Sastra, Writing

nona kupu-kupu

kupu kupu
kupu kupu

pesawat membawamu menjauh lagi
kata nona yang tertidur bersama kupu-kupu
rasa ingin bertemu tidak padam-padam
bersama tuts piano yang terus saja dimainkan
dinyanyikan tepat didepan wajah
mungkin basah ini karena air hujan
kata pemetik gitar yang tua dan tidak laku
apa kamu menyesali malam tadi?
benih rasa sudah menjadi hutan
oksigennya terlalu banyak hingga keluar-keluar dari tubuh
mengernyitkan alis dan memberatkan mata
mengepalkan tangan tapi hanya menggenggam hampa
berjalan lurus dan sudah sangat jauh tapi tetap kembali ke sini juga
ke taman kupu kupu milik si nona
ke kaca besar yang merefleksikan satu tubuh
satu tubuh setengah jiwa