Sastra

Perjalanan dari bumi ke langit

Membawa jari menembus batas sadar dua manusia
Sentuhan abadi hanya mereka yang mengerti
Nada dansa berirama menemani satu dan dua
Dan tak ada yang menghentikan mereka
 
Malaikat kembar tersenyum membatin
Tali temali takdir bekerja tak berpeluh
“Menari kita di ujung matahari pagi siang malam”, katanya
Lalu tak ada yang menghentikan mereka
 
Telaga tak berujung bernama bahagia
Awan warna warni menjadi pengiring
Dalam perjalanan cinta dari bumi sampai ke langit
Kali ini pun, tak ada yang menghentikan mereka
Tak ada yang mau, tak ada yang bisa
 
SCL
nb : disuruh bikin puisi sama kak Jamima :p
gambar diambil dari : http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/03/18/ffk-selembar-daun-kering-untuk-pengirim-bom/