Event, Kepedulian, Writing

Coretan dari Jambore Sahabat Anak 2012

jambore sahabat anak 2012
jambore sahabat anak 2012

Jika dari setiap satu atau dua orang disekitar kita, bisa kita pelajari satu atau banyak hal. Maka dari 1500 orang lebih yang beraktifitas bersama selama 2 hari, bisa menjadi sumber belajar yang asyik.

Seribu lebih anak asuh dari belasan yayasan peduli anak jalanan, dan lebih dari lima ratus sukarelawan diundang untuk bersama, selama dua hari satu malam, beraktifitas bersama, belajar dan bermain, dalam acara yang dinamakan Jambore Sahabat Anak (JSA) 2012. Dimotori oleh organisasi sosial bernama Sahabat Anak, yang sudah lebih dari 10 tahun melakukan budi baktinya kepada anak jalanan melalui berbagai cara, acara JSA tahun ini berlangsung sukses seperti tahun tahun sebelumnya. Tahun ini rupanya tahun ke-16 diadakannya JSA.

Saya sendiri, baru bergabung pada tahun ini. Hasilnya? Kepuasan maksimal. Dari begitu banyak adik-adik asuh dan kakak sukarelawan, saya belajar banyak hal, melakukan banyak, dan juga seperti menemukan kesenangan luar biasa bagi hati nurani saya. Kedengerannya berlebihan ya? Cobain sendiri aja kalau ngga percaya ^_^

Selamat pagi, tenda Yakin Terbang !

Sebagai sukarelawan yang baru bergabung, saya diletakkan di kelompok Sahabat Anak Manggarai. Untuk alasan acak, saya tau-tau sudah akrab saja dengan kakak-kakak Sahabat Anak disana. Kami janjian ketemu di tempat jambore, yaitu Bumi Perkemahan Ragunan, jam 5:30 pagi. Saya tidak tepat waktu sih, sekitar jam 5:50 sampai disana. Tapi ternyata tidak terlambat, belum satu pun kelompok yang sampai. Kak Niko dan kak Adis juga sudah disana. Adik-adik kami datang sekitar 6:30, setelah beberapa kelompok lain sampai duluan. Melihat kelompok lain yang datang dengan atribut-atribut yang seru dan unik, saya jadi bersemangat sekali. Kelompok kami tidak kalah lucu tentunya. Menggunakan kain biru untuk setiap kakak dan kain kuning untuk setiap adik, kami merasa pas dan siap memulai acara. Para adik berbaris dan menyapa kakak-kakaknya. Ada lebih dari 50 adik, dan sekitar 20 kakak.

Kak Ayie : “ Yell yell nya gimana ? “

Dor. Setiap kelompok wajib mempunyai yell-yell dan kelihatannya cuma kelompok kami yang belum punya. Untungnya para kakak kreatif sekali meng-copy lagu Mana dimana, dan merubahnya menjadi yell-yell yang, yah, tidak begitu jelek.

Mana dimana, Anak paling cerdas. Anak paling cerdas ada di tenda yakin

Mana dimana, Anak paling pintar. Anak paling pintar ada di tenda terbang.

Manggarai di Ragunan, Semua pasti senang

Sahabat Anak, milik kita bersama

Manggarai, Yakin Terbang !!

Kak Ayie bisa dikatakan pencipta yell-yell ini, plus dengan gerakan gerakan lucu imut maksimal untuk mendukung yell-yell ini. Setelah berfoto bersama dengan spanduk JSA2012, kami menuju tenda kami, tenda Y dan tenda T. Y kami namakan Yakin, dan T kami namakan Terbang. Yakin Terbang. Memang cocok dengan tema JSA2012 ini, yaitu Suarakan Impianmu. Untuk mendapatkan Impian memang harus terbang.

Ternyata selain dari adik-adik dari Manggarai, kami juga mendapat adik-adik dari Tanah Abang. 14 orang jumlahnya. Saya, kak Niko, kak Elsa, kak Ayie, kak Elida, dan beberapa yang lain, kebagian di tenda Terbang. Dan Kak Okka dan kawan-kawan di tenda Yakin. Ketua tenda kami adalah kak Niko. Setiap kakak bertanggung jawab atas 2 adiknya. Adik yang paling beruntung di tenda Terbang adalah Aldi dan Dipa, ya, mereka adik asuh saya. Karena saya kakak sukarelawan yang baru, saya memperkenalkan diri pada adik-adik disana. Untungnya nama saya lumayan mudah dihapal dan wajah saya tidak terlalu mengecewakan.

