Jalan Jalan, Ulasan

SEAT1 .. part three

previous part : SEAT1 .. part two

Day 5 : Krabi, then Koh Phi Phi


Pagi hari itu saya bangun sekitar jam 6.30am. di Thailand 6.30 nya sama dengan di jakarta. Artinya matahari sudah bersinar. Karena van saya menuju Krabi berangkat jam 8.30am, saya mandi dan langsung berkemas. Jam 7.30am saya berangkat dari hotel. mampir sebentar di atm, saya mengambil uang seperlu nya untuk di pulau Phi Phi, takutnya disana tidak ada ATM. Setelah itu naik tuk tuk menuju terminal.
Saya dan marissa sempat sarapan nasi instan di 7eleven, lumayan enak dan murah. 350baht, sekitar 10ribu rupiah. Dan kami mengucapkan sampai jumpa, saya naik ke van. Di dalam van hanya ada saya dan 1 orang lagi, cowo sekitar umur 28 tahunan. Orang lokal thailand sepertinya. Van menjemput beberapa penumpang lagi, masih disekitaran Hatyai. Sehingga total ada 8 orang. Salah satu nya adalah perempuan berkerudung yang membawa koper gede banget ! yang paling gede yang saya pernah lihat. Supir nya bantuin aja uda ga kuat angkat nya. Ck ck ck
Road (and sea) to Koh Phi Phi
Disebelah saya ada cewe thailand masih muda. Pada beberapa tempat, saya bertanya “sekarang udah dimana”, ketika udah keluar Hatyai, dia jawab tapi masih ribet juga. English nya ga bagus sama sekali. Tapi ini kadang yang saya nikmati, keadaan dimana bahasa tubuh dan gesture itu berperan. Unik.
Ketika saya tanya “Krabi masih jauh ? “ dia menjawab dengan bahasa Thai, tapi sepertinya artinya, “Saya juga belum pernah kesana”, soalnya ada NOT NOT nya jawabnya. Hehe
Jalanan hujan deras. Supir van sepertinya ahli sekali mengemudi, tapi tetap saja sedikit khawatir ya kalau jalanan basah.
Dan sekitar 3 jam setelah perjalanan dari Hatyai, kami singgah di tempat istirahat. Untuk pipis dan beli snack. Saya Cuma pipis, ga beli snack karena ga laper. Toh juga 1 jam lagi sampai di Krabi.
Ternyata salah. Masih 2 jam lagi dari spot itu (Trang City). Lapaaarrrrrr.
Pada istirahat itu, seorang cewe yg duduk dibelakang juga bicara pada saya, setelah dia tau saya mau ke Koh Phi Phi juga, dia bilang dia mau ikut saya aja. Karena dia ngga tau Phi phi. Saya juga kan sebenarnya belum tau. Tapi PD sih hehe. namanya vanessa, dari Filiphina tapi sudah lama tinggal di Singapore.
Jam 2 kami sampai di Krabi. Dari jam 8.30am ke 2.00pm sekitar 5 jam ya. Dingin juga lagi di van nya. Kami turun di toko travel agent, mungkin company yang sama dengan van itu (maklum, tidak terbaca dalam tulisan Thailand. Hehe). Mba pekerja di sana sangat membantu sekali. Dia menjelaskan banyak hal tentang transport ke phi phi, ke krabi, dan ke bangkok. Juga tentang hotel di Phi Phi.
Vanessa memesan tiket ferry ke phi phi, karena saya sudah punya. Kami punya waktu 30 menit sebelum van kembali menjemput untuk berangkat menuju Koh Phi phi. Tentu saja saya yang sudah kelaparan ini segera mencari tempat makan. Di depan toko travel agent itu persis, ada rumah makan sederhana. Nasi ayam dan air mineral. Nyam !
Van datang dan kami naik. Tidak sampai 10 menit, kami sampai di Pier. Pelabuhan nya lumayan modern. Dan ketika kami sampai di dermaga, wah kapalnya ternyata speedboat besar. Pantas saja hanya 1 jam 30 menit menuju Koh Phi Phi.

koh phi phi's cliffs
koh phi phis cliffs
Kami berdua adalah salah satu (salah dua ya ?) dari beberapa tamu asia. Yang lainnya, sekitar lebih dari 100 orang adalah bule. Kebanyakan masih muda.
