Jalan Jalan

SEAT1 (southeast asia trip satu) .. part nine (final)

Day 15 : Last day of the trip, at Saigon
“ Satu, we gotta get up now “, si Tom membangunkan saya. saya melihat jam dan masih jam 7.15am. tumben tumben nya saya bisa bangun dengan 1 kalimat pertama, plus si Tom tidak terlalu kuat memanggilnya.
kami ada trip ke Cu Chi tunnel pagi ini. Tapi Tom mengira trip nya jam 8, dan kami harus ada di travel agent pada pukul 7.30am. saya bilang ke Tom, trip nya itu 8.30am. Dia masih terlihat terburu buru.
Kami pun bangun dan siap siap dengan cepat. Turun ke bawah, pamit pada Trang yang baru bangun. Oh ya, hari ini adalah hari terakhir saya di Trip SEAT1 ini. Otak saya sempat me-rekap perjalanan dari day1, di Singapore, sampai hari ini, day15 di Saigon. Wah saya telah melakukan perjalanan darat yang jauh juga ya. Sempat ada sedikit sedih karena ini hari terakhir, but well, 1) paling tidak saya sudah 15 hari nge-trip, dan 2) dengan pulang, kan nanti jadi bisa pergi lagi di trip lain 🙂
Karena hari ini saya pulang, dan malam ini juga Tom akan pergi dari Saigon menuju Da Lat, kami check out pagi ini. Kira kira jam 7.30am kamisudah di travel agent. Dan seperti kata saya, memang jam 8.30 berangkatnya. Tom sedikit tenang. Kami jalan ke toko roti untuk sarapan dan beli bekal untuk trip ke Cu Chi tunnel. Karena trip nya sampai jam 3 siang. Kami membeli 2 boughette, roti panjang Prancis dan menaruh nya di tas saya.
The Vietnam War Veteran
Sampai kembali di travel agent itu pada 8.10am. sambil menunggu di ruang tunggu, ada sesisir pisang di meja di depan kami. Kami bertanya-tanya apa itu gratis. Ternyata gratis, kata staff travel itu. Langsung deh kami sikat 🙂 saya makan 4, Tom makan 2. Hehe saya juga sempat meminjam komputer travel agent untuk check-in penerbangan saya malam ini.
Sekitar 10 menit sebelum jam 8.30am, satu bapak datang dan meminta tamu untuk trip Cu Chi tunnel ikut dengannya. Kami bertanya-tanya apa dia si Guide veteran itu. Sambil mengikuti dia, dia mampir ke beberapa travel lainnya dan menjemput beberapa tamu lain. Sampai akhirnya kami sampai di bis.
Kira kira lebih dari 20 orang tamu masuk ke bis berwarna merah itu. Mungkin seukuran mini bus, yang muat 30 orang saja. Tapi cukup nyaman untuk saya. saya dan Tom duduk bersebelahan. Selain saya, hanya ada 1 cowo chinese, yang selain bule. Yang lain bule semua.
Saat bis mulai jalan, si bapak yang tadi menjemput kami mulai berdiri dan berbicara di tengah bis. Dia adalah si guide. Dan benar, dia adalah si veteran perang vietnam. Perfect 🙂
Dia memperkenalkan diri sebagai pak Sbin. “panggil saja Mr.Bean. kan mudah”, katanya. Dia bercerita banyak. Kayanya semua hal tentang perang vietnam deh. Oh ya, saya belum menceritakan. Kalau kalian belum tahu, Vietnam adalah negara komunis, dan pernah ingin dijajah oleh Amerika Serikat, namun tentara AS kalah dalam perang gerilya yang dinamakan Perang Vietnam. Tentara Viet Cong adalah tentara vietnam yang mengalahkan AS.