Beraksi di bumi perkemahan ragunan

Bumi Perkemahan Ragunan rupanya tempat yang tepat untuk mengadakan acara ini. Banyak pohonnya, lapang, sehingga 27 tenda untuk 1000 anak bisa didirikan dengan baik, dan ditengah dari semua tenda itu, ada panggung utama. Setelah meletakkan barang, semua kelompok menuju panggung utama untuk pembukaan acara. Yah seperti layaknya pembukaan acara, ada Do’a, Kata Sambutan, bla bla bla. Lagu untuk jadi lagu wajib acara juga ada tentunya, yaitu 2 lagu. Pertama adalah lagu Jambore Sahabat Anak itu sendiri. Nah yang kedua nih yang unik. Lagunya Kotak yang Beraksi.

tema jambore : suarakan impianmu
tema jambore : suarakan impianmu

Liriknya sih oke, tentang beraksi dan bernyanyi bersama. Bikin suasana happy. Tapi saya masih agak memikirkan sampai sekarang, apa distorsi rock lagu tersebut tidak apa-apa untuk anak? Yah mungkin saja anak sekarang beda dengan anak zaman saya ya, yang waktu itu hanya disuapi lagu doraemon dan paling kerasnya Halo Halo Bandung. Skip pembukaan, lalu kami ada kegiatan pos, yaitu kegiatan yang bertema ‘menyuarakan pendapat’. Pada pos 1, pos 2 dan pos 3, adik-adik diminta untuk menyuarakan pendapat, setuju tidak setuju, dan lain-lain. Adik adik kami hampir semua bisa berbicara tanpa malu-malu. Hebat. Mereka sudah menang banyak, dibandingkan dengan saya waktu seumur mereka. Bayangin aja, SMP aja saya masih malu-malu bicara. Oh tunggu, sekarang juga masih malu-malu kok *pipimerah* . oke abaikan.

Setelah 3 pos, waktunya istirahat dan makan siang.  Kami mengambil minuman strawberry dari Starbucks sebelum kembali ke tenda dan makan. Sementara para adik sedang makan, kakak pendamping menghias tenda. Karena ada penilaian untuk tenda terbaik dan pastinya mendapat hadiah. Ketika para adik sudah selesai makan dan kakak-kakak sudah selesai menghias, kami masih ada waktu 30 menit untuk istirahat sebelum mulai acara berikutnya. Karena sedang tidak ada aktifitas dan kelihatannya para adik sedang bersemangat, saya mengambil inisiatif untuk melakukan suatu hal yang seru dan unik : bersilaturahmi dengan tetangga.

“ Siapa yang mau ikut kakak keliling ke tenda lain ? “ tanya saya. Sekitar 4 dari 10 anak yang mendengar, bersorak “ Sayaaaa ! “. Saya menggandeng tangan mereka dan memulai dari tenda disebelah kanan kami, yaitu tenda U, atau United. Stop dulu, cerita mundur sedikit. Jadi ketika tenda dibagikan dan kami masuk ke tenda kami, saya tidak langsung masuk, melainkan melihat sekitar untuk mempelajari keadaan (tidak jelas juga apa gunanya, tapi saya sering seperti ini. Hehe). Nah usut punya usut, ternyata tenda di kiri dan di kanan kami, adik-adiknya tidak asing lagi buat saya. Misal, di tenda United (U) itu adalah adik-adik dari bimbingan belajar IPPA di Rawamalang. Dan di tenda Smart (S) adalah adik-adik dari Sanggar Anak Matahari di Bekasi. Layaknya orang yang terkenal, saya dipanggil-panggil kiri kanan, “ Kak satu, kak satu”, kemudian di lempar lempar ke langit seperti di konser musik rock. Ya ya, seperti itulah yang saya inginkan.

