Personal, Teman

Sekelebatan cerita Chika

bersama chika
bersama chika (baju merah kanan bawah)

Pada suatu hari yang terang benderang karena sinar matahari hampir maksimal, sekelompok anak muda berdelapan belas mengarungi laut Jawa 60 kilometer lebih ke utara Jakarta. Langit biru menemani kami. Kapal yang seperti setiap akhir pekan, selalu penuh. Kami menyukai jalan jalan model begitu. Ramai, sesak tapi menjadikan situasi sangat mudah untuk berdialog dengan orang mana saja yang belum kami kenal. Angin bertiup kencang, khas perjalanan menuju Kepulauan Seribu.

Antara delapan belas bujang gadis itu, Chika Djati itu salah satunya. Perempuan muda ceria yang mudah berbicara dengan siapa saja. Nahkoda kapal dan ABK nya misalnya, diajak bicara sambil membunuh dua setengah jam perjalanan ini. Chika itu saya kenal dari sebuah komunitas backpacker. Kami lumayan dekat pada saat itu, kerap kali, dia bertanya tentang Solo Traveling (berpetualang sendiri) dan Hitchiking (jalan jalan dengan menumpang). Mungkin dia tertarik cerita saya dan ingin melakukannya juga.

Sesampainya di Pulau Pramuka, ketika berenang dilaut. Chika ini tak kalah aktifnya dengan yang lain. Tanpa pelampung, dia cekatan turun ke laut dan berenang bersama ikan-ikan. Beberapa jepretan dilakukan didalam air dan juga di pantai. Pasir putih, dermaga kayu pada saat itu indah sekali. Kenangan itu manis.

Perjalanan seru itu terjadi tahun 2010 lalu. Waktu berlalu seperti kereta api yang makin kesini makin cepat saja.

Chika itu murah senyum. Hitam manis juga. Hanya kenangan bagus bagus yang melekat pada ingatan ini. Pertemuan kami tidak sebanyak perjalanan yang dia atau saya lakukan. Tapi silaturahmi kami oke. Karena dia aktif di banyak tempat, beberapa kali kami bertegur sapa di dunia maya sekedar mengekspresikan keterkejutan kami akan seorang teman yang ternyata kami sama sama kenal. ”oh lo kenal sama si ini ya”

Waktu berlalu seperti sosialisasi manusia belakangan ini, makin kesini makin singkat saja. Tapi takdir siapa yang tau.

Chika tutup matamu hari ini
Tapi tidak buku kenangan ini