mr.bean
mr.bean
Walaupun jumlah mereka jauh lebih sedikit. Mereka menggunakan taktik perang yang baik. Salah satu nya adalah dengan membangun bunker dan lorong-lorong bawah tanah untuk bertahan dari bom tentara AS sekaligus untuk bersembunyi. Lorong lorong dan bunker ini terletak di daerah Cu Chi. Maka itu dinamakan Cu Chi Tunnel. Btw semua cerita tentang Vietnam ini, kalau ada yang salah, tolong di koreksi ya 🙂
Mr.Bean bercerita dengan vocal. Tegas dan memberi tekanan pada setiap hal menarik. Beliau adalah putra dari campuran Filipina dan Vietnam. Ibu nya vietnam. Dan ayahnya adalah duta besar filipina dan tinggal di Amerika Serikat. Orang tuanya sudah berpisah sejak Mr.Bean muda. Beliau pernah ikut ketentaraan di Vietnam tapi tidak resmi sebagai tentara setelah itu. Dalam penjajahan Prancis, Amerika, dan sekutunya. Keadaan vietnam berubah-ubah. Beberapa bulan damai, bulan kemudian bisa terjajah kembali. Dalam keadaan hampir kalah, satu orang pulang dari China setelah belajar komunisme, beliau bernama Ho Chi Minh.
Ho Chi Minh sukses besar membawa tentara vietnam mengusir semua penjajah. Prancis, Jepang, dan lain lain. Hingga akhirnya perjanjian damai dengan kedua negara itu dibuat. Namun tidak dengan Amerika. Pada penjajahan Amerika, mr.Bean hidup dengan kacau, keluarga nya harus mengirim nya ke Amerika, bersama Ayahnya yang saat itu sudah menikah dengan orang amerika. Selama 2 tahun Mr.bean sekolah dan belajar ketentaraan di Amerika. Sampai akhirnya beliau dipilih sebagai supervisor di angkatan laut amerika. Beliau ditugaskan di negara asalnya, Vietnam.
Jadi pada saat kembali ke Vietnam, beliau harus berperang melawan negaranya sendiri. Beliau sendiri tidak terlalu suka dengan pemerintahan Vietnam yang korup. Makanya beliau menyetujui nya. Mr.Bean berhadapan langsung dengan tentara Viet Cong di Cu Chi sampai Saigon. Disini muncul respect beliau yang sangat dalam kepada tentara Viet Cong.
pasalnya, tentara amerika kesulitan mencari lawannya. Karena tentara AS bergerak pada siang hari, sementara Viet Cong pada malam hari. Dan karena mereka bergerak di bawah tanah. Masih banyak alasan lain kenapa Amerika bisa kalah. Mr.Bean menjelaskan kalau tentara amerika itu skill nya payah payah.
boobie trap
boobie trap
Cu Chi tunnel juga jadi lorong yang menakutkan untuk tentara amerika. Selain disekitar nya dipasang banyak sekali jebakan jebakan. Selain landmines (ranjau darat), banyak juga jebakan menggunakan bambu runcing dan tombak tombak. Tentara AS tidak bisa sembarangan bergerak di darat. Ketika mereka membongkar taktik Cu Chi tunnel pun, tentara AS sulit untuk menangkap Viet Cong didalamnya.
Karena Cu Chi tunnel memiliki 3 level. Level paling atas untuk tinggal, meeting, makan, gudang senjata, gudang makanan, dll. Level dua adalah level untuk mengambil air, dan juga escape route. Level ketiga adalah level yang hebat. Lorong dibuat semakin sempit. Level satu saja sudah sulit dimasuki oleh tentara AS, apalagi level ke3. Viet Cong memanfaatkan perbedaan ukuran dengan baik. Dan di level ke tiga, juga ada escape route menuju sungai.
Dan walaupun pada suatu hari Mr.Bean dan pasukannya berhasil mencegat Viet Cong yang melarikan diri ke sungai. Mereka tetap kalah. Viet Cong menggunakan AK47 buatan Rusia. Senjata itu bisa menembak dari dalam air. Jad sebelum mereka muncul ke permukaan, mereka ‘Snorkeling’ menggunakan bambu, dan menembak tentara AS yang ada di kapal, dari dalam air. Skill mereka sangat hebat. Dan diantara Viet Cong juga ada tentara perempuan.
boobie trap unveiled
boobie trap unveiled
Saya membara ketika diceritakan seperti itu. Mr.Bean yang musuhnya saja mengagumi tentara Viet Cong. Ada 1 bule cewe disebelah saya juga mendengarkan dengan seksama. Bule bule lain kelihatan tidak terlalu tertarik. Mungkin karena Mr.Bean sering juga berkata menyombong tentang dirinya. Hehe
Tom tertidur di bis. Dia bilang dia kurang tidur sekali karena beberapa malam sebelumnya dia bermalam di bis. Dia tidak bisa tidur nyaman di bis.
