Jalan Jalan, Personal, Ulasan

SEAT1. south east asia trip satu (part four)

shortcut to all part,click here : part1 | part2 | part3 | part4

Day 7 : from Phi Phi to Bangkok

 
Bangun sekitar jam 9, mandi dan beres beres. Kami akan check out hari ini. Saya sudah beli tiket bis Krabi-Bangkok jam 4 sore. Juga tiket kapal PhiPhi-Krabi pada jam 2 siang. Semuanya keliatan baik baik saja.
Saya ngetik sambil nunggu siang. Sekalian sarapan dan kopi. Jam 1 siang saya jalan menuju pier bersama Kiyoko. Hujan rintik rintik mulai turun. Sampai di pier, jeng jeng jeng. Tantangan baru datang.
Bad weather, Run for the boat !
 Rupanya karena ombak dan cuaca sedang tidak bagus di arah Krabi, kapal dari dan ke Krabi tidak akan beroperasi hari ini. Yang mana itu adalah mimpi buruk untuk saya ! (dan juga banyak turis lainnya). Hanya ada 2 pilihan, tinggal 1 malam lagi untuk besok berangkat ke Krabi, atau naik kapal ke Phuket (yang ke Phuket bisa jalan) dan dari Phuket ke Bangkok. Bisa saja. Masalahnya saya sudah beli tiket bis Krabi-Bangkok. (1) kounter tiket bis saya jauh , sekitar 15 menit jalan dari Pier. (2) sekarang sedang hujan dan (3) kayaknya kapal sebentar lagi jalan !
Saya menelpon agen tiket kapal. Untungnya dia bilang,bisa pake tiket itu untuk ke Phuket juga. 1 selesai. Dan saya coba telpon agen tiket bis tempat saya beli, tapi ga diangkat. Pulsa abis. Saya lari ke kounter tiket terdekat. Saat itu, Kiyoko san kayanya udah memutuskan untuk langsung naik, jadi kami mengucapkan sampai jumpa.
Telpon nya nyambung ke kantor pusat si agen tiket. Dia bilang ga bisa tuker dan saya harus ke kounter nya langsung. Huh. Lalu ada satu penduduk lokal yang membantu (karena saya kelihatan panik sepertinya), namanya Tut. Dia coba bantu saya tapi akhirnya tetap saja saya harus ke kounter. Karena hujan, saya harus menitipkan backpak maupun tas kecil saya disana. Mudah-mudahan aman.
Saya lari menuju kounter tiket dan 10 menit kemudian saya sampai. Dia bilang tidak bisa ditukar, jadi dia hanya mengembalikan uang dan menyarankan saya langsung ambil bis dari Phuket aja ke bangkok. Banyak kok katanya. Saya pikir itu ide yang baik.
Tapi tetap harus lari lagi. Untungnya kata Tut, kapal ke Phuket berangkat jam 2.30pm. sekarang 2.15pm. saya punya 15 menit ! kali ini benar benar lari di hujan. Plastik sudah saya tutupkan pada passport,hp dan dompet. Lari lari lari !
2.25pm sampai kembali di tempat Tut. Barang saya aman. Saya berterima kasih pada Tut. Dan langsung lari menuju kapal. Huff untung sajasempat. Yay !
Kapal nya berwarna putih hijau. Besar dan solid. Modern. Kira kira mampu menampung lebih dari 200 orang. Di dalam nya juga ber AC. Ada DVD yang diputar di beberapa tv 32inch.
The big swing in the boat
Didalam kapal, setelah beberapa saat saya menenangkan detak jantung, saya mencari spot untuk duduk. Kelihatannya tidak ada ya, karena sudah lumayan banyak orang juga yang berdiri. Maklum lah, kapal Krabi kan tidak ada, pasti banyak yang bernasib seperti saya, harus mengubah rute. Saya bergeser ke bagian depan kapal. Di dekat saya ada 1 pasangan bule. Di kiri saya juga ada pasangan chinese.

