Event, Personal

L'Arc en Ciel , sang inspirasi

larc en ciel world tour 2012
larc en ciel world tour 2012
mungkin sekitar tahun 2001, gue masih kelas 1 sma dan masih sering ngeband. Dari sempet mainin pop indo dan punkrock yang waktu itu lagi booming, gue langsung beralih ke musik jepang segera setelah gue denger lagu-lagunya. Karena sejak SMP gue suka sama anime, dan di anime kan selalu ada soundtrack yang lumayan oke. Gue mulai ngerasa lagu-lagu di soundtrack itu keren-keren, playable, dan somehow menggoyang-goyang sense of music gue. Ditambah satu temen yang ngenalin gue ke satu band jepang yang paling keren, dari dulu dan masih sampe sekarang, L’Arc en Ciel.
 
Honey nya Laruku (sebutan singkat L’Arc en Ciel) itu jadi lagu Laruku pertama yang gue denger. Walaupun setelah itu gue sadar, setiap nonton Samurai X (Rurouni Kenshin) juga ada 4th Avenue Cafe nya Laruku. Dari situ, gue makin suka dan makin suka sama musik jepang. Mulai denger siaran radio yg isinya lagu jepang, mulai belajar kebudayaannya, makin baca komik dan animenya, dan juga datang ke pentas-pentas seni yang ada konsep jepangnya.
 
Ngga sampai disitu, gue juga nganggurin motor gue dirumah dan kesekolah naik sepeda. Itupun sepeda pinjeman, karena gue ga punya sepeda. Yang ada dipikiran gue waktu itu, pengen kaya orang jepang yang ke sekolah naik sepeda. Walaupun sekarang gue agak mentertawakan kenapa gue bisa seaneh itu, naik sepeda kira2 40 menit ke sekolah dan di jalan yang berpolusi. Tapi asik juga kok, badan gue seger karena olahraga.

Gue juga mulai mempengaruhi temen-temen band gue untuk main lagu lagu Jepang, khususnya lagu lagu Laruku. Waktu itu, playlist wajib kami itu Honey, Stay Away, Lose Control, Dive to Blue, Blurry Eyes, Flower, dan lain lain. Ngga cuma Laruku sih, kami juga mainin lagu-lagu anime lain.
 
Nah setelah gue lulus SMA dan mau beranjak kuliah, gue denger ada isu2 Laruku mau dateng ke Jakarta. atau lebih tepatnya, orang-orang Jakarta yang mencoba mengundang mereka untuk main disini. Makanya ada beberapa Petisi sejak tahun itu (2004) untuk mengajak Laruku ke Jakarta. Sampai 2009 gue lulus kuliah, belum datang juga tuh Laruku nya ke Jakarta. Gue mulai pesimis mereka akan datang.
 
Nah 2012 ini Laruku ada world tour, dan Jakarta ga ada di listnya. Gue ga gitu ngikutin beritanya karena udah mulai pesimis. Dan tiba-tiba pertengahan april 2012, gue dikasih tau kalau Laruku akan manggung tanggal 2 Mei 2012. Hoho, jadi akhirnya dateng juga ya. Seneng banget sebenernya, tapi somehow liat harga tiketnya yang 500rb termurahnya, gue jadi sangsi akan datang. Karena buat gue, 300rb itu maksimal yang anggap worthed untuk pergi nonton konser yang cuma selama 2 jam. Si putra, junior gue, berhasil membujuk gue untuk beli. Dan hari ini, 2 mei, gue akhirnya melihat band yang udah jadi inspirasi gue dan banyak banget orang di dunia, manggung sekitar 60meter aja dari gue.
 
They are great. A legend. Kalo selama ini gue cuma ngeliat di video2 konser mereka aja, kalau penampilan mereka itu bagus, gada error, sound dan stage-act yang maksimal, tadi malam juga gue ngerasain hal yang sama. mereka luar biasa. plus ada lagi, gue ngerasain Animonya, ambience, gimana jelasinnya ya, kaya perasaan meluap-luap karena akhirnya bisa liat mereka secara live, itu kental banget. Bikin setiap lagunya makin asik untuk didenger.
 
Malam ini mereka main sekitar 19 lagu. ada Honey, 4th Avenue Cafe, Niji, Fate, My Heart Draws A Dream, Kiss, dan banyak lagi. ada yang unik juga sih, personel-personel mereka, ngomong dalam BAHASA INDONESIA, disela-sela lagu, ketika sedang beristirahat. misalnya Hyde, vocalis Laruku, bilang “Terima Kasih”, atau “Semua Senang?” , ketika kami berteriak, dia lalu mengatakan lagi, “Aku juga”, menjawab pertanyaan sebelumnya. Ken dan Tetsu juga melakukan banyak dialog Bahasa Indonesia, walaupun melihat script di kertas.
 
Tidak hanya itu, mereka juga sempat memainkan angklung dan suling kayu yang mereka beli di Pasaraya. menarik.
 
Konsernya kurang lebih hanya 2,5 jam saja, menunggu masuk gatenya 3 jam. harga tiket melebihi standard yang bisa gue beli, tapi semuanya terbayar oleh penampilan Laruku di depan mata gue. Gue, putra, putri (cewenya putra), andhe dan 1 anak kaskus nonton bareng di barisan ke 4 paling depan tiket festival. yah jauh banget sih, mungkin 60meter dari Hyde. tapi kelihatan juga kok. dan puas.
 
Terakhir, sebelum konser selesai, Hyde bilang “Kami datang ke Indonesia lagi” yang disambut sorak sorai semua orang di lapangan itu.
Laruku, terima kasih sudah datang ke Jakarta.