The Cu Chi Tunnel, a genious tactics by VietCong
Kami sampai di Cu Chi 1 jam setelah berangkat. Sudah lewat jam 10 saat itu. Kami harus membeli tiket masuk. Disini saya berkenalan dengan cowo chinese di bis itu. Namanya Nicholas, dia dari Singapore dan travelling selama 2 bulan. Sekarang minggu ke 6 nya. dia juga punya paman yang kerja sebagai high officer di salah satu club di jakarta.
Setelah beli tiket, kami masuk sama sama. Saya tidak lagi mengikuti kebiasaan Tom yang mau masuk nyelonong. Dia tadinya mau coba, tapi setelah dia liat liat, seperti nya tidak bisa, jadi dia harus membeli tiket. Hehe
Setelah pintu masuk, kami disuruh menuju ruang video. Disana kami menonton film pendek tentang perang Vietnam. Membosankan sih film nya, tidak terlalu menggambarkan perang, dan gambar dan lagu nya ngga banget. Setelah film, Mr.Bean menjelaskan lebih detail. Ini lebih menarik.
Dari ruang film, kami menuju spot spot berikutnya. Yang pertama adalah jebakan tombak oleh Viet Cong. Dari luar seperti rumput biasa, tapi ketika diinjak, akan jatuh ke lubang yang penuh tombak.
Lalu ke spot dua, yaitu lubang Cu Chi tunnel yang asli. Lubang itu kecil sekali, mungkin pas dengan badan saya. tapi karena lubang itu asli, Mr.Bean bilang, didalamnya banyak ular Cobra. Hehe. Lubang ini hanya untuk dilihat saja. Yang menariknya, nanti akan ada lubang untuk kita masuki. Hehe yess !
Spot berikutnya adalah lubang tempat ventilasi udara untuk tunnel dibawahnya. Mr.Bean juga bilang, bunker bunker itu ada 2 model. Model kotak, dan model segitiga. Yang berbentuk segitiga di desain khusus untuk menahan bomb. Dia tidak akan terguncang jika ada bom. Maka disanalah para Viet Cong berlindung jika bom di jatuhkan.
Lalu kami melihat tank tentara AS. Dan juga persenjataan, dan berbagai macam jebakan Viet Cong di dalam satu ruangan gallery. Lalu ada satu gallery, dimana kami melihat boneka tentara Viet Cong sedang memotong bom atom tentara AS. Mr.Bean dengan bangga menjelaskan, ini hal lain yang mengerikan dari Viet Cong. Mereka mengumpulkan bom bom bekas yang tidak meledak yang dijatuhkan tentara AS, kemudian di gunakan semula, agar bisa digunakan untuk menyerang balik tentara AS. Padahal pada saat mereka memotong bom itu, ada kemungkinan lumayan besar bom nya akan aktif dan meledak. Viet Cong rocks !
Setelah tank, kami sampai di tempat istirahat, yang juga tempat menembak. Mereka menyediakan fasilitas untuk para tamu yang ingin menembakkan senjata asli yang digunakan di perang Vietnam. SKS, K-50M, dan tentu saja, AK-47. Suara tembakannya keras sekali. Mungkin saya tidak akan tahan 30 menit disana mendengar letusan letusan itu. Kami istirahat dan minum sekitar 10 menit. Sebelum menuju spot selanjutnya.
Spot berikutnya adalah gallery yang ada banyak sendal. Semua nya satu jenis, hanya ukurannya saja berbeda beda. Ada yang seukuran kaki bayi, sampai yang ukuran lebih besar dari size 45. Disini Mr.Bean menceritakan sesuatu yang menarik.