phiphi's cliffs
phiphi's cliffs
kapal menyalakan mesin dan mulai berputar. Disini ada hal menarik kedua untuk hari ini. Diluar kapal, sudah terlihat ombak menggila. Hehe. Mengguncang semua kapal kapal nelayan yang sedang parkir. Beberapa tamu terlihat khawatir, beberapa santai, dan beberapa minum obat.
Rupanya di sebelah kanan saya, duduk di kursi, ada si Lorraine. Saya menyapa. Ngobrol sedikit. Sampai kapal jalan, dan arung jeram dimulai.
Dengan ombak seperti itu, kapal menggoyang isinya. Seperti dalam kora kora. Pada 10 menit pertama. Orang orang mulai panik. Barang barang yang di letakkan di bagian depan sampai jatuh dan bergeser karena goyangannya.
Saya ? alhamdulillah baik baik saja walaupun beberapa orang sudah mulai muntah dalam 30 menit pertama. Mungkin karena sudah sering naik kapal yang bergoyang ya. Saya asyik saja nonton dvd yang diputar di kapal.
Sementara setelah 1 jam pertama. Pasangan chinese di kiri saya, dua duanya sudah pucat dan plastik yang mereka pegang sudah ¼ penuh. Di kanan depan juga ada pasangan chinese lainnya, yang cowonya sudah pucat, cewe nya berusaha membuatnya jadi lebih baik. Manis ya.
Di bagian tengah ada beberapa chinese yang muntah bersuara. Hoek. Eneg dengernya. Pasangan bule di kanan saya juga sudah terlihat pusing. Beberapa bule lain di dekat pintu membuka pintu kapal agar udara segar masuk. Si chinese di kiri saya sudah 3 kali bertanya “brapa jam lagi kita sampe?”, saya tidak mau berbohong tapi saya berusaha menyemangati dia. Masih 30 menit lagi. Perjalanan ini dalam keadaan normal seharusnya 1.5 jam saja.
Lalu ada satu cewe bule yang berdiri di dekat pintu, di sebelah kanan saya. Dia memakai kacamata, berkaus putih, berambut pendek. Saya menyapanya. Sayang sekali saya lupa namanya. Tapi dia dari Switzerland. Seorang calon dokter.
30 menit kemudian, kami sampai di Phuket. Semua orang senang. Sebelum sampai, saya lihat keadaan sekitar. Hampir sekitar setengah isi kapal, pucat 🙂 yah atleast kita sudah sampai kan.
Saat kapal menepi, saya keluar ke bagian deck depan. Orang orang lain juga sudah ada disana. Saya menyapa pasangan bule yang tadi di kanan saya. Karena kebetulan mereka juga searah, yaitu mau ke Bangkok naik bis, mereka menawari saya untuk jalan sama sama. Saya meng-iya kan.
Lorraine tidak jadi naik bis, dia memutuskan naik pesawat saja, karena mau mengejar tiket Bangkok-Nepal nya 2 hari lagi.
Dalam antrian mau keluar kapal, saya bertemu Kiyoko. Ternyata kapal yang sama ya. Setelah mengucapkan sampai jumpa lagi, saya ke dermaga bersama pasangan bule. Mereka adalah Dushku dan Carmen. Dushku dari Macedonia, dan Carmen dari Jerman. Belakangan saya tahu kalau mereka masih 22 tahun dan mahasiswa. Muda sekali ya. Oya, Carmen murah senyum loh.
Kami menunggu van lebih dari 15 menit. Dushk sedikit emosi kepada para organizer van. Sampai akhirnya kami dapat 1 van. Dari dermaga menuju bus station memmakan waktu sekitar 15 menit.
The 12 hours bus trip
Di stasiun bis, kami diturunkan di depan travel agent. Kami tidak mengambil tiket dari mereka, tapi kami langsung ke terminal. Dan bertanya ke kounter tiket. Dan memang sedikit lebih murah  disana. Pada saat itu, jam adalah 5.30pm. dan tiket bis kami 6.30pm. timing yang bagus. Kami membeli beberapa snack untuk di bis. Bis ini akan jadi perjalanan terjauh saya dalam bis. Karena straight 12 jam lebih.  Perkiraan akan sampai di Bangkok jam 7 atau 8 pagi.
me on the beach at night
me on the beach at night
Snack sudah ada. Pipis udah. Kami naik ke bis. 4 seater sih bisnya. Tapi lumayan enak kok. Ada selimutnya. 10 menit setelah kami naik, bis mulai jalan. Ada 1 cewe thailand yang duduk disebelah saya. Di depan saya ada pasangan bule yang belum kami kenal. Dan ada 1 cowo jerman di kiri depan. Kami udah kenalan tapi saya lupa namanya.
Saya menyapa cewe thailand di sebelah saya. Inggrisnya kurang bagus,tapi kira kira dia mengerti 50% apa yang saya ucapkan dia bisa membalas sedikit. Namanya New. Dia baik banget. Sepanjang jalan dia ga Cuma ngajarin saya bahasa Thailand, tapi juga menunjukkan penasaran akan Indonesia, tentang saya, dan lain lain.
Sekitar 2 jam dari bis jalan, kami tertidur. Sebenarnya ada film yang diputar di bis. Tapi walaupun fim itu film barat, mereka dubbing aja gitu pake bahasa thailand. Dan subtitle nya juga ga ada yang bahasa inggris. Hrrrrr. Makanya tidur adalah pilihan yang paling bagus.
Sekitar jam 11 malam, bis berhenti di rest area. Kami turun untuk pipis dan makan. Saya makan Boiled Rice with Mackarel. Enak loh. Seteah 30 menit, bis jalan lagi. Oh iya hari uda ganti.
Selamat malam !

