60 itu apa ya ? bingung. Ya sudah lah. Lebih juga kok, bukan kurang. Hehe
Membaca arah penunjuk saya sampai di terminal bis. Banyak sekali bis nya, dan di papan saya tidak menemukan bis 225G, seperti yang sudah di instruksi kan Bob. Saya bertanya kepada penjual koran, setelah ditunjukkan, saya menemukan antrian menuju bis 225G. saya lupa tujuannya kemana, tapi saya harus bayar SGD1.00 utk bis itu.
Turun di halte ke 3, saya mencari cara menelpon bob. Untung ada telpon umum. Tapi nomor Bob menggunakan +65xxxx , saya tidak tahu cara men-dial nya. Coba coba dulu, mungkin sperti di indo,  +65 nya jadi 0, tapi tidak bisa juga. Untung ada cewe india melayu yang lewat, jadi saya bisa bertanya. Bob menjawab, dan memberikan arahan menuju flat nya.
Sebuah flat, di bangunan flat bertingkat 4. Rumahnya lumayan. Saya bersalaman dengan Bob. Dia sedang membuka CS dan FB ketika saya datang. Karena dia sudah makan, dan saya lapar sekali, saya keluar untuk mencari makan setelah meletakkan tas. Saya mendapat satu tempat tidur yang nyaman, meski tempatnya di ruang tengah.
Bob menunjuk ke arah satu kedai makan dari kamarnya. Menuju kesana, sayang nya kedai itu sudah tutup. Saya terpaksa mampir di McDonald. Untuk 1 double cheese burger, 1 cola, dan 1 french fries small, saya harus bayar SGD5.50, atau sekitar Rp39,000, wah mahalllll
Saya membaca peta yang saya bawa juga setelah makan. Saya sudah pernah melihat peta ini beberapa tahun lalu. Setelah makan, saya kembali ke rumah, disana sudah ada Alex dan pacarnya Junko.

alex and junko
alex and junko
Alex adalah warga negara Rusia yg sudah 6 tahun di jepang. Junko memang asli jepang. Mereka di singapura karena menghindari gempa dan tsunami di jepang. Kasian yah, tapi ada bagusnya, mereka jadi bisa travelling 🙂
Setelah mandi, saya membuka komputer dan ngobrol dengan beberapa teman. Setelah Bob tidur, saya ngobrol panjang dengan Alex. Ternyata kami satu bidang. Dia juga dulu kuliah software engineering, walaupun akhirnya dia lebih mendalami graphic design sampai sekarang. Kesamaan kami yang lain, kami bermain musik. Dia drummer, katanya.
Tanpa sadar, kami sudahi pada jam 3 pagi. Wah ini sudah larut sekali. Sampai ketemu besok lagi

DAY 2 : Walk around SG

Ketika saya bangun, jam sudah menunjukkan pukul 7.30. waktu yang sebenarnya masih pagi di Singapore, tapi saya sebenarnya ingin merasakan jam 6 pagi di Esplanade (theatre by the bay) seperti beberapa tahun lalu. Ya sudahlah. Saya mengucapkan selamat pagi pada Bob yang juga baru bangun, dan pada Alex dan Junko. Lalu cepat cepat mandi pagi. Bob mengajak kami sarapan di warung belakang. Dengan sebutan warung belakang, tidak seperti warung warung di jakarta, tapi lebih seperti food court.
Bob dan pacarnya sudah pergi duluan, lalu saya Alex dan Junko menyusul mereka. Saya memesan sebuah thosai dan segelas teh tarik hangat. Kalau tidak salah, seharga $1.80 untuk kedua nya. Kami berbicara tentang Jepang dan hubungan politik Amerika Serikat kepada Jepang.
Setelah selesai makan, kami langsung berpisah. Bob melanjutkan membereskan rumahnya, Alex dan Junko bersiap siap menuju Sentosa, dan saya mau city tour hari ini.