Tentara Viet Cong keluar di malam hari, selagi tentara AS tidur. Mereka keluar biasanya kembali ke desa mengambil makanan. Mereka menggunakan sandal yang ada di depan kami ini. Nah ketika mereka kembali ke tunner (bunker) sebelum pagi, mereka memakai sendal dengan terbalik. Sehingga ketika pagi hari tentara AS bergerak, mereka hanya melihat jejak kaki 1 arah, yang mengarah ke desa. Pada saat mendengar cerita ini, saya melotot senang. Hehe
Entering the tunnel ! a cool feeling
Spot selanjutnya adalah spot terbaik saya di Vietnam. Yaitu Cu Chi Tunnel. Pemerintah memilih satu tunnel yang paling besar dan bersih, kemudian di bersihkan, diberi penerangan sedikit, sehingga tamu bisa mencoba masuk ke dalam.
Sebelum masuk, penjaga dan juga Mr.Bean menjelaskan rules rules dan keadaan di dalam.
1, di dalam ada 3 level kedalaman. Level 1 sedalam 2 meter. Level 2 sedalam 5-6 meter. Level 3 sedalam 8-10 meter. Level 2 lebih kecil dari level 1, dan level 3 lebih kecil dari level 2. Lebih sempit.
2, didalam, harus berjalan beriringan, tidak boleh berputar balik jika tidak kuat. Pintu keluar disediakan setiap 10 meter. Karena kalau berputar balik dan melawan arah, akan menyebabkan kemacetan.
3, oksigen didalam tidak sebanyak di luar. Jadi akan panas dan pengap di dalam
4, lama perjalanan hanya sekitar 5-10 menit.
5, untuk tamu yang berbadan besar, tidak disarankan untuk ke level 3
Beberapa bule mempersilahkan temannya untuk masuk duluan setelah guide nya. karena mereka lambat memutuskan, saya jadi tamu pertama. Hehe antusias nih ! level 1 masih luas. Masih ada ruang di kiri kanan saya. walaupun harus menunduk sampai kira kira setinggi 1 meter.
Kami ketemu tangga kebawah. Level 2. Lebih kecil dari sebelumnya. Dan udara mulai terbatas. Panas. Gerah. Dan deg deg an. Seru ! lampu yang disediakan kurang banyak, sehingga kadang gelap gulita dan harus meraba raba jalan di depan. Bule bule di belakang sudah mulai melambat. Beberapa terdengar mengeluh karena panas dan sempit nya lorong ini.
Kami menemukan tangga lagi sekitar 3 menit setelah tangga masuk. Tangga turun. Ini dia level 3. Setelah tangga turun. Ruang jadi sempit sekali. Dan beberapa bagian, kami harus men-slide, meluncur dengan berbaring. Hebatttt. Setelah men-slide, saya dan cowo bule dibelakang saya, menunggu dan melihat dibelakang kami jarak nya agak jauh dengan teman teman kami. Kami bergurau kalau seseorang mungkin tersangkut. Oh ya, kata Mr.Bean, tidak jarang yang tersangkut di level 3 ini.
Keringat mulai membasahi leher dan kaos saya. dan akhirnya sekitar 6 menit didalam Cu Chi tunnel, kami menemukan tangga naik, ke level 2, dan naik lagi, dan naik lagi. Kami keluar ! ahhh legaaa.
Beberapa teman kami muncul satu persatu. Semua langsung ramai membicarakan pengalaman didalam. Hehe. Tom keluar juga. Dia tidak seheboh yang lain. Datar saja. Kelihatannya dia tidak menikmati. Saya malah berbicara dengan bule cewe yang di bis tadi di sebelah kanan saya, yang sama sama antusias mendengar cerita Mr.Bean. dia juga senang bisa melewati Cu Chi tunnel itu.
Di luar pintu keluar tunnel itu, ada beberapa lubang besar. Mr.Bean bilang itu adalah lubang bekas bom tentara AS. Akhirnya kami disuruh duduk di kursi panjang. Dan disediakan cemilan dan juga teh tawar.
