Jalan Jalan, Ulasan

SEAT1 (southeast asia trip satu) .. part five

Day 9 : A Walk in Bangkok

Bangun tidur pasti langsung lihat jam.  Udah jam 9 lebih rupanya. Pasti karena tadi malem tidur telat ya. Bangun tidur mau langsung mandi. Tapi baru inget shampo saya udah abis. Jadi saya keluar hotel (ya, masih dengan muka baru bangun) untuk beli shampo.

Eh baru 2 langkah di luar hotel, ada 2 ibu dan 1 bapak. Lagi baca peta, tapi pake bahasa indonesia. Wah saya langsung menyapa (kalau ikutin jurnal ini dari day 1 pasti udah menilai saya SKSD banget ya orangnya hehe)

Dan bener kan orang indonesia, mereka welcome tuh. Mereka juga lagi liburan. “kami juga backpacker-an kok” katanya. Saya senyum. Mereka rupanya satu hotel dengan saya. Tapi di kamar yang lebih baik. Setelah ngobrol sedikit, saya permisi untuk beli shampo.

Di dalam 7eleven, rupanya ada suami salah satu ibu tadi. Jadi ngobrol lagi sebentar. Dia tanya saya kerja apa, rute nya kemana aja. Bla bla bla. Lalu pamit dan akhirnya mandi dengan damai di kamar mandi.

Bangkok kan lagi dingin ya, nah air nya bisa bayangin dong dingin nya kaya apa. Brrrr. Tapi seger kok. Yang penting sekitar jam 10 am saya udah siap jalan.

The Bangkok Walk and some free entry 🙂

Dari Rambuttri saya sebenarnya mengambil arah selatan, menuju Art Gallery. Tapi saya di sapa oleh seorang yang mengaku kerja di TAT (kementrian pariwisata Thaialand). Dia bilang hari ini Buddha Day, jadi lebih baik saya ke arah utara. Lewat kuil ini, dan ini , bla bla bla. Dan ujung ujungnya dia menawarkan tuk tuk untuk pergi ke semua tempat yang di sebutkan tadi.

Saya jadi ingat peringatan penipuan di hotel saya. Langkah pertama penipu penipu ini adalah dengan mengarahkan kita ke tempat2 bagus, kasih rekomendasi tuk tuk, dengan harga gratis atau murah, nanti nya setelah tour selesai akan di charge lebih banyak.

the park
the park

Mungkin dia salah satu nya atau mungkin juga bukan, tapi yang jelas dia pengen banget saya naik tuk tuk dia. Saya menolak karena emang dari pertama juga saya mau jalan kaki. Saya berterima kasih dan jalan ke arah yang dia tunjuk. Berkat si mas mas itu, saya jadi punya rute yang jelas. Hehe

Saya mulai jalan kaki. Melewati suatu benteng, lupa namanya apa. Lalu berjalan ke utara. Melewati beberapa jembatan, perempatan, pasar, dan juga beberapa kuil. Tapi sepertinya saya bukan terlalu orang kuil, jadi saya skip kuil kuil kecil. Saya senang karena di arah saya jalan, ada National Library. Saya sudah bilang ya pada hari kedua, saya suka perpustakaan.

Beberapa menit kemudian saya sampai di Perpustakaan Nasional Bangkok. Bangunannya sudah tua. Walaupun keliatan masih kokoh. Saat saya berada di depan bangunan itu, tidak kelihatan orang keluar masuk, sedikit segan untuk masuk. Apalagi dengan sendal dan celana pendek seperti ini. Tapi kapan lagi, saya pikir. Akhirnya saya berada di dalam. Duduk dan membaca buku buku random. Kayanya saya ambil atlas dan info info Asia Tenggara deh.

national library
national library

Sekitar 1 jam saya disana, akhirnya saya melanjutkan tour jalan kaki Bangkok. Saya belok ke arah timur sekarang. Menuju suatu tempat yang seperti istana. Apa lah arti sebuah nama :p sebelum sampai disana, saya melewati jalan yang didalamnya ada semacam bazaar gitu. Saya masuk. Banyak kanopi kanopi dan stand jualan disana. Semakin saya kedalam, semakin banyak lagi. Sampai akhirnya saya sampai di jalan besar yang ditutup, dan disana isinya stand semua. Ada beberapa panggung yang sedang di pasang juga, seperti nya akan ada festival besar dalam waktu dekat.