Di perjalanan kapal, hujan tambah lebat. Ini tidak baik. Kalau besok masih begini, kapan snorkeling nyaaaa 🙁  lalu sekitar 1 jam perjalanan, kami melihat pulau di sebelah kanan kami. Wah bagus. Pulau berpantai putih, namun ada bukit tinggi nya.
Dan ketika kami sampai di Koh Phi Phi, memang seperti itu semua karakter datarannya. Semua tebing tinggi. Keren.
Kiyoko-san and Tropical Garden
1 lagi teman saya, Kiyoko-san dari jepang, sepertinya sudah sampai disana. Dia bertolak dari Phuket, karena tau saya ingin ke Phi Phi, dia mau ikut karena dia juga suka snorkeling seperti saya.
Masuk ke pulau, saya sedikit kaget karena ternyata pulau ini ramai sekali. Pengunjung, toko toko, jasa kapal ini itu, travel ini itu, sampai ATM juga ada banyak. Saya kira Phi Phi setidaknya lebih sepi daripada Bali, kalau gini sih, ini sama aja dengan Bali. Tapi ya gapapa sih, saya kebetulan suka mencari positive side daripada negativenya.
Kiyoko adalah cewe jepang yang sedikit sudah berumur. Tapi masih gaul dan bersemangat. Koper nya besar. Dan bahasa inggrisnya, aduh, kurang baik. Bahasa tubuh kembali diaktifkan.
Kami sebentar menunggu jemputan dari hotel kami, Tropical Garden. Setelah dia sampai, kami jalan. Namanya Thaat. Seorang pekerja di Tropical Garden. Dia menuntun kami jalan kaki sekitar 12 menit dari Pier.
Tropical Garden tidak sebesar yang saya kira. Walaupun benar ada kolam renangnya, dan bar nya juga cozy. Kami masuk ke kamar setelah check in. kamarnya bernuansa kayu. Saya suka ini. Walaupun sedikit kecil untuk 3 orang.
Setelah meletakkan barang barang. Kami meregangkan otot dulu. Saya dan Kiyoko menyalakan laptop, ada wireless disini. Keuntungan yang menarik untuk orang orang seperti saya. (baca:ketergantungan pada internet)
Jam 5.30pm sekarang. Vanessa pamit untuk mengambil ATM dan menukar uang. Aku dan Kiyoko masih asyik main laptop. Sampai kira kira jam 7pm, Vanessa belum pulang. Kiyoko merasa khawatir. Dia cerita, kalau tradisi di jepang, kemana mana harus bersama, jadi dia sedikit risau kalau ada yang terpisah. Saya bilang ke dia untuk tidak khawatir, setelah ini kami akan mencari dia.
Jam 7.10pm, kami turun ke cafe hotel untuk makan. Nasi goreng ayam nya lumayan dan tidak terlalu mahal. Teh nya hambar. (bukan karena kurang gula). Setelah makan kami berjalan. Rencana nya mengitari pulau. Island trekking. Sekalian mencari Vanesssa. Kami bercanda canda tentang kemungkinan vanessa pergi kemana. Mungkin di warnet, mungkin kenalan sama bule dan diajak jalan, mungkin nyasar ke Long Beach (pantai di ujung pulau)
Saya membawa pakaian kotor untuk di laundry. Namun sepanjang perjalanan rupanya laundry tutup karena cuaca sedang hujan begini. Jadi saya dan kiyoko berjalan terus. Kami melihat spanduk kalau di Rolling Stone bar akan ada live music jam 10 ini. Saya juga melihat tulisan ada Muay Thai boxing jam 10pm. Tapi Kiyoko tidak suka yang pertarungan. Hehe. Padahal saya mau lihat juga.
Fire dance, good beach party, and one big lesson
Kami berjalan dan berjalan terus. Dengan perkiraan kami bisa melewati jalan yang memutar pulau (padahal kami belum tau apa ada jalan yang memutar), kami jalan terus, di jalan yang kami tidak lewati tadi ketika baru datang dari Pier menuju hotel.
the fire dance
the fire dance
Kami beruntung karena dapat melihat hal hal unik. Pantai nya, Fire Dance show. Saya mengambil beberapa foto bagus disana. Dan rute rute  jalan kaki baru. Dan ketika sudah jam 10.30pm, kami seharusnya menuju Rolling Stone bar, namun pada saat itu kami tidak begitu yakin kami ada dibagian mana pulau. Jadi kami terus jalan hanya berdasarkan asumsi.