Cerita kita forward lagi sampai ‘Keliling Silaturahmi’, kegiatan terobosan saya yang mempunyai misi : membuat anak menjadi ramah dan selalu membuka diri kepada tetangga. Yes! Misi yang mulia bukan. Ya ya, saya tahu. *melambai-lambai*

Di tenda United, kak Ibeth, kakak pembinanya, menerima kami dengan senang hati. Dan memperkenalkan adik-adiknya pada adik-adik saya. Mereka bersalaman, lalu sedikit bercerita. Senangnya hatiku. Dari sana, kami mampir di tenda sebelah kiri dari tenda Terbang, yaitu tenda Smart. Lalu tenda yang paling menarik dengan gapura dan piala-piala mainannya, tenda Prestasi. Untuk siang itu, kami sudahi sampai tenda itu, karena sudah waktunya untuk berkumpul kembali. Maka kami berbaris bersama dan menuju panggung utama.

Workshop time !

Ternyata acara selanjutnya adalah workshop session, atau sesi berbagi dan belajar dari seorang pakar di bidangnya. Ada 3 pos yang akan kami kunjungi, dan yang pertama kami datangi yaitu workshopMusik. Kami ditemani oleh seorang kakak yang bekerja sebagai penulis lagu, dan saat ini sudah lebih dari 50 lagu ditulisnya! Kakak itu mengajari kami bagaimana cara membuat lagu, memainkan nada do-re-mi-fa-sol-la-si-do, dan banyak lagi. Kami bahkan juga diberi tugas mencipta lagu sendiri. Dengan sedikit terburu-buru kami memilih lagu doraemon kemudian mengganti liriknya. Yah maklum, waktu yang diberikan cuma 5 menit, plus tidak ada tanda-tanda Ahmad Dhani ada disekitar area perkemahan ini.

maskot tenda Terbang, Mujeni
maskot tenda Terbang, Mujeni

Pos berikutnya yaitu workshop menulis. Nah disini banyak dari adik-adik yang lebih bersemangat, karena menyukai menulis. Kakak yang mengajari juga dengan sabar mengajari hal-hal tentang menulis. Oh ya, pada pos ini, kami juga ditemani adik-adik dari tenda Raih (R). Tugas di pos ini adalah menulis cita-cita masing-masing dengan detail. Saya melihat, banyak dari mereka yang terlihat senang ketika menuliskan cita-cita mereka. Saya jadi penasaran, apa ketika menulis, mereka membayangkan cita-cita tersebut menjadi kenyataan.

Pos terakhir yaitu pelajaran menggambar. Kak Ilham, yaitu seorang pakar menggambar yang mengajari kami menggambar. Kak Ilham memperlihatkan koleksi hasil gambarnya yang semuanya bagus.Lalu kami ditugaskan untuk membuat gambar tentang cita-cita kami juga. Em, sebenarnya adik-adik aja sih yang disuruh, tapi saya juga tidak mau kalah sepertinya. Lalu setelah selesai, kak Ilham mengambil semua gambar dan memilih pemenangnya. Nah disini ada kejadian lucu. Kak Ilham memilih satu gambar, dan ia menyebutkan alasan kenapa memilihnya.  “Disini unik sekali, gambarnya speedboat. Mungkin adik ingin jadi pengemudi speedboat ya” kata kak Ilham. Dipanggillah pemenangnya ke depan, dan diminta untuk menerangkan cita-citanya.

“ Cita-cita saya menjadi seorang pembalap. “ kata si Adik dengan pelan.

“ Wah hebat. Ini gambar apa ya memangnya ? “ tanya kak Ilham

“ Mobil Balap “ .

Dor! Saya langsung cekikian pelan bersama kak Marsya. Tapi gapapa, emang udah biasa itu, salah tebak. Setelah pos ketiga, anak-anak mulai terlihat lelah. Untung saja memang rangkaian acara sudah selesai dan waktunya untuk mandi dan istirahat. Kami kembali ke tenda.

Ayu, Siti dan adik lainnya mengajak saya menemani mereka main di ayunan. Saya sempat GR karena diajak, padahal banyak kakak lain yang bisa diajak juga. Nah sudah senang begitu, ternyata di tempat ayunan, semua ayunan sudah dipakai. Disini saya baru sadar kalau ayunan adalah salah satu mainan anak yang paling oke. Para adik minta saya untuk menyuruh anak-anak lain yang sedang menggunakan untuk gantian. Hanya sukses mendapat 1 ayunan  yang akhirnya mereka rebutan bergantian. Yang tidak dapat giliran malah mencoba meminjam Kounan (kamera saya) untuk belajar foto. Agak takut rusak juga ya, tapi saya tidak tega membuat mereka kecewa. Saya komat kamit berdoa agar mereka tidak tersandung atau apa gitu, yang bikin Kounan jatuh.

