Film

Movie Review : Mama

poster
poster

Sabtu kemarin gue akhirnya nonton salah satu film yang gue tunggu, Mama. Sebenernya gue juga ngga tau apa yang gue suka dari film ini. Ini kriteria film yg gue must-watch :

1 gue suka pemainnya. misalnya ada tom hanks, russel crowe, amanda seyfried, apalagi nicole kidman pasti gue tonton.
2 based on true story
3 feeling gue mengatakan film ini bagus

nah salah satu dari 3 itu ada, gue jg biasanya masukin dalam ‘must-watch’ list. tapi yang nomor 3 itu rada terlalu fleksibel. kadang klo posternya bagus, gue ber-feeling filmnya bagus. kadang sinopsisnya gue suka, jg bikin gue centang syarat nomor 3 itu. anyway, Mama itu masuk list gue karena, ahem, ya itu tadi, posternya bagus. Sinopsisnya sendiri sebenernya terkesan ‘common’ untuk film horror. Tapi ini jadi salah satu guide gue juga : Film horror yang melibatkan anak kecil, itu biasanya serem abis. Berangkat dari situ, gue akhirnya menanti si film Mama ini.

Beberapa orang mungkin kalo denger judulnya, mengira ini film drama. Plus liat posternya juga (diatas), kayanya anak kecil lagi longing untuk nunggu ibunya gitu ya. Tapi dari awal liat itu gue uda merasa ada yang seru dibalik posternya. Ternyata pas baca sinopsis, emang horror. Review di rottentomatoes kali ini kurang akurat lagi (atleast, kalo di samain sama persepsi gue), karena mereka kasih 61%, sementara mnurut gue itu 80% an.

Anabel dan Lily
Anabel dan Lily

Hal serupa juga kemungkinan besar akan dibilang oleh penonton-penonton yang se-bioskop sama gue. Film yang bagus itu film yang bisa bawa penontonnya secara emosi. Semua penonton di teather 2 kemaren asik jejeritan kaget dan takut gitu sepanjang film. Ada yang sampe “Haduuuuuuuuh” pas adegan udah nandain akan ada kagetan dan suatu sesereman. Popcorn dan minuman yang biasanya uda abis ditengah film pun, kali ini pas film abis, gue baru sadar kalo itu belom abis. Karena terfokus sama filmnya.

Film Mama ini bercerita tentang dua anak cewe yang hilang selama bertahun-tahun, akhirnya ditemukan di suatu rumah kayu di hutan. Dikembalikan ke rumahnya bersama pamannya, mereka seakan ngga sendiri di rumah itu. Seperti ada yang ikut pulang bersama mereka. Itu sinopsisnya. Biasa aja kan. Tapi banyak poin2 lain, detail yang ditambahin si pembuat film, yang berhasil bikin film ini jauh lebih oke dari sinopsisnya. Isi yang lebih oke dari covernya.

Poin plus dari film ini, berdasarkan pemerhatian gue.
1 Twist (hal tak terduga) kecil, tentang siapa jagoan utama di film ini
2 Ending yang pas, make sense. Ngga terlalu happy, tapi ngga terlalu sedih juga. Realistis.
3 Moral of the storynya. Yang ngegambarin gimana seorang cewe rocker yang ga mau punya anak, ketika dikasih tanggung jawab jaga anak kecil, ternyata jadi lebih, super protective dan pada akhirnya, kejalin ikatan yang kuat banget, tentang gimana dia sayang dan menjaga si anak ini. Itu gold menurut gue.
4 Aktingnya ! walaupun bukan pemain hollywood yang masuk list gue, gada yg gue kenal juga malah. Tapi aktingnya hebat. Si cewe pemeran utama, plus dua anak kecilnya. Wih banget, kecil kecil udah bisa akting sehebat itu.

lily
lily

Udah sih itu aja paling menurut gue. Kesimpulannya, film ini must-watch. Mungkin sekelas the Ring dan the Eye. nonton yah !

SCL