Ketika kami sudah mendengar musik kencang dari kejauhan. Kami langsung “Nah itu tuh Rolling Stone”, eh tau nya hanya musik radio di suatu kafe. Hehe sampai yang terakhir kami benar, ternyata memang ada DJ. Tapi bukan rolling stone bar, melainkan Slinky Bar. Karena tidak tau seperti apa Rolling Stone bar, kami tidak bisa bilang Slinky lebih bagus. Tapi tapi tapi. Keren sekali karena di sana seperti Rave party di pantai. RnB nya juga bagus bagus lagu nya.
Kami memutuskan untuk tidak usah saja ke Rolling Stone, disini pasti seru. Dan benar, semakin malam, semakin ramai bule bule, lagu semakin oke, dan dansa semakin panaassss. Kiyoko menyuruhku turun ke pantai untuk berdansa. Dia sudah terlalu tua untuk itu katanya. Menurutku dia masih jenis yang bisa dansa padahal. Tapis saya iyakan saja. Toh dia juga bisa jaga tas saya.
Beberapa menit pertama, saya berdansa sendiri. Sampai 3 orang cewe bule menghampiri dan menari di sekitar saya. Saya menyapa. Mereka dari denmark. Salah satu dari mereka bernama Anna. Kelihatan kalau dia bukan party people. Dansa nya sedikit kaku dan dia lebih suka ngobrol. Dibanding 2 temannya yang sudah aktif berjoget. Hehe
Karena saya sudah menikmati dan saya ingin kiyoko juga menikmati, saya mengampiri nya dan menyuruhnya turun. “tas nya gimana” kata kiyoko dengan english yang terbata bata. Saya bilang, letakkan saja di kursi dekat tempat dansa. Jadi kita masih bisa melihat.
Disini mulai menjadi awal dari pelajaran berharga untuk saya. Walaupun saya asyik berjoget, saya masih bisa melihat ke arah tas dengan rutinitas 15 detik sekali. Cukup aman. Sekitar jam 12 malam, hujan turun. Saya mengungsikan tas saya ke dekat area DJ. Tapi di sisi belakang, sehingga tidak terlihat oleh DJ. Saya masih meletakkan disana dan belum meninggalkannya. Kiyoko datang dan bertanya “apa kita pulang saja, hujan nih. “, karena masih mau joget, saya bilang saya masih mau disini. Dia setuju.
Nah berapa lama sih pertanyaan seperti itu ? 25 detik ? saat 25 detik itu saya melepaskan sentuhan tangan saya ke tas. Ketika saya ingin menyentuh balik, tas itu sudah hilang ! tas berisi Yvemm, Kounan, dan Kasasti, beberapa dari hal paling berharga saya, hilang ! saya panik mendadak. Mencari disekitar. Melihat kemungkinan ada yang membawa, tapi tetap nihil. Bertanya ke orang sekitar, ke DJ, dan akhirnya memanggil Kiyoko. Tetap tidak ketemu. Ada penduduk lokal muda, bernama Mumun mencoba membantu saya. Dengan meminta sejumlah uang (tidak begitu banyak) untuk membantu, saya ikhlaskan saja. Sampai jam 2, dimana DJ sudah berhenti dan orang orang mulai pulang. Masih nihil. Tas saya belum ketemu. Saya sudah lemas. Berdoa kepada Allah adalah salah satu nya yang bisa saya lakukan. Dan mencoba pasrah.
Seorang penduduk koh phi phi, yang sepertinya dia banci, menegur saya, saya bercerita, dan dia bersimpati, saat itu juga ada cewe dari UK yang ikut bersimpati. Cewe itu, dan juga Buut (si banci) menyarankan untuk tanya ke bar. Mungkin saja ada orang yang menemukan dan membawa ke bar. Walaupun kemungkinannya sangat kecil.
Setelah rada sepi, saya ke bar. Para staff bar masih sibuk jadi saya duduk saja dan berdoa, dan memperhatikan sekeliling. Kira kira 7 menit kemudian, saya baru saja akan bertanya, eh mata saya tertuju pada benda di belakang meja kasir. Itu tas Oakley saya ! dan ketika mereka konfirmasi warna dan isinya, saya memegang tas itu lagi. Dan isinya masih utuh ! alhamdulillah. Saya langsung lemas. Terharu, bahagia, sekaligus malu. Malu terhadap Allah yang baru saja membuat saya sadar, kalau saya tidak boleh lengah walaupun hanya 15 detik.
