Personal, Teman

si kecil berkulit coklat

Seorang gadis kecil keluar rumah, bercelana pendek dan kaos kuning polos
Kulitnya kecoklatan dan rambutnya hitam berombak
Berjalan sambil terkadang melompat, dia kelihatan bahagia
Tiada seorang pun yang tahu kenapa dia lama sekali tersenyum
Tidak juga aku
Karena aku tidak peduli, asalkan dia bahagia, pikirku
Kami bermain di sungai, bermain di jalan. Kadang berdua kadang lebih
Senyumnya sering sekali berkembang menjadi tawa
Tawa unik yang hanya terdengar dari mulut nya saja
Kadang dia main di pekaranganku, kadang aku ke pekarangannya
Aku kenal teman teman nya, dia kenal teman teman ku
Tidak jarang kami berbagi lebih dari sekedar cerita
Aku juga tidak lupa padanya ketika aku harus pergi jauh
Teman teman baru ku pasti tahu juga tentang nya
Karena aku bercerita pada mereka
Tentang kehebatan si gadis kecil yang sebenarnya kelihatan besar dari mataku
Punjung si gadis kecil yang periang
Kini tiba giliran mu yang harus pergi jauh, lebih jauh dari ku
Lebih jauh dari perjalanan bumi sepanjang hidupnya
Jika aku boleh meminta 1 hal pada mu, pasti akan kuminta kau jangan melupakanku
Aku bisa menyurati mu setiap hari
Walau belum tentu bisa kau baca dan kau balas
Aku tidak terlalu peduli
Selamat beristirahat
Tidur mu harus nyenyak ya disana.
Aku juga akan menulis surat kepada Nya
Agar senantiasa mendekatkanmu pada Nya
Amin.
Oleh Satu Cahaya Langit
Untuk seorang sahabat hebat bernama Punjung