Dari jalan besar itu, saya melihat si istana tadi di arah utara. Langsung aja saya kesana. Namanya Palace apa gitu. Saya masuk dari pintu selatan. Satpamnya menunjuk ke arah utara untuk beli tiket masuk. Saya berjalan kesana tapi tentu saja ga akan beli tiket masuk. Hanya lihat dari halaman saja. Tempat ini seperti istana mungkin ya. Ada istana di tengahnya (yang kayanya isinya museum), diluarnya ada halaman yang bagus banget dan luas. Ada rumput rumput rapih dan bunga. Saya asyik moto motoin halamannya.

throne hall
throne hall

Jalan dikit ke bagian utara istana itu, ada pintu gerbang yang nembus ke museum lainnya, ada 3 museum totalnya. Saya juga bukan orang museum. Jadi saya keluar lewat pintu utara. Eh di pintu itu ada tulisan “tiket masuk 100 Baht” , hehe rupanya bayar ya walaupun cuma ke halaman aja. Tapi saya ga bayar tuh, kan masuk dari pintu selatan. Hehe gapapa lah ya.

Dari Palace itu, saya jalan ke timur lagi, ada Zoo (kebun binatang), yang ternyata masuknya bayar 100 Baht. Males ah. Jalan lagi ke selatan. Ketemu festival festival itu lagi. Saya skip , walaupun kounter yang beda dari sebelumnya.

Tiba di satu Temple yang saya lupa namanya. Lumayan asik, karena ga gitu banyak orang disana. Bisa motret motret deh. Nah sekali lagi terjadi dengan tidak sengaja. Saya rupanya masuk dari pintu belakang, dan keluar lewat pintu depan yang ternyata ada kounter tiket nya. Hehe maaf ya.

Lalu berjalan lagi ke selatan, nah disini ketemu hal yang menarik. Sampai di suatu jalan yang ada panggungnya. Dan seperti tenda tenda refugee gitu. Jalan itu ditutup jadi ga ada mobil. Beberapa diantara tenda tenda itu ada orang jualan dan masak. Setelah saya perhatikan sekitar, ternyata mereka bukan refugee tapi orang orang yang sedang demonstrasi. Ga tau red shirt atau yellow shirt, tapi mereka menuntut “return the royal power to our king”, banyak banget di sepanjang jalan itu. Dan disisi jalan yang lain juga ada. Malah ada panggung yang ada orang lagi ngomong dengan lantang. Wah menarik.

Disitu saya udah laper banget, jadi mampir makan banana pancake deh. Enak.

panning tuk tuk
panning tuk tuk

Abis banana pancake, jalan lagi ke selatan. Melewati gedung United Nations. Jalan nya jadi gede banget sekarang. Trus lewat stadium boxing juga tapi siang siang lagi gada show jadi saya skip.

Jalan jalan jalan lagi. Gada yang menarik banget. Saya berhasil memfoto tuk tuk dalam panning. Tapi gatau bagus apa ngga ya jadinya.lewat Democracy monument, Lalu jalan lagi sampai akhirnya sampai kembali di Rambuttri.

The first talk with old time friend pen pal

Capekkk! Saya sampai kamar dan langsung berbaring. Mau tidur tadinya. Lalu tiba tiba saya merasa harus mengontak seseorang. Ingat jurnal saya waktu di Hatyai ? ada satu cewe photographer yang email email an sama saya. Saya tidak ingat, tapi dia kuliah di luar Hatyai, dan seingat dia bilang itu di Bangkok. Jadi saya buka Hotmail dari handphone saya.

Parichanan Nannar namanya. Dan benar, di email dia bilang Bangkok! Saya cepat cepat meng-email dia lagi, memberi nomor saya dan bilang agar dia telp secepatnya ketika membaca email ini. Saya tidak tahu dia akan baca ini terlambat atau tidak, karena besok saya pergi dari Bangkok menuju tempat selanjutnya, dan dulu dulu sewaktu saya email-email an dengan dia, dia tidak langsung membalas di hari yang sama. Yah saya tidak terlalu berharap. Mengambil bantal dan mencoba tidur.

Baru 15 menit, saya masih menghayal menghayal sebelum tidur. Eh handphone saya bunyi. Nomor tidak dikenal. “halo, is this Satu ?” kata orang disana. Itu si Parichanan Nannar.