Saya menanyakan nama DJ itu (sedang ada di bar, dan dia ikut senang saya sudah ketemu dengan tas saya). Namanya Timu. Nama nama Timu, Buut, Mumun, menjadi nama nama yang saya ingat sekali jasa nya malam ini. Hufff.
Legaaaaaaaaaaaaa.
Dengan lemas, saya berjalan menuju pulang. Dimana Kiyoko juga senang sekali melihat saya menemukan tas saya kembali. Terlalu lemas, saya rasa saya akan tidur sekarang.
Selamat malam !

Day 6 : a tour around koh phi phi


Bangun tidur sudah pukul 8.30pm. yaah tidak sempat untuk mengejar snorkeling dengan hiu deh. (sekitar jam 7am sudah harus berada di laut).  Ya sudahlah, pikir saya, masih ada besok. Tapi yang pastin hari ini saya harus keliling pulau.
Sekitar jam 9, keluar bersama Kiyoko. Kami mencari beberapa tempat dengan paket tour termurah. Padahal di hotel kami juga ada paket seperti itu. Kami kira di hotel pasti mahal. Ternyata tidak, justru di hotel kami paling murah. Dan menggunakan kapal besar.
Sebelum membeli, kami berdua sempat bingung memutuskan pergi atau tidak. Karea langit masih sedikit mendung. Akan parah banget kalau hari  ini seperti kemarin cuacanya. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap pergi, dan Kiyoko juga ikut. Kami lalu jalan menuju pier.
Di pier kami melihat kapal Blue Sky yang besar. Bertemu beberapa tamu lain tapi kami belum saling berbicara. Selain saya dan Kiyoko, tamu lain berpasangan. Hanya sekitar 8 orang total dari kami. Saya berkenalan dengan Megan, dia berasal dari New Zealand. Seperti saya dan Kiyoko, Megan juga travelling sendirian.
Kapten kapal nya memperkenalkan diri. Dia juga bilang kami harus pindah ke kapal sebelah, karena jumlah kami yang sedikit, jadi digabung dengan rombongan lain. Saya sih terserah saja. Toh jadi lebih rame.

bamboo island
bamboo island
cave in the cliffs
cave in the cliffs
Kapal kedua berwarna biru. Dari jauh saya lihat di kapal itu ada sekitar 14 orang. Ditambah kami jadi 22 orang. Lumayan. Setelah pindah ke kapal biru, saya menuju deck depan. Menyapa satu cewe bule. Dan dia bilang snorkeling spot satu ini (long beach) kurang bagus. Karena visibility nya kurang jauh.
Kapal mulai berjalan. Spot pertama kami adalah Bamboo Island. Satu hal yang oke mengenai kapal besar ini adalah, karena dia besar, jadi tidak bisa menyentuh bibir pantai. Maka kami harus berkayak ke pantai. Enak !
Tidak semua orang snorkeling. Kebanyakan hanya main di pantai saja. Pantai Bamboo Island ini putih, indah, yah walaupun bukan yang paling bagus yang pernah saya lihat. Saya langsung saja berenang.
Pada saat snorkeling, saya bertemu dengan cewe bule yg tadi saya sapa. Kami mencari ikan sama sama. Karang di pantai ini jelek. Hanya saja…..ikan nya banyak ! hehe dan mereka semua ramah. Dan mau mendekat ke kami. Bahkan ada 1 karet gelang yang melayang, mungkin punya tamu, ikan ikan itu mencoba memakannya dan mereka berebutan. Enak sekali melihatnya. Saya coba memegang karet itu, dan ikan ikan itu menggigit nya di tangan saya. Hehehe keren.
Ada juga ikan sejenis ikan mas tapi besar. Sepanjang lengan saya mungkin. Warnanya juga banyak. Dan ada satu karang yang mempunyai mulut. Ketika saya dekati, dia mentutup sedikit. Seperti kerang.
Setelah 20 menit saya ke pantai lagi. Si cewe bule juga. Namanya Lorraine. Lalu dia mengajak saya megelilingi pulau Bamboo ini. Kami mulai jalan.
Melewati batu batu alami di pantai. Lorraine tidak begitu pandai katanya. Dia jalan pelan. Dia juga cerita kalau dia dari USA, dan sedang travelling selama 5 bulan. Ini bulan ke empat.
