Writing

Awan Gendut Langit Biru

awan
awan
Jalan kaki 100m barusan, aku bergerak sambil melirik-lirik ke arah selatan
di langitnya, sebongkah awan gendut melayang seperti diam padahal bergerak mengitari bumi
tertiup angin, yang mungkin angin yang akan menerpaku juga sebentar lagi
mungkin juga masuk hidungku, berarti dari kulit si awan, masuk ke tubuhku. menjadi satu
langit biru seperti ini, tampaknya kita bisa pergi kemana saja
dan tetap melihat biru dan awan yang sama
sesaat teringin bisa melayang dan diam seperti si gendut putih itu
berkenalan dengan teman temannya
memanjat-manjat badannya, seperti ia seekor gajah ramah
awan gendut putih mungkin saja akan tidur diatasmu suatu hari
mau itu 10 atau 20tahun lagi. mungkin seribu
dalam bentuk jasad maupun jiwa, sepertinya tubuhmu tetap akan empuk bagiku
imaji membuat kota panas dan bising ini menjadi hening, sejuk
siulan terdengar dikejauhan, terbawa angin yang bersahabat dengan dedaunan
waktu seperti berhenti dan aku bisa saja terus berkhayal satu jam lagi
tapi kupilih kembali ke bumi, untuk saat ini
SCL