main ayunan
main ayunan

Setelah pegal mendorong-dorong para adik yang awalnya mau ayunan kencang tapi ketika kencang dia malah takut, saya kembali ke tenda. Mereka sudah bisa sendiri lah bermain ayunan. Di tenda, Eri dan teman-temannya, adik-adik dari tanah abang, mau mandi. Wah, ide bagus juga. Badan saya sudah sedikit berbau knalpot motor Kawasaki Ninja. Mandi adalah ide yang bagus. Nah mari kita simak statistik permandian di JSA2012 ini. Adik-adik + kakak-kakak saja sudah 1500 orang. Jumlah toilet yang tersedia plus yang sudah ditambah khusus untuk acara ini = 20 kamar mandi. Jumlah kamar mandi yang mudah dibuka pintunya atau rusak sehingga mudah mengintip ke dalam = 10 kamar mandi. Jumlah yang airnya berhenti atau habis = 3 kamar mandi. Nah, bagaimana cara ngakalinnya coba kalau begini ? Saya mencoba sabar dan tetap mengantri dengan manis. Eri dan kawan-kawan belum mengerti arti ‘mengantri manis’, yah maklum masih anak-anak. Ada orang di dalam kamar mandi, mereka malah gedor gedor dan mencoba membukanya. Yah, untung kharisma saya tidak diragukan lagi. Mereka pun langsung manggut-manggut manis. Tiba-tiba datang 3 adik perempuan dari tenda lain, seumuran dengan Eri dan kawan-kawan. Yak, terjadi saja adu mulut tentang mengintip, siapa yang duluan mandi, mandi jangan lama-lama, saya geleng-geleng aja ketika itu. Akhirnya Eri dkk dapat kesempatan mandi juga, sekaligus berempat lho mereka masuk ke dalam. Baguslah, jadi cepat selesai. Dan karena saya kakak yang pengalah, saya memberikan kesempatan saya pada adik-adik perempuan tadi. Kala itu, saya mendengar teriakan anak-anak bermain bola di kejauhan. Ah, secepat itu pula saya memutuskan dalam hati “mandinya nanti saja, main bola yuk”, dan langsung berlari ke lapangan.

Menyelamatkan lapangan

Ke lapangan masih dengan memegang handuk, saya memicingkan mata untuk melihat siapa yang sedang bermain. Wah, ada Doni dari Sanggar Matahari dan teman-temannya. Meletakkan handuk dan kacamata di dahan pohon, saya berlari menuju lapangan. Eh baru masuk dan akan minta ijin ikut main, tiba-tiba ada satpam datang dan menghentikan permainan. Dari jauh terlihat negosiasi antara adik-adik di kubu sebelah kanan telah gagal dan mereka kelihatan lesu. Dengan sigap saya langsung mendatangi si pak satpam dan bertanya perihalnya

“ Lapangan ini tidak boleh digunakan oleh orang luar, mas. Sedang dipakai untuk Sahabat Anak saja hari sabtu dan minggu ini . “ kata pak satpam. Saya baru sadar kalau tim sebelah kanan ini memang bukan adik-adik peserta JSA2012. Mereka sedang bertanding.

“ Wah kebetulan memang yang disebelah sana, itu peserta Jambore ini semua pak. Cuma beberapa saja yang bukan. Tuh lihat semua memakai seragam Jambore “ jelas saya.

“ Oh gitu ya. Soalnya saya tanya tadi katanya bukan. Yasudah, mas minta izin dulu sama panitianya mungkin ya ? “ Kata si bapak lagi.

“ Wah kebetulan saya memang salah satu dari panitianya kok pak. Dan saya kira tidak apa-apa beberapa anak dari luar ikutan main bola saja. “ bela saya sambil menunjukkan nametag saya.

Bla bla bla. Intinya saya menang dan anak2 tetap main. Fiuh, untung pak satpam ga fokus ke tulisan “pendamping” di nametag saya. Lalu permainan pun dimulai dengan seru. Kedua tim sama kuatnya. Pertandingan berjalan bak final world cup 2010 antara spanyol melawan belanda. Sampai 30 menit sebelum magrib kami berhenti dan kembali ke tenda masing-masing. Dan saya pun kembali mengantri kamar mandi. Untung saja, kali ini sudah lebih sedikit orangnya. La la la.