Sekitar 10 menit berjalan, kami belum juga sampai ke pantai tempat kami menepi. Dan pada satu titik, kami lihat tidak mungkin di lewati dengan jalan kaki. Akhir nya kami kembali. Oh ya, sebenarnya kami hanya diberi waktu 45 menit di Bamboo Island ini, dengan jalan keliling pulau ini kami rasa sudah lebih dari 45 menit.
Dan seperti dugaan kami, semua orang sudah naik lagi ke kapal besar. Tinggal saya dan Lorraine. Kapten kapal memanggil dari jauh. Saya cepat cepat berkayak bersama Lorraine. Di atas kapal saya harus minta maaf pada semua orang. Aduh malu !
Saya juga berkenalan dengan Kadafi, dan Amat. Awak kapal yang juga menjadi pemandu trip kami. Mereka ramah dan lucu. Saling membuat jokes pada saya dan juga tamu lainnya. Tapi entah kenapa, mungkin karena saya berkulit sama dengan mereka, guide guide ini akrab sekali dengan saya. Tapi memang bule bule ga terlalu banyak bercanda sama mereka sih. Kalo saya, nanya terus. Hehe
Magical Cliff and Traffic Jam Of Fish
Di perjalanan ke spot kedua, kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Tebing tebing  tinggi ditambah pantai pantai berpasir putih. Tentu saja saya langsung mengambil Kounan ( kamera saya) dan mulai memotret.
Spot kedua adalah monkey beach. Udah jelas ya, kaya namanya, pantai ini banyak monyet nya. Dan monyet monyetnya jinak. Mereka tidak menyerang dan kalau di kasih makanan mereka ambil dengan perlahan. Saya ke pantai tidak dengan kayak tapi langsung berenang. Sebelum saya turun, orang orang mengingatkan saya “40 menit ya, jangan telat lagi”, hehe Di spot dekat kapal kami banyak sekali ikan. Sekali lagi, terumbu karangnya tidak ada. Jadi saya tidak terlalu lama berenang dan langsung ke pantai untuk tidur tiduran. Ahhh enak.
Beberapa menit setelah saya tiduran, satu pasangan yang tadi se kapal dengan saya memanggil. Dia minta tolong untuk difoto. Dia dan pacarnya. Saya dengan senang hati meng-iyakan. Ditambah kamera nya yang Canon 50D plus lensa L series. Nyam ! hampir semua foto yang saya ambil jadi nya bagus. Saya memotret lebih banyak dari permintaan mereka. Setelah selesai, mereka suka dengan hasilnya. Saya kembali melanjutkan tidur siang.
monkey beach
monkey beach
Beberapa menit setelah tidur siang. Saya jalan ke ujung kiri pantai. Dimana ada tebing tinggi yang indah. Saya berpikir, “gimana ya snorkeling spot disekitar tebing itu” jadi saya langsung berenang kesana. Disana sudah ada beberapa kapal kecil yang juga para tamu nya sedang snorkeling. Dan kalian tau apa yang terjadi ?
MACET IKAN ! padat ikan, ratusan, apa saja lah sebutannya. Yang pasti banyak banget ikan disana. Jenis nya saya kurang hapal. Tapi berwarna warni. Kenapa saya panggil Macet Ikan, karena memang saya tertabrak ikan ikan itu beberapa kali. Saking banyak nya. Huhuhuhuhu seneng ! beberapa ikan juga terlihat besar. Se lengan tangan saya.
Sekitar 20 menit kemudian, klakson kapal saya dibunyikan. Saya berenang kesana. Menuju spot selanjutnya, yaitu mosquito island. Tapi kami tidak turun disini hanya lewat. Pantai nya bagus. Setelah mosquito island, kami menuju Phi Phi Ley, pulau phi phi bagian selatan.
Di perjalanan, saya mulai akrab dengan lebih banyak orang di kapal. Dengan Lorraine juga. Dia mau pergi ke Bangkok juga rupanya, melalui krabi. Rute dan jam yang sama dengan saya.