Trip berakhir. Kami berjalan menuju pintu keluar. Sebelum pintu keluar, ada satu stand kecil yang ada guestbook nya. beberapa tamu tidak melihat, saya melihat dan langsung menulisnya. “Satu from Jakarta, and Tom from Germany have fun in Cu Chi Tunnel” hehe
Kami keluar. Masuk bis lagi. Dan kali ini, dalam perjalanan pulang, saya tidur di bis. Mr.Bean juga tidak bercerita lagi. Sempat terbangun ketika bule bule dibelakang saya bercerita tentang Indonesia. Hebatnya dia, sudah pernah keliling sumatra, saya aja baru 2 spot aja di sumatra yang saya pernah kunjungi.
Mr.Bean lalu bercerita sedikit, kalau tahun ini adalah tahun terakhir dia kerja. Dia mau pensiun saja. Karena umurnya sudah 61 tahun. Walaupun 61, dia terlihat sehat loh. Dia juga bilang, kalau beberapa penerbit di luar negri, sudah menerbitkan buku buku tentang nya. sekitar 3 buku. Saya lupa judulnya.
the art museum
the art museum
Bis mampir di beberapa objek wisata sebelum pulang. Tapi hanya menurunkan penumpang saja. Bagi mereka yang mau turun, dipersilahkan. Tom turun di War Museum. Saya tidak ikut karena harus siap siap untuk ke bandara. Sekarang sudah jam 3. Pesawat saya jam 8 malam. Kami mengucapkan sampai jumpa. Saya mencatat facebook name nya di notebook kecil saya. saya juga sempat meminta izin untuk meng-copy film film nya dia. Dia bilang “silahkan”. YESS!
Lalu dia turun, bis jalan lagi menuju tempat pertama kami berangkat. Dekat dengan hotel saya. semua orang turun. Dan saya menjabat tangan Mr.Bean sambil mengucapkan terima kasih. Lalu jalan kembali ke hotel.
Trang dan keluarganya sedang tidur ketika saya datang. Backpack saya berada di dekat tempat dia tidur, di ruang belakang. Saya tidak mau mengganggu nya. jadi saya menunggu dia bangun sambil ngetik. Kira kira 30 menit kemudian dia bangun.
Dia sempat merasa bersalah karena sudah membuat saya menunggu, tapi saya langsung menyanggah nya. lalu meminta izin untuk meminjam kamar mandi nya. saya mau mandi sebelum ke bandara.
Setelah mandi, saya mengambil hardisk external Tom dari tashya. Dan mengcopy file nya. setelah itu saya letakkan kembali. Dan men-double check persiapan saya. passport, tiket, dompet, hp, kasasti, Yvemm, Kounan. Semua ada.
Leaving town. End of SEAT1
Saya pamit pada Trang dan ibu nya, juga saudaranya yang lain. Sempat meminta facebook nya, agar tetap bisa jaga silaturahmi. Siapa tau nanti saya datang lagi kesana. Lalu saya mengucapkan sampai jumpa.
Jam menunjukkan jam 4.30pm. masih lama. Saya berjalan ke arah terminal bis Ben Tanh, yang ada di depan Ben Tanh market. Di Saigon, untungnya bisa ke bandara naik bis. Saya sudah menanyakan rute nya pada orang orang lokal.
Sampai di terminal, banyak bis yang berwarna sama, putih hijau, dan hanya nomor nya saja yang berbeda. Saya mencari bis nomor 152. Orang orang lokal disini pasti tidak akan tau jika saya ajak ngobrol bahasa inggris. Makanya saya menyapa anak sekolah. Inggris mereka biasanya lebih baik.
Tebakan saya benar. Cewe berbaju sma ini dengan ramah menyapa balik. Dia juga tidak tahu dimana harus menunggu bis 152, tapi dia membantu dengan menanyakan petugas yang ada disana. Setelah tau dimana harus menunggu nya, saya berterima kasih, dia pun pergi. Saya naik bis 152.
Dengan PD, saya naik. Tidak memastikan pada supirnya, karena saya pikir ini pasti benar. Tapi beberapa menit kemudian, ketika saya merasa jalannya tidak searah dengan bandara, saya beranikan diri untuk bertanya. “apa bis ini ke bandara?”