Setelah mandi, kegantengan mulai kembali dan keceriaan sudah kembali. Bunga bunga kembali mekar setiap saya lewat. Benar benar seperti di iklan. Oke, kembali ke cerita. Malam itu kami kembali menuju panggung setelah makan malam. Semuanya sudah tampak lebih cantik dan lebih ganteng, plus wangi. Daaaan acara malam itu adalah hiburaaan! Kembali diperdengarkan lagu Beraksi nya Kotak yang membuat semua anak goyang goyang seperti di konser musik rock. Serangkaian penghibur sudah disiapkan untuk menghibur.

kak adis dan adiknya
kak adis dan adiknya

Eits, ada yang kelewatan. Jadi pas makan malam yang menyenangkan di dalam tenda. Saya makan bersama dengan kak Nia dan 2 adiknya. Disana saya entah kenapa tidak berhenti berbicara, ngobrol ini itu, dan sebagainya. Sebenarnya saya kagum dengan kak Nia yang bicara perlahan dan halus, mengajarkan adiknya berdoa sebelum makan dan sesudah makan. Gaya mengajarnya pun fokus ke kedua adiknya saja, tidak seperti saya yang sana sini didatangi. *garuk garuk* nah tiba tiba ada adik yang memanggil.

“ Kak satu, kalau lagi makan, tidak boleh berbicara, nanti keselek. “ kata si Adik cowo itu.

JLEB. Ibarat pisau menusuk langsung ke jantung. Kak Nia dan dua adiknya saja tertawa kecil mendengarnya. Baiklah dek, aku diemmm. Tapi dalam hati sih seneng di nasehatin begitu. Saya jadi inget pepatah tentang nasihat,  “ Jangan liat siapa yang memberi, tapi lihat isi nasihat itu “ . hebat si adik ini.

Nah, masih tentang aktif berbicara. Saya juga merasa entah kenapa setiap kali dekat dengan adik-adik manapun dalam kegiatan sosial, saya sepertinya jadi agak hiperaktif dan joget sana sini. Di acara JSA2012 ini tidak terkecuali. Padahal aslinya tidak seperti ini lho. Saya rasa penjelasan paling dekat adalah karena saya bahagia, dan saya ingin menularkan kebahagiaan itu, kepositifan untuk tidak malu-malu, selalu tegur orang yang dekat, saya ingin menularkan itu. Mungkin yah. Atau mungkin saja saya emang kadang absurd. Hehe

Malam ini kita joget !

Kembali ke panggung utama, semua anak sudah ada disana dan menunggu siapa kira-kira yang akan mengisi acara. Dalam perjalanan saya ke panggung utama, kak Niko memberitahu, “ 7icon, 7icon “ , hoho ternyata ini dia bintang tamunya. Gosip cepat menyebar dan adik-adik jadi tidak sabar untuk melihat 7icon. Saya juga ikut gelisah tapi senang.

“ Kalian tau siapa yang setelah ini akan manggung ? “ tanya kak MC dengan gembira

“ seveeen aikoooooooooooonnnnn !! “ seru adik-adik.

“ siapaaaaaaaa ?? “ pancing kak MC lagi

“ SEVEEEEEN AAIIIKOOOOOONNN !! “ adik-adik tambah semangat.

the 7i
the 7i

Lalu naiklah mereka bertujuh dengan balutan busana muslimah karena sebentar lagi puasa. Oh maaf, itu khayalan saya saja. Mereka datang tetap dengan, yah pakaian ketat, berwarna putih dan biru. Mereka menyapa adik-adik dengan super ramah dan ceria. Para adik malah ketar ketir dan histeris. Hebat juga ya euphoria 7icon bisa seramai perempat final euro2012 yang lalu. Hmm…

Setelah 7icon, performer berikutnya itu Kak Awang, mungkin seperti pendongeng dan penghibur anak gitu ya. Beliau membuat anak-anak terpingkal-pingkal dengan leluconnya. Saya pun lumayan menikmatinya, yah karena saya juga anak-anak kan ya. Skip skip. Berikutnya ada Budi Doremi. Artis yang sebenarnya saya sudah pernah dengar namanya sedikit, tapi tidak tahu lagunya. “Ah liat namanya yang ada Doreminya, mungkin cuma penghibur biasa. “ saya pun ke belakang dan selonjoran di tikar yang paling dekat (walaupun itu milik kelompok lain). Sempat melihat orangnya juga, memakai jas putih tapi bawahannya sarung batik. Musisi memang seringnya pengen unik.