Day 8 : Hello Bangkok !

Kira kira jam 5 pagi. Bis berhenti di suatu kota namanya Petchburi. Ini tempat New turun. Dia pun mengucapkan sampai jumpa. Bis jalan lagi. Sekitar jam 7.30am , kami sampai di terminal Mo Chit, Bangkok.
Hello Bangkok !
Rombongan kami turun. Saya, Dushku, Carmen, Jerman guy, dan pasangan bule. Kami ber enam. Di datangi para pengemudi taksi. Harga terakhir yang bisa mereka tawarkan adalah 200Baht ke Khao San Road. Masih terlalu mahal untuk 3 orang per taksi. Jadi kami mencari bis biasa.
To Khao San Road
Tujuan kami adalah Khao San Road, daerah dimana turis turis tinggal, dan juga salah satu daerah yang paling happening di malam hari. Setelah bertanya tanya, kami harus naik bis nomor 3 rupanya.
Bis datang 3 menit setelah kami sampai Platform nya. Kami naik dan hanya sekitar 5 orang lain diluar rombongan kami. Bis ini kondektur nya cewe. Sayangnya tidak bisa berbahasa Inggris. Bis pun jalan.
Melewati tengah kota Bangkok, tidak ada satu pun diantara kami yang tahu sekarang sudah dimana, dan brapa lama lagi sampai di Khao San Road. Berhenti di mana juga tidak tahu. Hehe random.
Saya bertanya pada cewe di sebelah saya, dan untungnya dia bisa bahasa inggris. Dia ngasih tau berapa halte lagi untuk berhenti.kami mengucapkan terimakasih ketika dia turun. Dushku dan Carmen memberikan tempat duduk pada manula yang baru naik bis. Senang aja saya melihatnya.
Sekitar jam 8.30 kami sampai di Khao San Road. Salah satu yang unik dari bis ini, adalah karena bis ini GRATIS ! di Bangkok, pemerintah membuat beberapa bis pagi gratis.
Carmen dan Dushku pergi ke arah yang berbeda jadi kami mengucapkan sampai jumpa. Saya gabung dengan rombongan pasangan UK dan si jerman. Kami lewat Rambuttri.

