Kepedulian, Writing

Keluarga Indonesia, sebuah ilustrasi

bendera republik indonesia
sebagai generasi muda yang baik, kita harus membantu pemerintah mengatasi masalah yang dihadapinya. kemiskinan dan kemacetan.
itu tweet saya siang ini. dan saya benar benar ingin sekali membantu pemerintah, lebih tepatnya ingin masalah kita bersama ini cepat selesai. mengumpulkan teman teman yang seniat, mengkontak salah satu orang yang bisa berdialog dari pemerintah, untuk sama sama di diskusikan bagaimana kami dapat berperan. “Kami selaku pemuda, sadar kalau masalah pemerintah sudah banyak sekali dan akan terus bertambah. sebagai anak dari keluarga besar bermarga INDONESIA ini, kami harus bertanya kepada bapak kami, apa sih yang kami bisa bantu agar masalah cepat selesai.”, saya ingin sekali mengatakan demikian.
tiba tiba saja, ilustrasi muncul di benak saya. coba ya saya tulis.
======== mulai ilustrasi ===================
ada 1 keluarga yang memiliki bapak, ibu, dan 12 anak. si bapak bernama pemerintah, dan si anak, dari yang paling tua, bernama : Kaya1, kaya2, Sedang1, sedang2, sedang3, sedang4, miskin1,miskin2,miskin3, miskin4, miskin5, dan miskin6. mereka ber 14 tinggal di suatu komplek bernama jakarta. si bapak ibu tinggal di pusat. kaya1 di jakarta selatan, kaya2 di jakarta barat. sedang ber4 tersebar di barat, selatan, timur. dan miskin ber6 tersebar di antara timur dan utara,juga di barat.
sesuai namanya kaya1 dan kaya2 benar benar kaya sekali. masing masing mereka memiliki beberapa rumah, mobil juga banyak. sedang1 sampai sedang4 biasa biasa saja. ada motor dan ada juga mobil sedikit. dan miskin1 sampai miskin6 hidup dengan miskin. makan saja susah. area perumahan mereka juga kecil, kotor, dan anak anak mereka tidak sekolah karena harus bekerja untuk mencari uang tambahan.
KEMACETAN
pada suatu saat, di komplek tersebut terjadi kemacetan. karena lahan memang hanya segitu, dan jalan juga selebar lebarnya yang bisa dibuat, pasti tetap lebih cepat pertambahan jumlah mobil si kaya1 dan kaya2, untuk anak anak dan cucu mereka. si sedang1 sampai sedang4 memilih membeli motor saja, agar tidak macet kemana mana. tapi karena mereka berempat punya anak yang banyak, alhasil jalan juga tetap macet walaupun mereka bisa menyelip nyelip. sering si sedang1 dan kaya1 berselisih karena mobil si kaya1 tersenggol motor si sedang1.
ditambah dengan kesenjangan sosial antara saudara itu. lama kelamaan mereka tidak lagi sering bersilaturahmi dan hidup dengan keluarga masing masing.
sedang1 memiliki 1 anak bernama Mulia. Mulia masih berumur 12 tahun. kelas 6 SD. dia memiliki mainan rumah rumahan kecil, selebar meja makan, dimana dia membangun komplek juga, seperti keluarga ayahnya. ketika ayahnya menceritakan masalah nya dengan si kaya1, Mulia menjawab “ayah, kalau di komplek mainan ku, satu rumah hanya satu mobil saja dan satu motor. kalau ketempat kerja dan jauh, 1 keluarga akan bersama menggunakan satu mobil, jadi di dalam mobil bisa bercanda. kalau ke warung pakai motor saja. aku juga menyediakan angkutan umum, agar orang orang bisa ngobrol di angkutan umum, jadi bisa kenal dengan keluarga dari rumah lain. kalau mobil dan motor tidak banyak, akan lebih banyak lahan untuk menanam pohon, dan pejalan kaki bisa olahraga menikmati udara segar karena banyak tumbuhan. hidup akan lebih bahagia, ayah. “
ayahnya tertegun dan terharu. dia berbicara dengan ayahnya, si pak pemerintah, agar menjalankan apa yang baru didengarnya. pak pemerintah memanggil semua anaknya untuk rapat, dan berdiskusi tentang solusi itu. sedang berempat setuju, miskin berenam lebih setuju lagi. sayangnya kaya berdua tidak setuju. mereka mau privasi yang lebih untuk mereka dan anak anak mereka. mereka juga bilang kalau angkutan umum panas, dan banyak pencuri. mereka sangsi ketika pak pemerintah bilang “kita sama sama berusaha meningkatkan kualitasnya”
si bapak sulit mengambil keputusan, karena si kaya berdua adalah sumber penghasilan juga. jadi kemauan mereka sedikit dominan.
akhirnya tidak ada keputusan yang diambil. tapi masalah kemacetan terus akan bertambah.
====== selesai ilustrasi ============
hanya 1 masalah saja disana, kemacetan. yang kita hadapi bersama, saya rasa kurang lebih adalah kemacetan, kemiskinan, dan kejahatan politik. sudah tentu kita tidak bisa membantu dalam masalah kejahatan politik, karena kita adalah masyarakat umum. tapi kemiskinan dan kemacetan adalah masalah umum. semua lapisan merasakan.
solusi yang ada di ilustrasi keluarga INDONESIA diatas, saya rasa bisa kita lakukan.
======= mulai ilustrasi =============
kaya1 menghadiahkan 2 mobil ke kayaTA (kaya tapi asik) dan kayaTB (kaya tapi baik), anak kembar nya pada ultah ke 17 mereka. si anak menolak.
” maaf ayah, kami bisa tidak meminta uang cash nya saja (tersenyum), kami ingin membangun usaha bersama sama dengan si mulia (ceritanya pada saat ini mulia sudah 23tahun) dan yang lain (anak anak si sedang berempat). dengan mempekerjakan anak anak paman miskin1, agar mereka mendapat skill yang berguna, dan tidak menganggur dirumah begitu saja. kami akan ke sekolah dengan supir papa, pak Budiman “
======== selesai ilustrasi ================
naif memang, tapi saya rasa, kalau kita bersama, generasi muda, pasti tidak akan terlalu sulit menyelesaikan masalah ini. seperti yang bung Karno katakan.
Satu Cahaya Langit
warga negara yang ingin sekali melihat kedamaian di negaranya