Sayup sayup mata tertutup, terdengar si Budi mulai menyapa adik-adik dan adik-adik bersemangat sekali menjawab si Budi. Lebih bersemangat dari waktu 7icon manggung. “hm..mungkin bagus ya”, kata saya, tp tetap malas-malasan, mata tetap terpejam. Dan si Budi pun mulai memainkan lagu pertama. “oke, lumayan bagus musiknya, lirik ringan dan mudah dicerna, tapi tidak murahan”, saya mulai mengangguk-angguk. Di lagu kedua semua berubah. Budi memainkan lagu berjudul Asmara Nusantara, yang menurut saya lagu terbagus di minggu ini. Lagu dengan irama ringan, tapi lirik yang kuat namun dengan mudah menempel di telinga pendengarnya. Dari posisi tiduran, saya langsung bangkit dan melesat ke posisi yang paling dekat dengan si Budi. Ternyata dia beneran berbakat, teman-teman. Pelajaran malam ini : jangan nilai musisi dari namanya. Bisa aja namanya Ratu Dangdut Ochin, atau Tito Tempe, atau apalah itu, kalau urusan musik, dengar musiknya dulu. Oke sip.

Nah setelah Budi Doremi, ada sekitar dua atau tiga performer lagi. Salah satu nya adalah performance beatbox. Ada tiga orang beatboxer (itu bukan sih istilahnya?) yang ganti-gantian mengeluarkan skillnya. Keren banget sih buat saya. Tapi lagi-lagi, emang cocok sama anak-anak ini? Yah pertanyaan itu terus mengambang sampai sekarang. Ketika beatbox sedang dimainkan, ternyata penonton sudah tinggal sebagian, kebanyakan, termasuk dari adik-adik manggarai, sudah pulang ke tenda dan tidur. Yah memang sudah jamnya sih ya. Hiburan selesai, MC nya masih bersemangat lho walaupun sudah jam 11 malam. Minum kratingdaeng kali.

Saya kembali sambil membawa beberapa adik yang masih ada di depan panggung. Mereka kelihatan sudah cukup puas dengan hiburan malam ini. Didalam tenda, wah, sudah rapih tidur bersampingan satu sama lain. Damai juga melihat adik adik itu tidur. Tapi sebagai pujangga, saya tak kunjung tidur. Masih harus bercengkrama dengan angin malam dan bersalaman dengan bulan purnama. Ngga deng, 5 menit diluar saya sudah nguap, jadi langsung tidur.

Perasaan tadi siang itu panasnya minta ampun, tapi malam hari saya menyesal tidak membawa selimut atau sarung. Dinginnya seperti kantor. Mencari selimut selimut yang diabaikan oleh tuannya, ternyata tidak ada. Huh.

Senam pagi dan permainan-permainan asyik

“ Kak, bangun, kak. Udah pada keluar kakak-kakaknya. “ Satu adik misterius menggoyangkan kaki saya yang kedinginan luar biasa. Dan setelah saya terbangun, dia malah hilang. Bukannya memberitahu kalau sekarang sedang ada kegiatan apa. Dengan susah payah saya bangun dan merapikan rambut yang acak-acakan tapi masih baguslah. Diluar beberapa kakak terlihat sudah mendorong-dorong adiknya untuk berbaris. Oh senam pagi rupanya. Baiklah. Ini menyehatkan. 10 menit kemudian saya sudah ditengah dan berteriak-teriak “Semangat hayooo!” , tentunya setelah sedikit cuci muka dan menyikat gigi.

kakak adik
kakak adik

Adik-adik tidak terlalu bersemangat melakukan senam yang sama sekali berbeda dengan SKJ’94 ini. Mungkin karena kakak yang menjadi panduan di panggung semangat sendiri. Ya, dia orang nomor satu paling semangat, melebihi semangat orang buka puasa.

Akhirnya senam selesai dan sarapan pagi sudah tersedia dengan apik di tenda kami. Duduk bersila dengan nyaman, kami menyantap sarapan kami. Dan setelah makan, rupanya ada waktu kosong lagi. Sebenarnya waktu mandi pagi mungkin ya. Tapi setelah cium cium aroma badan dan tidak menemukan bau yang berbahaya, saya memutuskan nanti saja mandinya. Hal ini berusaha saya tularkan pada adik-adik, tapi mereka tidak menurut ya. Malah mau mandi. Oke mereka memang pembersih. Bagus.