Ternyata salah. Haha jadi ada dua bis 152, satu berwarna putih hijau, dan yang saya naiki itu, putih biru. Tapi saya tidak panik, malah sedikit senang karena saya bisa belajar. Saya diturunkan di halte terdekat. Halte itu tepat di depan SMA,dan anak anak sekolah baru saja bubar.
Wah saya sempat berhenti sebentar. Tidak percaya kalau hampir semua ade ade sma itu (yang cewe cewe) cantik. Hebat, kata saya dalam hati. Lalu melanjutkan berjalan. Saya harus menunggu di arah sebaliknya.
Saya menyapa seorang ibu yang bersama anak nya, untuk memastikan kalau bis 152 lewat halte ini. Ini yang harus dilakukan traveller : memastikan hal apapun lebih dari 1 kali. Si anak sekolah bilang, bis itu akan lewat sini, dan akan ke bandara. Saya berterima kasih.
Saya menikmati perjalanan bis. Lewat beberapa distrik, ada taman, dan sekitar 20 menit kemudian, saya sampai di bandara. Mengucapkan terima kasih pada supirnya, lalu saya menuju hall keberangkatan luar negri.
Belum jam 6 ketika saya sampai. Jadi counter check in pun belum buka. Saya sudah check in lewat internet, tapi saya perlu print boarding pass nya di counter. Pada saat itu, ada 2 ibu di depan saya yang berbahasa indonesia, saya menyapa mereka dan sedikit berbasa basi. Setelah itu saya menuju salah satu cafe di bandara untuk makan. Saya laparrrr.
Cafe yang saya pilih letaknya di sudut. Tidak ada orang makan disana sewaktu saya datang. Pelayan nya ramah. Saya memesan semangkuk mie. Mie habis sebelum 15 menit. Hehe ya ya, saya lapar.
Sesudah makan, saya membuka Yvemm, dan mulai menulis. Tulis tulis, sampai jam 7 malam.
Ketika sudah jam 7, saya menutup Yvemm dan berjalan menuju counter keberangkatan. Mendapat boarding pass, melewati scanner dan imigrasi Vietnam. Lolos tanpa masalah. Dan tidak menunggu begitu lama di ruang tunggu. Saya segera masuk pesawat.
Di barisan saya, hanya saya dan bapak yang seperti dari korea ini. Pesawat berangkat sekitar 10 menit setelah saya duduk. Pramugari bilang penerbangan ini selama 3 jam. Kedengaran seperti waktu yang oke untuk tidur.
Saya pun tidur setelah menulis rekap kejadian hari ini di buku catatan kecil saya. selamat tidur 🙂
Sempat bangun untuk memesan minum. Berbicara sedikit dengan bapak korea, lalu tidur lagi. Dan bangun bangun sudah sampai di jakarta. Ah senangnya.
SG
SG
KL
KL
TH
TH
BKK
BKK
SR
SR
SGN
SGN

Di penutupan jurnal ini, masih ada kejadian. Yang selama ini tidak ada barang yang hiland selamat trip, sekarang saya kehilangan buku catatan kecil saya ! bangun tidur sudah tidak ada. Mungkin terjatuh, tapi saya melihat dibawah tidak ada. Saya bahkan menunggu sampai semua tamu keluar, dan merunduk di bawah kursi, tapi tidak ada juga. Mungkin terjatuh di tas kecil bapak korea ya ? atau diambil dia karena dia mau belajar bahasa indonesia ? hehe
Yah sudahlah. Semua isinya juga saya ingat kok. Kecuali nama nama orang, dan email teman teman traveller, dan nama facebook si Tom ! oh untungnya email Steve dan Sascha sudah saya save di hotmail. Dengan ikhlas, saya berjalan keluar pesawat. Menuju bangunan bandara. Melewati imigrasi indonesia. Menyalakan hp dgn simcard indonesia saya. dan akhirnya naik ke taksi.
Jam 00.15 saya sudah sampai rumah.
Alhamdulillah sampai dengan selamat.
Alhamdulillah berkesempatan melakukan trip ini.
Dan terima kasih telah membaca.
Semoga bermanfaat.
Oleh Satu Cahaya Langit
South East Asia Trip Satu. 22march-5april 2011. Singapore to Vietnam.