Saya kaget bercampur senang. Masih bingung mau bilang apa. “I thought it will took some time before you read the email”, kata saya. Tapi dia bilang, dia kebetulan lagi buka email. Hohoho. Jadi kami langsung cerita cerita. Tentang sekolah dia, tentang travelling saya, dia bilang dia juga mau banget backpacker-an. Banyak deh. Sayangnya, dia ga yakin bisa ketemu saya apa ngga. Karena 2 hari ini dia akan sibuk banget. Saya ngerti, bagaimanapun, saya terlalu dadakan. Tapi dia janji untuk langsung kasitau saya kalo dia bisa.

tom ka kai, very delicious
tom ka kai, very delicious

Saya sudah cukup senang bisa ngobrol sama dia. Sampai saya tidak jadi tidur dan langsung mandi. Selesai mandi sudah segar, saya keluar untuk cari makan. Karena saya perlu online juga, jadi saya cari cafe yang ada wi-fi gratis nya. Saya ketemu satu yang kayanya bagus. Cafe Apple namanya. Disambut dengan pelayan yang ramah, saya memesan menu Thailand, Tom Ka Kai. Kelihatannya enak.

Tom Ka Kai sampai. Sedikit mirip Tom Yam, tapi kuahnya putih kental, yaitu santan/kelapa. Dan emang enak ! asam dan pedas, kuah yang kental, dan udang yang enak, saya ga bisa bilang ga enak. Ini enak banget ! kalian harus coba deh.

Nulis, nulis, nulis, bales email, dan lain lain. Sambil ngetik saya lumayan nyaman sama lagu lagu yang diputar di cafe itu. Lagu lagu band lokal. Ada beberapa lagu akustik yang saya suka banget. Saya langsung tanya pelayan disana, band apa. Namanya 24-7. Saya langsung tanya apa mereka punya lagu nya di computer mereka, mereka langsung nawarin apa saya mau copy lagunya. Saya langsung kasih flashdisk saya. Asik asik.

Bigger Bangkok Night Out, 5 bars in one night

Kira kira jam 7.30pm saya jalan. Harusnya jam 7pm saya ada janji untuk datang ke meeting Couchsurfing Bangkok di Coco Walk. Saya gatau itu dimana, tapi mereka udah ngasih arahan. Saya Cuma tinggal nanya dimana harus naik bis nya. Pelayan cafe memberi tahu lokasi nya. Saya jalan kesana.

Saya naik bis nomor 79. Duduk di depan, saya nanya sama kondektur nya yang perempuan. Dia ga bisa bahasa inggris banget rupanya. Jadi saya harus buka map dan menunjuk Coco Walk, baru dia mengerti. Ongkosnya Cuma 14baht.

Melewati jalan jalan Bangkok malam hari, dan akhrinya turun di satu persimpangan. Naik jembatan penyebrangan, saya berhenti sebentar untuk ambil foto SlowShutter jalanan Bangkok. Dapet lumayan bagus.

7 menit jalan dari jembatan itu, saya sampai di Coco Walk. Disana sudah ada banyak orang. 10 menit setelah saya datang, total yang datang sudah 30 orang lebih. Wah wah. Konsep dasar, kalo rame, stick with the small group.

Saya ngobrol banyak dengan satu cowo lokal Thailand, lupa namanya, tapi anaknya asik. Lalu ada Toom, yang juga lokal. Lalu Sergio dari Mexico. Kami ngobrol banyak. Terakhir, saya ngobrol sama Akino (thailand), Patra (thailand), dan Vicky (Germany-Vietnam). Si Akino kocak. Mukanya Indonesia banget.

Vicky juga seperti saya, sedang travelling sendiri di Bangkok. Dia juga tinggal di Rambuttri tapi dia ga suka hotelnya. Karena dia ngerasa lebih aman jika jalan jalan di Bangkok kalo ada teman, dan ini pertama kali nya dia travelling sendiri, dan dia baru berumur 20 tahun, dia minta saya nemenin dia besok. Saya meng-iya-kan, karena saya juga berencana jalan jalan besok. Apalagi Nick (Canada) bilang boat trip nya lumayan seru.

khao san road
khao san road

Oke, kebiasaan anak anak nongkrong : Pulang pagi. Chilling House di Coco Walk itu spot pertama. Setelah dari sana, kami ke satu Bar (saya lupa namanya) yang ada live music nya. di bar itu lebih banyak expat. Khususnya dari India. Kira kira 1 jam di bar kedua ini.

Di bar kedua, saya bilang ke Akino, kalau kemarin malam saya ke Bricks Bar dan saya suka banget. Dia bilang dia juga suka banget. Tiba tiba dia jadi antusias ngajak anak anak kesana. Alhasil spot ke tiga kami : Bricks Bar.