Setelah mandi, para adik memanggil-manggil saya lagi. “Kak satu ayo ke tenda-tenda lain lagi”. Wah itu ide yang menarik. Misi mengajarkan mereka untuk bersilaturahmi lumayan sukses nih. 4 adik perempuan manis menggandeng tangan saya dan kami jalan ke tenda yg belum kami datangi. Seperti kemarin, para kakak pendamping di tenda tujuan biasanya kaget, kadang ada juga yang senang dan mempersilahkan masuk. Beberapa adik saya masih malu-malu, tapi ya tidak apa-apa.

Sampai di satu tenda yang adik-adiknya berbaju oranye, nama saya mulai dikumandangkan lagi. Wah ternyata tenda nya adik-adik Jati Asih. Langsung saya kenalkan pada adik-adik manggarai. Malah adik-adik Jati Asih juga ikut kami untuk ‘keliling silaturahmi’. Sedikit berbeda, adik-adik Jati Asih sedikit berani dan tidak canggung untuk berkenalan dengan adik-adik di tenda lain. Sekitar 30 menit kami keliling, dan rasanya hampir semua sudah kami datangi. Malah juga tenda pengobatan. Hehe

Akhirnya jam bebas selesai dan kegiatan kembali diadakan. Jadwal selanjutnya adalah GAMES. Ini nih yang saya tunggu-tunggu. Melihat listnya, setidaknya ada 3 games seru yang akan dimainkan oleh tiap tenda. Kami berbaris didepan panggung dan diberikan arahan oleh kakak panitia. Lalu menuju pos pertama. Di pos pertama, gamesnya adalah : Menebak aroma ! seperti judulnya, 10 anak (wakil tiap tenda, ada dua tenda) akan ditutup matanya dan disuruh menebak bumbu dapur dengan mencium aromanya. Pada saat ini saya banyak beristirahat dibawah pohon rindang, sehingga tidak memperhatikan tenda mana yang menang, tapi pasti tenda Terbang dong yaaaa *PD

lompat!
lompat!

Pos kedua ada Kak Romey sebagai penjaga pos. Permainannya adalah…apa ya namanya ? semacam ular naga panjangnya, tapi matanya ditutup dan harus melewati batang-batang yang ditancap ke tanah. Adik-adik sudah semangat banget di permainan ini. Lawannya adalah tenda tetangga, yaitu tenda United (adik-adik dari Rawamalang). Eh malah kalah total ! hehe gapapa dek, yang penting semangat, kaya kakak.

Di pos berikutnya adalah permainan kata berantai. Games ini termasuk games yang paling terkenal. Kemana-mana pasti ada games ini. Dan yang selalu ada lagi adalah : orang terakhir pasti salah menyebutkan pesannya. Tapi justru ini esensi nya, jadi yang nonton ketawa terbahak-bahak. Tapi sekali lagi, saya sedang memperhatikan keadaan sekitar pada saat itu (baca:leyeh-leyeh dibawah pohon) sehingga tidak memperhatikan. Jadi kita skip dan anggap yang menang tenda Terbang. Oh saya ingat kalau yang menjadi lawan kami adalah tenda Smart, yaitu adik-adik dari Sanggar Matahari.

Nah pos selanjutnya menyediakan games tebak-tebakan. Semacam trivia gitu. Dapat poin. Menyenangkan. Karena ada adik yang haus, saya terpaksa balik ke tenda dan mengambil botol minum. Ketika saya ke pos lagi, eh adik itu sudah lupa dan sedang asik main! Karena mereka sedang asik main, saya duduk lagi di bawah pohon dan bernyanyi sendiri. Ah damai juga ya.

Lanjut, pos berikutnya yang menjadi pos terakhir yaitu pos permainan merangkai kata + balap karung. Ini yang paling seru sih menurut saya, karena mereka harus menebak lirik lagu, dan setelah menebak harus meletakkan kata kata di papan, dengan balap karung untuk ke papan itu. Wah penuh canda tawa banget. Kalah lagi sih kami, tapi dari teriakannya tetap lebih semangat kami. Oh lawan kami di games ini yaitu adik-adik dari Tanah Abang, ada kak Tika disana. Tenda mereka terkenal dengan yell-yell nya yang harus mengitari pohon. Wah saking serunya tidak jarang saya ikut-ikutan.

