Kepedulian, Personal

Metromini, mungkin ga perlu diremajakan?

metromini
metromini
Pagi ini diperjalanan menuju kantor gue denger diskusi tentang program pemerintah DKI tentang peremajaan metromini dan kopaja.katanya akan diganti metromini lama dengan yang baru dan layak. target pertahunnya ada 1000 bis yang diganti.kalau tidak salah yang ditelp elshinta adalah kepala dinas perhubungan DKI. dan beberapa masyarakat menelpon dan menyumbangi de tentang hal itu. ada yang bilang di merger dengan busway, ada yang protes soal terminal bayangan, dan beberapa hal yang menurut gue ngga simple.
gue punya pendapat gue sendiri, yang sebenarnya mau gue sumbang juga disana. tapi ga sempat nelpon dan posisi lagi agak susah nelpon.gue sebagai pencinta angkutan umum yang udah selama..berapa tahun ya? minimal 10 tahun? ya kira kira gitu, gue ngeliat masalah ini dan solusinya dari sudut yang lebih sederhana. gatau ini bakal jadi ide bagus atau ngga, tapi kadang sudut pandang orang baru, orang yang kategori nya ‘dummy’ itu kadang bisa solusi yang ga keliatan oleh orang yang uda fokus disana bertahun tahun.
sekarang tujuan utamanya apa ? kan membuat rakyat nyaman bertransportasi dan mengurangi macet. nah coba fokus di situ aja. tanya pengguna jalan, metromini udah nyaman atau belom ? pasti jawabannya belom. tanya kenapa? mungkin beberapa diantaranya akan jawab, macet, panas+pengap, terlalu penuh, keamanan, dan supir ugal-ugalan.
nah menurut gue disitu aja difokusin. sebagai pengguna metromini, dan gue suka banget sama metromini. ada 2 alasan utama gue suka, pertama, dia bisa memuat banyak orang dibanding mobil pribadi. kedua, harganya yang dari dulu itu cuma 2000 aja terus. walaupun bensin berapa kali naik, dia tetep aja 2000. itu pro-rakyat banget menurut gue.
balik lagi ke solusi yang menurut gue difokus ke 4 hal tadi. macet dikurangin, karena itu diluar properti bis sendiri. lalu ada panas+pengap dan terlalu penuh, nah ini berbanding lurus jg sama keamanan. kenapa ngga dibatasi aja jumlah penumpangnya. misalnya hanya 10 orang berdiri. soal supir ugal-ugalan, bisa dibikin sistem pengawasan supir, untuk menghilangkan sistem supir tembak. karena mayoritas yang ugal-ugalan itu supir tembak biasanya. satu lagi dari hasil diskusi gue sama temen kantor gue, supir jgn dikasih sistem setoran, biar ga tertekan dan malah ugal-ugalan karena uber setoran.
intinya, gue rasa, metromini yang udah ada, itu ga perlu diganti. bisa bikin rata2 orang nyaman juga ko. meremajakan mungkin perlu biaya yang lebih tinggi.
itu aja sih menurut gue. maaf kalo soktau 🙂
maju terus jakarta dan penduduknya !
 
SCL