Melewati pulau pulau dan tebing tebing yang lebih cantik dari sebelumnya. Kami terkagum kagum. Jepret jepret ! melewati beberapa Bay yang saya lupa namanya. Melewati celah celah pulau, di kiri kanan kami tebing tinggi. Wahhh
Maya Bay and the storm
Lalu sekitar jam 4, kami sampai di Maya Bay. Pantai terkenal yang di populerkan oleh film The Beach yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio. Kali ini saya berkayak dan tidak snorkeling. Karena cuaca mulai tidak ramah. Dan sepertinya tidak ada karang dibawah sana, hanya pasir. Kounan saya tinggal di kapal.
Beberapa bule berkayak balik ke kapal sebelum sampai di pantai. Mereka ketakutan setengah mati melihat awan hitam yang ada di kejauhan. Loraine mengajak saya sharing kayak. Saya ayo aja. Dia jago rupanya. Mengajarkan tehnik yang benar kepada saya.
Kami bermain air di Maya Bay. Beberapa orang berfoto. Seperti saya duga, tidak ada apa apa di bawah air nya. Hanya pasir. Amat dan temannya mengajak saya berkayak disekitar pantai.
Sekitar jam 5. Awan hitam itu makin mendekat. Dan gerimis mulai terasa. Amat mengintruksi kan agar kami semua kembali ke kapal. Saya dan Lorraine mengambil kayak kami dan mulai mendayung. Ombak nya kuat sekali sekarang. Ditambah kami melawan arus. Tapi akhirnya sampai ke kapal. Saat itu, hujan sudah mulai mengguyur tapi tidak terlalu kuat. Tapi kami semua di suruh pindah ke deck bawah. Deck atas sudah basah. Kami sibuk memindahkan barang.
3 cewe chinese berkayak dengan susah payah ke kapal. Ketika akhirnya mereka sampai, hujan lebat turun. Lebat sekali sampai kelihatan seperti badai. Ombaknya, wah udah gede gede banget spasi nya. Tapi kami belum jalan juga, tau kenapa ? karena masih ada 1 kayak dan 2 orang kami di Maya Bay ! serem tuh. Mereka kayak pasti akan susah karena badai ini. Ditinggal juga kasian.
Kami berdiskusi sebentar. Hampir saja Kadafi (ketua guide) memutuskan untuk meninggalkan sebentar untuk nanti dijemput lagi, mempertimbangkan perjalanan kami ke dermaga awal juga akan sulit sekali di badai seperti ini. Tapi belum sempat kami jalan, si kayak terakhir itu jalan juga menuju kami. Kami terpaksa menunggu. Saya juga standby di belakang kapal bersama yang lain. Untuk menolong.
Ada 1 bule nekat yang lompat dan berenang di badai seperti ini. Saya kira dia mau menghampiri kayak, tapi ternyata Cuma mau berenang. Sebenarnya saya juga pengen sih, tapi….kayanya risky ya. Ga mau nyusahin orang lain ah.
Akhirnya si kayak terakhir sampai. Semua orang lega. Kapal kami jalan di tengah badai ini. Perjalanan sedikit lebih bergoyang dari sebelumnya. Saya dan beberapa orang duduk di bagian belakang kapal. Dinginnya menyegarkan.
30 menit kemudian cuaca membaik. Dan kami sudah hampir sampai di dermaga Phi Phi Don. Pasangan yang tadi minta tolong di potret mengajak saya ngobrol. Mereka Munir dan Nadine. Berasal dari Egypt. Dan mereka kesini untuk bulan madu. Saya memberi mereka selamat. Wah enak ya bulan madu di Koh Phi Phi. Kami bertukar email setelah itu. Mereka bilang mau ke indonesia suatu hari. Saya juga dong pasti nya mau ke Egypt suatu hari. Hehe
Kami sampai dengan selamat di pier Phi Phi Don. Semua orang pamit dan berterima kasih kepada Kadafi dan anak buah nya. Lalu kami berjalan menuju homestay masing masing.
Saya langsung mandi setelah sampai di homestay. Kiyoko setelah saya. Lalu kami makan malam di satu restoran namanya Garlic 1992. Lumayan enak. Pelayan nya juga ramah. Kami mendapat kertas yang isinya translation English-Thai untuk kata kata  umum. Sekarang saya bisa minta diskon dalam bahasa Thai. Hehe
Kiyoko san bertanya apa saya mau beach party lagi malam ini. Mau sih, tapi badan kayanya capek. Jadi saya pikir mending tidur saja. Ditambah lagi, besok pagi tidak ada Shark Watch tour di travel agent manapun. Karena cuaca sedang buruk.
Selamat Malam !