Disana kami ketemu si Joseph dan kawan kawan. Saya joget sampe cape kali ini. Udahan sekitar jam 2am. Itu bar ke 3 ya. Abis Bricks Bar kami MASIH lanjut ke satu bar di daerah Khao San juga. Ada live music yang main lagu campuran thailand, dan kadang RnB popular juga.

Itu bar ke 4. Selesai kira kira jam 3am disana. MASIH LANJUT, ke satu club di rambuttri ujung. Club nya tertutup dari luar. Disaat bar bar udah tutup (maklum, jam 3 malem), club ini juga diluarnya keliatan udah tutup. Tapi ehem, ternyata di dalam nya masih penuh sesak. Susah jalan. Gile gile. Mayoritas isinya si anak muda thailand. Kami ngobrol sama grup di dekat kami.

Sampai akhirnya Vicky ngerasa sedikit pusing, dan dia bilang mau pulang. Karena saya dekat hotelnya dengan dia, dan saya juga udah cape, saya ikut dia pulang. Tapi karena perut saya laper, kami sempat nongkrong di luar hotel dia sebentar. Makan Pedthai, biasa. Hehe

Akhirnya mengucapkan sampai jumpa. Dan sebelum saya tidur saya liat jam, udah jam 4am rupanya. Hahaha. Pasti bangun siang nih besok.

Selamat malam !

Day 10 : another Bangkok walk + boat trip

Seperti yang tadi malam saya bilang, saya bangun siang hari ini. Sekitar jam 10 lebih. Karena saya janji sama Vicky, saya cepat cepat mandi. Lalu sms dia, dia bilang dia lagi jalan mengarah ke hotel saya. Saya keluar dan ketemu dia. Dia uda bawa backpack nya dia. Udah checkout dan dia mau cari hotel lain.

Saya tanya dia, apa mau sharing room aja. Di saya jadi lebih murah dan mungkin bisa dapat hotel yang lebih bagus. Dia setuju banget. Saya check out dan kami check in di hotel lainnya yang saya udah liat kemarin. Lebih murah dan kamar mandi di dalam. Plus air hangat.

The boat trip, the sleeping buddha, and China Town

the boat bus
the boat bus

Setelah meletakkan barang, kami langsung keluar untuk sarapan. Brunch ya jatoh nya kalo jam 12an gini. Hehe. Karena Vicky belum coba fruit salad, saya menyarankan itu. Dan dia suka. Enak dan murah sih. Setelah makan, kami langsung ke Phra Arthit Pier. Naik boat untuk boat trip.

Kapal ini berfungsi seperti bis banget. Cuma 14baht, dan bisa jalan jauh. Dan ada setiap 7 menit. Ada beberapa rute juga lagi. Keren. Kami meliat kota Bangkok dari sungai ini. Melewati beberapa Temple (kuil) dan bangunan, juga hotel hotel mewah, dan rumah penduduk yang di tepi sungai.

Kami berhenti di Central Pier. Lalu jalan kaki mengarah ke utara. Kami ketemu semacam kantin plus market. Liat liat sedikit, kami mampir di kedai warung kopi. Vicky suka banget green tea latte, dan dia mau coba di sini. dia beliin saya Banana+Oreo shake. Kedua minuman kami ini enak loh.

Abis itu jalan lagi, Vicky  berhenti untuk beli sendal. dia suka sendal itu. Dan percaya apa ngga, dia bilang, tadinya dia ga niat belanja di Bangkok. Tapi susah banget nahannya, setelah beli satu barang, dia jadi keterusan. Hehe kami mampir di toko souvenir juga, si Vicky beli lagi.

bangkok road
bangkok road

Kami berhenti untuk ngobrol sama pak polisi juga. Dia ramah. Jalan lagi ke arah utara, menukar uang ke US dollar (karena besok mungkin saya ke Cambodia), akhirnya kami naik kapal lagi di satu Pier yang saya lupa namanya. Pier nomor #3. Kami mau ke Wat Poh (kuil) sekarang.

Jadi kami naik kapal warna orange, dan berhenti di satu pier, jalan kaki sedikit dan akhirnya sampai di Wat Poh, yang terkenal dengan Sleeping Buddha nya. kami masuk dan bayar tiket masuk 50 baht. Tempat pertama yang kami singgahi adalah langsung ke hall utama, Sleeping Buddha.