bedok interchange
bedok interchange
bugis street
bugis street
Bis datang sekitar 5 menit setelah saya sampai di halte. Track yang sudah saya hapal, bedok interchange, lalu MRT menuju Bugis Street. Wah sudah lama saya tidak berada disini. Saya berjalan keliling,
memotret langit yang sedang biru. Dengan gedung gedung sekitarnya. Jalanan itu masih sama seperti beberapa tahun lalu saya pergi kesana.
Bugis street baru buka ketika saya sampai disana. Sekitar 40% nya saja yang baru buka. Ada toko baju, dan yang dulu saya tertarik, toko jam. Mencoba mencari jam tangan keren yang dulu saya beli disini (dan sekarang sudah rusak), tapi tidak ketemu. Harga nya masih sama, $5 untuk 1 buah. Itu sekitar Rp35,000 saja. Saya berjalan menuju Bugis Junction setelah itu. Mall di depan Bugis street. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disini. Yah, hanya mall biasa. Tapi saya suka dengan mini fountain nya.
the great national library
Keluar dari sana. Berjalan menuju Esplanade. Saya masih ingat arah kesana. Sampai saya berhenti di suatu persimpangan, dan memotret sebuah gedung unik. Yang ternyata National Library, atau Perpustakaan Nasional Singapore. Seorang paman chinese menghampiri saya dan bilang kalau pemandangan dari lantai 8 sangat bagus untuk memotret. Saya berterima kasih. Wah senang mendapat sebuah kehangatan dari penduduk Singapore yang terkenal individual.
national library of singapore
national library of singapore
Jadilah saya masuk kedalamnya. Naik lift menuju lantai 8. Dan dari lift dibuka, keadaan sepi mulai terasa. Satpam nya bernama Vicky, seorang wanita india yang juga tidak begitu buruk servicenya. Dia menjelaskan kalau tidak boleh memotret di dalam library, tapi di hall saja sih boleh. Dia juga bilang buku apa pun dari luar tidak boleh masuk kedalam library. Mungkin seperti restoran mahal ya, kita ga boleh bawa makanan dari luar kedalam. Hehe. Mereka menyediakan lemari penyimpanan gratis untuk barang barang yang ingin dititipkan. Novel John Grisham ku kutitipkan disana.
Di dalam, woow heniing sekali. Padahal orangnya tidak sedikit. Semuanya konsentrasi membaca buku. Hebat hebat. Aku tidak terlalu ingin membaca buku, hanya ingin berada di dalam nya. Tapi karena tidak mungkin aku terlihat bermain laptop saja, aku pergi ke rak Photography dan mengambil buku “50 extraordinary photographers” yang isinya karya karya menarik. Tapi tidak kubaca semua sih.
Aku hanya browsing info tentang Krabi dan pulau pulau disekitarnya. Aku tertarik dan ingin mampir di Ko Lanta atau Ko Phi Phi. Status facebook ku hari ini lumayan banyak di komen.
Hampir 2 jam saya berada disana. Ketika lapar sudah menyerang, saya cepat cepat keluar dan mulai memburu restoran yang murah. Perburuan gagal, tempat yang saya kira ada restoran murah, atau foodcourt, tidak ada di sekitar jalan yang saya lewati. Ketemu McD sih, tapi McD kan udah semalem. Akhirnya makan nasi ayam di underground pass menuju Esplanade, sama aja tuh, harganya $6.80 (termasuk nasi tambah). Grrrrhhh.
My esplanade, and the missing lion
esplanade, theatre by the bay
esplanade, theatre by the bay
Setelah kenyang, saya mulai bergerak menuju esplanade. Bahagia sekali ketika berjalan kembali di lorong yang sama (underground pass to esplanade) dengan beberapa tahun lalu. Ada hiasan balon yg di tempel di dinding sepanjang tunnel itu, membentuk seperti kupu kupu. Dan akhirnya sampai di basement Esplanade, menaiki eskalator yang sama, dan tiba di lobby nya. Yang sedang di pamerkan saat ini adalah suatu kebudayaan india. Saya juga suka sekali dengan tulisan ‘theatre’ di dinding lobby. Beberapa orang anak muda berfoto di lobby. Mereka menggunakan bahasa indonesia.
