Event, Writing

Perang Biru dan Putih

640x907_231_Invasion_2d_fantasy_battle_war_castle_warriors_picture_image_digital_artperang dua kerajaan ini sangat menegangkan bahkan untuk warga kerajaan lain sepertiku. kerajaan biru mempertahankan istana mereka sementara kerajaan putih maju dan mengepung dengan serangan sedikit tapi efisien. jendral perang terdepannya tak terhentikan. mencari celah dan bahkan, jika tidak menemukan, akan dia buat sendiri. tersudut, kerajaan biru perlahan berhasil disusupi dan dijebol beberapa pos pertahanannya.
para jendral kerajaan biru pun, yang sebenarnya hebat dan ditakuti di seantero negara, seakan tak prima kala peperangan itu. raja dari kerajaan putih memang sudah memperhitungkan matang-matang akan serangan kali ini. dia tahu, kerajaan biru tanpa ada satu orang tertentu, akan lemah dan seperti tidak kompak. semua pasukan berkudanya dipasang dibaris terdepan. mereka sudah hampir menang.
aku terus menerus memperhatikan dari sudut bukit ini dengan teropong yang kubeli di kota. batinku menginginkan kerajaan biru dapat tertolong. aku sangat menghormati dua orang disana. dan ketika kutempel mataku di kaca teropong ini sekali lagi, si pendek yang sedang sakit muncul juga. tanpa kudanya, ia sedikit tertatih. tapi kepiawaiannya mengawal pedang dan tamengnya sudah diakui seluruh dunia.
si pendek ajaib, kata orang diluar sana. perlahan ia mulai membantu pertahanan kerajaan biru. detik dimana ia terlihat oleh para panglima teman, detik itu juga moral para prajurit jadi bangkit seketika. bak tersulut amarahnya, tenaga mereka terisi kembali. pola serangan kembali tersusun rapih. si pendek ajaib kadang meringis kesakitan karena sakit yang dideritanya, larinya pun tak kencang, tapi ia sedang berjuang untuk kerajaannya. sekarang, atau tidak sama sekali, katanya.
kerajaan putih terpukul mundur. semua warga kerajaan biru bersorak. aku melompat kegirangan.
si pendek ajaib, bernama Lionel Messi
SCL
dedicated to Lionel Messi, the coolest shorty on earth

lionel messi
lionel messi