Akhirnya acara selesai dan sudah waktunya makan siang. Sebelum makan siang, kami antri di area minum, karena ada minuman gratis. Kali ini Hophop yang gantian memberi minuman. Nah ketika saya menuju ke tenda, ternyata ada Kak Dian, teman saya yang kerja di starbucks, sedang ada disekitar area minuman. Karena Starbucks adalah sponsor jambore, jadi ia disini untuk memberi minuman gratis. Me gusta!

Terima kasih dan sampai jumpa

Pada jam makan siang, kami sekalian beres-beres tenda. Karena urutan acara jambore sudah selesai, dan tinggal penutupan. Adik adik pun ikut membantu membersihkan tenda. Beberapa mengemas barang ke dalam tasnya masing-masing.

games ular naga
games ular naga

Kami berbaris kembali di depan panggung dan menunggu pengumuman pemenang dengan berdebar-berdebar. Ternyata tenda Terbang memenangkan lomba gambar hari sabtu kemarin. Wow hebat. Tenda Yakin (yang sama sama dari Manggarai juga) juga menang, tapi lupa untuk kategori apa. Dengan semangat, Mujeni yang menjadi maskot tenda Terbang, ke depan dan mengambil hadiahnya.

Beberapa tenda lain juga memenangkan kategori lain. Semua senang. Semua puas. Dan sampailah pada akhir acara, dimana para adik berjalan menuju bis masing masing dan kembali ke rumah masing-masing. Walaupun sempat lama menunggu dipanggil (agar rapih, yang pulang dipanggil secara bergantian) , tapi kami mengisi waktu dengan berjoget-joget diiringi band lokal yang asik. Sampai membuat adik-adik juga ikut berjoget. Malah banyak yang akhirnya naik ke panggung. Epik.

Saya menemani tenda Jati Asih dan tenda Sanggar Matahari berjalan menuju bis juga. Tidak lupa saya ingatkan hal yang selalu saya bilang kepada mereka, “Belajarnya yang rajin ya”. Saya bener-bener berharap mereka menikmati belajar disekolah.

Setelah semua anak pulang, kakak panitia masih punya sedikit acara untuk kakak-kakak pendamping. Dan ada juga kopi Starbucks gratis. Yes banget. Adapun setelah itu, kakak panitia berterima kasih pada para pendamping. Lalu ada satu sosok inspiratif yang memberikan sedikit motivasi, yaitu Ibu Ade. Yang selama ini saya dengar saja sepak terjangnya membangun sekolah independent untuk anak tidak mampu. Ternyata memang beliau bersahaja.

Sedikit moral value yang saya ambil dari beliau adalah : lakukan apa saja yang kamu bisa, walaupun kecil, untuk membantu, tanpa memerlukan (atau menunggu) koordinasi orang lain.

Walaupun sudah tidak mampu berdiri dalam waktu lama, beliau juga sempat hadir disini dan memberikan motivasi. Terima kasih Bu Ade. Belakangan ketika pulang, saya juga papasan dengan beliau yang sedang mencarter metromini agar beliau dan anak-anak asuhnya bisa pulang ke rumah. Tidak menggunakan mobil pribadi, tapi angkutan umum. Keren.

Selain Ibu Ade, ada juga performance dari dua orang adik yang mengalami kendala, atau cacat fisik. Tapi masih bisa belajar, dan bernyanyi dengan baik sekali.

Pesannya disini adalah kalau mereka yang kekurangan saja tidak menyerah, masa kita menyerah?

Langit sudah mulai gelap dan kami pun berjalan menuju pintu keluar. Menggenggam sampah sebanyak yang kami bisa, demi kebersihan bumi perkemahan ragunan ini, dimana 1000 anak jalanan sudah belajar banyak dari dua hari ini. Juga dimana 500 kakak pendamping belajar dari adik-adik mereka masing masing, tentang semangat hidup, keterbatasan, dan banyak lagi.

Jika dari setiap satu atau dua orang disekitar kita, bisa kita pelajari satu atau banyak hal. Maka dari 1500 orang lebih yang beraktifitas bersama selama 2 hari, bisa menjadi sumber belajar yang asyik.

Terima kasih Sahabat Anak.

SCL

terbang? kami bisa!
terbang? kami bisa!