Setelah di lobby, saya berjalan keluar bangunan. Ke jembatan yang menuju Merlion statue. Dari jembatan itu, terlihat jelas bangunan Esplanade, dan juga stage by the bay nya. Cool. Jembatan masih di hiasi dengan bunga bunga berwarna pink.
the ship building
the ship building
the small lion
the small lion
Dan sesuatu yang baru, yaitu 3 tower tinggi di kejauhan yang diatas ketiganya terdapat 1 bangunan panjang yang membentuk kapal pesiar. Bentuk nya kurang menarik. Dan di sebelah bangunan itu juga ada bangunan yang seperti bola namun hanya setengah. Itu juga terlihat biasa saja untuk saya.
Merlion Statue nya hilang ! mereka sedang merenovasi nya rupanya. Mungkin akan ditambahkan jadi merlion jantan dan betina ? :p sebagai gantinya, mereka menutupinya dengan dinding merah dan memberi label ‘merlion hotel’ , tapi saya pikir bukan hotel untuk menginap.
The One Fullerton masih ada disana. Dan karena merlion tidak ada, di dermaga ujung tidak ada orang yg berdiri untuk biasanya mengambil foto merlion. Saya disana sendiri melihat Esplanade. Enak juga. Hehe
Setelah puas melihat lihat sekitar Merlion, saya berjalan kembali melewati jembatan dan menuju Marina Bay. Melewati stage by the bay di depan Esplanade. Duduk sebentar disana. Beberapa tahun lalu saya datang ke Singapore sendiri untuk menghadiri interview, sampai di pagi hari. Jam 6.00. duduk sendiri di stage itu, dan bertemu dengan 1 gadis chinese Singaporean unik bernama Kelu. Random meeting itu berlanjut sampai sarapan pagi bersama dan sedikit keliling area Raffles dan Suntec, tapi tidak berlanjut sampai lebih dari itu.
Sore ini tidak ada Kelu, yang ada seorang cewek kulit coklat yang pake tanktop. Sempat berpikir ‘jangan jangan Kelu jadi coklat’ haha. Lalu saya kembali berjalan ke ujung, tempat lapangan bola terapung dengan supporter bench yang berwarna warni. Tapi saya tidak begitu melihat attraction disana. Jadi saya kembali dan menuju bangunan dalam Esplanade.
Melihat sekeliling dan akhirnya berjalan menuju barat, dimana saya menemukan Fort Canning Park, taman yang biasanya menjadi tempat untuk menggelar konser-konser rock. Fort Canning rupanya memiki tangga yang lumayan tinggi. Tapi diatas tidak begitu ada sesuatu yang sangat menarik. Sangat sepi juga malahan.
the handstand on canning park
the handstand on canning park
Makana saya sempat mengambil beberapa foto ‘jump’ hehe. Dibawah fort canning, saya sempat ngobrol dengan seorang cewek malay singapore, lupa namanya, tapi dia baik.
Still another miles of walk..
Setelah itu, saya mengarah ke arah National Library. Saya perlu melakukan 2 hal. Mengambil uang di CIMB dan pergi ke counter pengambilan tiket bis, utk ke Kuala Lumpur malam ini.
Dugaan saya bahwa CIMB ada didekat Raffles place (dekat dengan National Library) salah rupanya, di internet, CIMB ada di dekat merlion. Sedikit merasa sebal karena harus berjalan ke arah yang berulang. Tapi dengan cepat saya mencari akal, bisa melewati jalan yang lain, yang saya baca di peta.
Saya berjalan kaki dengan cepat ke arah Merlion. Melewati lapangan city hall sekarang. CIMB ada di bangunan Singapore Land Tower. namun sempat  bingung sekali karena petunjuk yang diberikan orang orang yang saya tanya banyak yang tidak selaras. Makanya saya senang sekali ketika menemukan nya. Hehe
Setelah mendapatkan uang nya, saya harus mengejar jam 8 malam di counter ticket. Counter ticket itu di dekat Arab Street. Arah yang berlawanan dari merlion. Orang biasa mungkin akan mengambil MRT, tapi saya memutuskan untuk mencoba stamina saya berjalan kesana.