Bangkok traffic jam on festival day
Bangkok traffic jam on festival day
Si cowo UK (namanya lupa nanya) rupanya uda lumayan akrab sama Bangkok dan Khao San Road. Dia bilang mending tinggal di guesthouse di Rambuttri (sekitar 5 menit jalan dari Khao San) karena Khao San ribut banget.
Oh ya, cuaca di Bangkok rupanya sedang dingin sekali. Tidak seperti biasa, dimana akhir maret sudah masuk musim panas, saat ini masih dingin. Tampak seperti akan hujan tapi tidak hujan. Temperature kira kira 22 derajat. Seperti bandung.
Karena sekarang masih jam 9, kami sarapan dulu di satu warung langganan si cowo UK. Nongkrong dan ngobrol banyak banget disana. Setidaknya sampai jam 11.30 kami baru selesai. Pasangan UK pengen dateng ke Indonesia kapan kapan, jadi mereka seneng banget ketika saya kasih kartu nama saya. Mereka rupanya tidak bermalam di bangkok, karena langsung mau cari bis menuju Chiang Mai, bagian utara Thailand.
Setelah mengucapkan sampai jumpa, saya dan si cowo jerman jalan muter Rambuttri untuk cari guesthouse. Setelah menimbang faktor nyaman dan harga, kami memutuskan tinggal di Wild Orchid Villa, di Rambuttri. Tapi kamar yang berbeda.
Beberapa menit setelah check in dan taro barang di kamar, kami keluar untuk makan siang. Saya makan Tom Yam siang itu. Setelah makan, kami kembali ke kamar, dan tidur. Lumayan cape juga di bis tidur nya kan ga gitu nyaman. Jam 6 kami janjian lagi untuk muter muter bareng
penjual gelang dengan kostum tradisional
penjual gelang dengan kostum tradisional
penjual pedthai
penjual pedthai
Selamat tidur siang !
Jam 6.30pm saya bangun. Tapi masih males males an juga. Jadi ya saya mandi sambil males malesan. Karena masih jam 6.30pm, jadi abis mandi saya ngetik dibawah. Sekalian nunggu si Jerman turun. Asumsi saya dia masih siap siap dikamar.
Eh ternyata salah. Keasyikan nulis, jam 8pm dia blm juga muncul di lobby. Ketika saya ke kamarnya ternyata udah gada orang. Dia uda keluar pasti ya. Yauda saya sendiri keluar dan jalan. Abis isi pulsa, saya sms Mark, temen Couchsurfing.
Bangkok Night Out
Mark udah ngumpul sama 6 orang lainnya. Dari banyak negara pula. Dari perempatan Rambuttri, kami nongkrong di salah satu warung minuman di Rambuttri. Di list menu nya semua minuman beralkohol. Dasarrr. Untung setelah ditanya, ada soft drink.
Joseph dari Philipine, dia paling banyak bercerita. Tapi cerita nya lucu lucu sih. Terutama soal orang orang mabok di full moon party. Sambil minum, saya mesen Pedthai,  semacam kwetiau goreng gitu. Murah dan bisa dibawa bawa. Jadi makanan favorit saya nih.
the bricks bar
the bricks bar
eating frog
eating frog
Sekitar 1 jam disana, lalu kami jalan ke Khao San Road. Disana kami mampir di Bricks Bar. Bar ini keren banget ! live music Ska gitu. Band nya band lokal. Lagu lokal juga, dan isinya, tamu tamu nya, juga orang orang lokal semua ! atmosfir thailand gitu. Enakk.
Sekitar jam 2 kami keluar dari sana. Makan sedikit di jalan. Pedthai dong pasti nya. salah satu dari kami ingin mencoba makan kodok, tapi dia ragu ragu. Kami membujuk nya dan akhirnya dia mau. Saya sempat memotret dia sedang makan kdodok. Hehe
Setelah Pedthai, kami mencoba masuk ke The Club. Satu club yang lumayan rame juga. Mereka main trance.
Setelah itu kami bubar. Ada juga sih yang masih nyangkut. Hehe saya sampai di hotel jam 2.30am. waktu nya tidur.
Selamat malam !
shortcut to all part,click here : part1 | part2 | part3 | part4