Jalan Jalan, Ulasan

SEAT1 (southeast asia trip satu) .. part six

Day 11 : Siam Reap, Cambodia

Saya bangun jam 6.30am. sempat kayanya, cepat cepat mandi dan siap siap. Vicky bangun ketika saya baru saja akan mengendap endap keluar tanpa membuat dia bangun. Karena dia bangun, saya mengucapkan terima kasih dan sampai jumpa.

Di resepsionis, saya meninggalkan beberapa hadiah untuk Nannar, teman thailand saya yang saya ga jadi ketemu karena dia sibuk. Saya sms dia agar dia bisa ambil oleh oleh itu. Mudah mudahan dia kesana.

Jam 7 tepat saya sampai di tempat tunggu Van, dan tidak terlambat. Ada beberapa turis juga yang menunggu. Beberapa menit kemudian, van sampai, kami semua naik. Saya duduk di sebelah bule cewe yang kelihatannya mengantuk sekali. Hehe.

thailand's flag
thailand's flag

Van jalan, sampai jumpa Bangkok ! it was nice visiting you ! 🙂

Crossing the border, hello Siam Reap

Van berhenti 2 kali dalam 2 jam. Di restarea dan pom bensin. Di setiap pemberhentian, semua orang turun. Didalam van ada sekitar 8 orang. Sekitar 2 cowo bule, 3 cewe bule, 2 pasang bule, 1 cowo chinese, dan saya. cowo chinese sepanjang jalan dengerin mp3, keliatan ga mau ngobrol. Di pemberhentian pertama cewe yang duduk sendiri nyapa saya. saya baru sadar kalau dia mirip sama Zooey Deschanel. Cantik 🙂 kemaren di Koh Phi Phi ada yang  mirip Chrisitian Ronaldo dan Brad Pitt juga. Dasar bule. Hehe

Lalu kami sampai di perbatasan Thailand. Dalam beberapa artikel di internet, di sebutkan disini akan ada banyak penipuan. Khususnya untuk masalah pengurusan visa ke Cambodia dan lain lain.

Untungnya salah satu dari kami ada yang berjiwa pemimpin dan bilang semua orang lebih baik stick together. Jadi satu group. Kami semua setuju. Para scam mulai beraksi dengan berdalih urus visa di Cambodia akan susah, lama, dan lain lain. Kami tetap kekeh untuk urus sendiri. Akhirnya setelah kami mengisi formulir masuk Cambodia, van kami jalan ke border.

Border Thailand tidak ada masalah. Dan border Cambodia juga tidak ada. Dasar tukang boong. Huu

Saya jadi lebih banyak bicara dengan si Zooey, yang ternyata namanya adalah Moni. Dia dari England. Dan 2 bule cowo juga ngobrol sedikit sama saya. tapi yang lebih enak lagi, saya ngobrol dengan staff tourist assistance Cambodia, namanya Say. Dia menjelaskan jadi baru baru ini, karena sudah banyak turis yang tertipu oleh scam dan tidak jelas soal prosedur permohonan visa Cambodia, pemerintah menyediakan Tourist Assistance. Yang membantu segala macam pengurusan visa, sampai mengantar kami naik bis yang benar menuju tujuan kami. Enak ya. Gratis lagi.

the local wedding, cambodia
the local wedding, cambodia

Kami sampai di stasiun bis PoiPet (perbatasan Cambodia-Thailand). Disana saya dan beberapa turis menukar uang. Mata uang Cambodia adalah Riel. USD1 = 4000Riel. Kami naik bis berwarna putih hijau. Saya duduk di bagian depan.

Another Japanese Friend, a good guesthouse, and a great night market of Siam Reap

 

Disini awal pertemuan saya dengan travel mate berikut nya. Yoheita Fujihara, dari jepang. Cowo, berumur 25 dan bisa berbahasa Thailand setelah 6 minggu tinggal di Thailand. Bahasa inggrisnya minim, tapi kalau pelan pelan, saya bisa mengerti juga. Kami bercerita banyak sepanjang perjalanan.

Sekitar 2 jam sejak bis jalan, bis berhenti untuk istirahat dan pipis. Cuma 10 menit lalu kami jalan lagi. Tidur dan ngobrol, melihat pemandangan sawah sawah di Cambodia. Perkiraan 2 jam lagi kami akan sampai di Siam Reap. Oh ya, hal yang baru adalah di Cambodia, menyetir adalah di sebelah kanan. Seperti di eropa dan amerika.

Sekitar jam 5 sore, kami sampai Siam Reap. Kami diturunkan di stasiun bis kecil. Dimana dari sana kami harus naik tuk tuk untuk sampai ke Taphul Road, daerah dimana banyak guest house. Beberapa supir tuk tuk datang dan menawarkan tuk tuk dan juga tempat menginap. Saya dan Yohei sudah sepakat mau sharing kamar. Lumayan, lebih murah. Setelah mempertimbangkan, akhirnya kami memilih satu guesthouse yang ditawarkan salah satu supir tuk tuk.

Dia mengantar kami sampai di guesthouse. Dan kamar nya bagus ! untuk harga semurah itu, kamar nya bagus. Saya dan Yohei sempat curiga kami akan ditipu, makanya kami membayar duluan, agar besok tidak di charge lebih. Tapi belakangan kami tau kalau mereka orang baik. Malah lebih dari yang kami perkirakan.

Ada free wi-fi, air hangat, dan 2 kasur empuk. Walaupun Cuma kipas angin, tapi cukup banget kok. Saya dan Yohei beristirahat sebentar.

the food area
the food area

Dan sekitar jam 7.30 malam, kami keluar dan berjalan kaki menuju Night Market. Eh tunggu, karena kami lapar, kami mampir di food area di dekat Night Market. Kedua tempat itu dekat dengan guesthouse kami, hanya sekitar 8 menit jalan kaki.

Kami makan di salah satu kedai dengan menu lokal. Disambut dengan ramah, kami ngobrol ngobrol dengan pelayan kedai. Tentang makanan dan juga bahasa Cambodia. “Svasedai” adalah cara mereka mengucapkan “Halo”. Saya menggunakan bahasa ini untuk menyapa semua orang lokal selama saya stay di Cambodia. Hehe

cambodian boy
cambodian boy

Saya makan nasi goreng, Yohei makan suatu menu lokal. Spicy Chicken, tapi dengan nama lokal, yang saya sudah lupa. Lumayan enak. Salah satu pelayan yang paling akrab dengan kami adalah Vietta. Cewe umur 22 tahun. dia ramah banget.

setelah kenyang, kami jalan menuju Night Market. Jalan di sepanjang jalan Pub Street dan Night Market ini, sama seperti jalan di Rambuttri. Banyak orang lokal menawarkan Massage, Makanan, dan lain lain. Itu bagus kok.

Night Market Siam Reap bagus. Ditata secara rapih. Tidak ribut. Penjualnya ramah. Harga tidak terlalu mahal. Secara keseluruhan, saya merasa nyaman jalan di Night Market ini.

Yohei menginjak sendal hotel saya sampai rusak. Lalu dia membelikan ganti nya di Night Market. Saya juga membeli kaos untuk 2 adik saya yang kecil. Sekitar 1 jam lebih kami mengitari Night Market. Lalu kami pulang kembali ke hotel dan tidur.

Selamat malam !