SG sunset
SG sunset
Dalam perjalanan melewati jembatan Esplanade, sunset terlihat di arah barat. Dan Esplanade pun menyala sekarang, karena sudah malam. Walaupun terburu buru (sekarang jam 7.20pm)  , saya berhenti untuk mengambil foto sunset dan esplanade malam hari.
Lalu berjalan luruuuus melewati Nicoll Highway. Walaupun belum tau dimana ticket counter itu (hanya dapat sedikit arahan dari Bob, yaitu di dekat Arab Street) saya tepat pukul 8pm di ticket counter itu. Setelah bertanya pada orang di jalan.
Tiket bus nya $38, mahal sekali. Tapi yah, saya harap aja worthed. Karena sudah jam 8pm , saya langsung bergerak menuju rumah. Menaiki MRT menuju Bedok. Di Bedok, karena saya yakin rumah Bob tidak sejauh itu dari Bedok Interchange dimana sebelumnya saya naik bis menuju rumah Bob, kali ini saya mau coba jalan kaki.
Dengan sedikit bertanya dan membaca peta rute bus 225G, dalam 14 menit saya sampai di rumah Bob. Hehe berhasil.
Didepan rumah Alex sudah berdiri. Kelihatannya Bob sedang di luar. Pintu nya terkunci. Saya menyuruh Alex menelpon Bob. Dan ternyata Bob ada didalam, hanya saja, ia sedang tidur. Kurang enak badan katanya.
Dengan cepat saya packing, dan mandi. Alex masih ngajak ngobrol juga. Hehe saya sempat memberikan nomor hp Yudha, karena sepertinya Alex akan travel ke Jakarta juga. Sebelum berangkat, karena lapar sekali (yah maklum saya jalan kaki dari jam 9 pagi hari ini), saya turun ke kafe bawah untuk quick dinner. Nasi goreng dan ice lemon tea. Nasi goreng nya kurang enak dan hambar. Tapi ice lemon tea nya kick ass. Setelah makan, saya ke atas lagi untuk mengambil barang. Bob memberikan souvenir berupa keychain Singapore. Seharusnya saya yang memberinya cinderamata karena saya sudah ditumpangi di rumahnya. Dia bilang tidak perlu, karena dia sering sekali pergi ke jakarta, jadi tidak ada oleh oleh dari jakarta yang dia tidak pernah lihat. Saya tetap meninggalkan sesuatu (bandel juga kan). Sebuah kipas batik, saya letakkan di bawah bantal.
Checkout SG
Saya pamit kepada semuanya, dan menunggu bis di halte. Dan sampai kembali di counter ticket bis jam 11.00. bis berangkat jam 11.30. saya menyapa 2 cowok india. Mereka rupanya turis juga. Dari india, dan mau pergi ke KL juga untuk beberapa hari. Mendengar saya familiar dengan KL, mereka bertanya banyak hal. Cara naik ke menara kembar, apa supir taksi bisa dipercaya, dll.
Naik di bis pada tepat jam 11.30pm. bis nya lumayan enak. Ternyata memang benar seperti yang Bob bilang, bis ini worthed. Space untuk kaki nya luas sekali. Ada dvd, music dan game player, ada mineral water gratis, seat nya bisa dijadikan tempat tidur sederhana, ada selimut, wah enak deh ! saya duduk di 7A. paling belakang sebelah kanan. Seat sendiri. Di kanan saya ada 2 orang cewe foreigner. Kelihatan seperti european. Saya menyapa dan mereka menyapa balik.
10 menit dari berangkat, bis sampai di border. Border singapore berjalan lancar, dan border malaysia juga, kecuali utk kedua orang cewe bule itu, mereka salah counter di border malaysia dan border singapore. Saya memutuskan untuk membantu mereka. Termasuk menunggu mereka mengisi kartu imigrasi. Yah membantu kan baik.
Setelah imigrasi malaysia lewat. Kami punya 5-6 jam untuk istirahat. Saya yang biasanya tertarik menonton DVD, kali ini memutuskan untuk full tidur saja. Karena saya perlu stamina untuk besok.
Selamat malam !