Idea, Kepedulian, Ulasan

Habibie Hari Ini (mata najwa)

http://www.youtube.com/watch?v=5_tUvHlngMk

I dont always watch long video on youtube, but when I do, I stop in the middle because so much awesomeness in it

Baru siang tadi di meja makan yang ada gue, Rizal, Lestian, Supiandi dan mas Dhani, kami ngobrol dan si Rizal bilang, “hidup kita tuh sia sia kalau nama kita ga dicatat dalam sejarah”. kuat banget pernyataannya. satu sisi gue kurang setuju karena menurut gue ngga dicatat disejarah pun ngga apa-apa, asal udah bisa dicatat dan menolong orang banyak. tapi di satu sisi, gue yakin itu tujuan hidup gue juga. tujuan hidup yang baik. berkarya, menolong, menjadi orang berguna. persis seperti impian semua ibu kita.

Malam ini ada yang share video pak Habibie di Mata Najwa dan gue click, oh 55 menit. lama banget. gue mau nonton deh, walaupun ini udah jam pulang kerja banget. 25 menit kemudian gue harus pause youtubenya untuk nafas, untuk berdoa, untuk buka notepad dan catat hal hal penting yang lagi ngalir dari layar monitor, dari suara pak habibie, masuk ke telinga lalu ke otak gue. bukan kata emas. tapi gue mau ini terus muter muter di kepala, paling ngga untuk lebih lama lagi. lebih lama lagi belajar langsung dari pak habibie.

ini poin poin keren yang gue catet dari video ini. intinya dia awesome. banget. semoga generasi pemimpin penerus kita bisa sehebat beliau juga.

—-

– kata pak habibie, “ada pepatah, secepat apapun kebohongan, kebenaran pasti akan duluan”, i dont care. katanya, ketika ditanya tentang seberapa sulit membuktikan kalau ia bukan kroni pak harto
– telepon pak habibie dan pak harto. ketika pak habibie minta ketemu dan mau minta saran tentang masalah negara, pak harto menolak dan bilang, “habibie, saya tau kamu soleh. solat 5 waktu. saya juga. setiap saya solat saya selalu doakan kamu, agar kamu selalu selamat dan sukses”, setelah itu teleponnya ditutup lalu pak habibie menangis. disaksikan keluarganya
– pak anwar ibrahim ketika ditanya tentang pendapat tentang pak habibie, beliau menjawab, “pak habibie berbicara dari hati”
– “saya tidak marah. kecewa. tapi saya tidak mau mengeluarkan waktu untuk mengeluh, menyalahkan semua pihak. saya harus lihat dari sudut positifnya”
– 35:20 , rupiah turun, harga naik, rakyat pengangguran, itu kan lebih penting dari pesawat. saya dahulukan itu dulu. saya mengalah untuk menang. yang menang itu siapa? rakyat.
– 45:20, obrolan tentang calon presiden dari independen, “siapa saja di bumi indonesia yang memenuhi syarat, bisa mencalonkan diri menjadi presiden. nah syaratnya ini yang harus disusun. oleh dpr, dpd. bersatu”. kata bersatunya langsung membuat gue membayangkan ruangan besar bulat dengan mic di setiap meja. merumuskan sesuatu yang penting tapi keren. kalau sekarang mungkin akan sulit bisa oke, karena semua wakil rakyat ingin didengar, ada kepentingan yang nonrakyat, bla bla bla. tapi kalau semua yg disana seperti habibie, jokowi, anies baswedan, mungkin aja satu dua bisa bicara, yang lain akan dengar dengan seksama, sesekali melontarkan ide atau poin yang belum terpikirkan. jadi bisa pure untuk sesuatu yang untuk rakyat. seperti meeting hokage di naruto
-“presiden bukan selebritis, tapi harus yang problem solver. profesional”
– 49:10 , “ada 3 generasi. generasi 45 itu yang melahirkan pancasila. yang hanya mengenal merdeka atau mati. jiwanya itu yang harus kita pelihara”