Kepedulian, Sastra

Duduk Berdiri Berjalan Berlari

sangsaka
sangsaka
Berbaju merah bercelana putih
Berteriak sekuat tenaga beberapa puluh kali
Merdeka, katanya
Juga kata dua puluh ribu orang disekitarnya
Raungan menggema sampai memiriskan dinding yang diam menonton dari jauh
Dinding yang tertawa keras setelah lapangan itu kosong oleh manusia
Tapi penuh oleh sampah
Duduk membaca koran di kursi belakang mobil hitam super keren
Terhormat, katanya
Berjas hitam lengkap dengan dasi dan sepatu termahal di kota
Manusia manusia lain mengenal namanya
Tangan demi tangan mencoba meraihnya untuk bersalaman
Berjalan berderap diatas lantai rumah sakit yang dibersihkan terlebih dahulu
Lantai yang senyum sinis ketika dia memotong antrian
Berseragam sekolah tapi menulis di jembatan umum
Memakai pakaian putih suci tapi menyebut nama tuhannya sambil merusak
Penegak hukum membuat slogan yang tidak bisa ditepatinya sendiri
Anak bangsa tak ingat lagi sejarahnya
Sang Garuda tak bisa lagi mendongak gagah seperti tahun 45
Pendatang akan pulang kembali dan cendikia asli akan berpikir lagi
Seperti dahulu baru bisa duduk
lalu berdiri
lalu berjalan
lalu berlari
kemudian duduk kembali ketika sudah pandai berlari
duduk selamanya sambil memenuhi sungai dengan sampah
rebah tengkurap sambil meminta makanan dan bukan membuatnya sendiri
mengeluh lebih banyak dari bersyukur
bersyukur tapi hanya diucap saja
itu merdeka?
image from http://th04.deviantart.net