Patung Buddha nya besar sekali. Lagi tiduran dengan satu tangan menyanggah kepala. Kok kaya manusia juga ya. Hoho. Foto foto dong pasti kita. Si Vicky juga sempat berdoa dengan naro koin koin di tempat koin gitu. Abis dari sana, kami jalan lagi. Menuju kuil kuil yang lebih kecil, foto dengan pose Buddha, kuil yang ada standing Buddha, dan sekitar jam 3 lebih kami keluar.

sleeping buddha
sleeping buddha

Kami jalan dan mencari Grand Palace. Sebenarnya di sebelah Wat Poh, tapi entrance nya sedikit jauh. Daaan…. ketika sampai sana ternyata sudah tutup ! rupanya tutup jam 3.30pm. hohoho si Vicky sebel. Well, tapi dia masih ada beberapa hari, pesawatnya balik ke Hanoi itu hari senin subuh. Ini masih hari kamis. Untuk saya sih tidak terlalu penting masu k Grand Palace.

Kami jalan lagi menuju China town yang seharusnya tidak jauh dari sini. melewati taman kota, dan beberapa persimpangan. Kami membaca map. Lumayan jauh juga ternyata. Sekitar 15 menit jalan kaki.

Dan akhirnya sampai di China Town. Seperti pada china town umumnya, banyak jualan, malah terlalu banyak kata Vicky, sampai dia pun jadi bingung mau beli apa. Jalan nya kecil hingga terkadang harus menunggu orang lewat baru kami bisa lewat. Tapi menarik kok, banyak jualannya.

Vicky beli beberapa souvenir untuk teman temannya. Dia juga beli topi koboy. Saya beli satu lampu lucu, buat si Tya di jakarta. Dia jadi messenger saya yang ngasi tau mama kalo saya sekarang lagi dimana. Hehe

Setelah puas dengan China Town, kami pulang ke hotel naik tuk tuk. Karena tidak ada bus yang menuju Khao San dari china town. Sampe rumah kami mandi dan istirahat. Huff lumayan capek.

seating buddha
seating buddha

A good massage and a haircut in the evening

Mandi mandi dan bersih bersih.  Sekitar jam 8 kami keluar lagi untuk makan malam. Setelah makan, Vicky menemani saya ke kaunter tiket untuk besok pagi saya ke Siam Reap, Cambodia. Setelah membeli tiket, kami ke tempat massage. Vicky Pedicure dan manicure. Saya mau coba Oil Massage ala Thailand.

Ibu ibu ini yang ngurut saya. dan seperti dugaan saya loh, enak banget di Oil Massage. Untuk yang belum tau, di Thailand ada beberapa jenis massage. Beberapa yang terkenal yaitu Foot Massage, Oil Massage, dan Thai Massage. Foot = Cuma kaki. Oil = seluruh tubuh dan pake minyak gitu. Thai massage itu seluruh tubuh tapi rada sakit katanya. Karena pake tenaga. Untuk yang suka dipijit boleh coba yang ini. Tapi saya, besok ke Cambodia, jadi cari aman lah. Oil Massage aja.

Sempat ketiduran setelah 30 menit diurut. Enaaaak. Tapi karena buat saya, terlalu lembut kali ya, saya minta si ibu untuk urut lebih keras sedikit. Jadi lebih enak. Hehe

Habis diurut, saya mau potong rambut. Karena sudah gondrong sekali, dan saya mau membawa sedikit perubahan dari Bangkok, hehe random juga sih. Karena ga mau Vicky nunggu saya potong rambut, saya anter dia ke Kafe di Pier dulu. Dia online pake Yvemm (laptop saya), abis itu saya tinggal dia untuk potong rambut.

Saya menunjuk foto model rambut yang pendek. Gapapa lah sekali kali gaya baru. Hehe. Selagi dipotong ada satu cowo yang dateng untuk di manicure, saya sedikit kaget ada juga cowo yang manicure. Metroseksual kali ya. Ternyata dia orang vietnam. Wah cocok sekali, saya mau kesana kan setelah Siam Reap. Saya nanya banyak hal tentang vietnam. Setelah selesai, saya berterima kasih. Lalu kembali ke Kafe pier.

Online sebentar disana. Si vicky udah sebel karena di nyamukin, jadi kami ga terlalu lama. Sebelum pulang, kami mampir liat pier dan sungai Bangkok. Lumayan bagus juga lampu lampu nya. lalu kami pulang dan tidurrrrrr. Besok van saya ke Siam Reap jam 7 pagi. Hohoho.

Selamat malam !