Event, Personal, Ulasan

Ringkasan 2014 nya bang Atu

2014
2014

Kalo gue disuruh milih 1 kata untuk menggambarkan tahun 2014 gue, kata itu adalah Alhamdulillah. Gue belajar banyak dari tahun kemarin, soal kehidupan, pekerjaan juga. 8 dari 12 bulan di tahun itu gue habiskan di Swedia untuk bekerja. Indonesia dapet presiden hebat. Gue jadi paskibra di upacara bendera 17 agustus di Stockholm. Main badminton seminggu 2 kali. Interlaken di Swiss yang indah banget. Wah, tenang, gue ceritain satu persatu ya.

Januari

Tahun 2014 gue diawalin dengan badan menggigil karena salju mulai turun di Stockholm. Malam tahun baru di Slussen yang rame banget, ada band keren dan kembang api nya diluncurkan dari kapal di laut. Cakep. Ini video nya : tahun baru Stockholm . Gue mulai menyukai trekking di hutan dan mulai rutin, termasuk jalan di hutan sama boneka ninja gue si Kakashi. Cek deh tulisan gue tentang itu : Jalan Jalan Kakashi di Hasselby. Gue juga sempet ke Milan bareng Rama dan Ivan, perjalanan seru dimana kota kecil Bergamo lebih indah dari ibukota, yaitu Milan. Di Januari ini juga ada berita banjir Jakarta yang bikin gue gelisah di hari-hari gue, karena ga bisa bantu apa-apa selain doa.

Dan di akhir bulan ini, gue, Yovan dan Rama trekking di hutan kesukaan gue, Tyresta, dalam keadaan full salju. Gue nyebutnya White Forest. Kejadian terseru di perjalanan ini yaitu kunci gue jatuh dan hilang disana. Dan di Stockholm kalo duplikat kunci dengan kuncinya aja kena 1 juta rupiah, kalo di rupiah in. Kalo gada kuncinya, dan jebol pintu, dan ganti gagang, yah sekitar 3 juta rupiah sih bisa, itu minimal. Kejadian itu memaksa gue cuti di hari besoknya dan ke hutan lagi untuk nyari. Dan di kemungkinan yang kecil itu, gue ketemu si kunci itu. Ditumpukan salju di tengah hutan. Gue duduk disitu sambil lemes. Ngucap ngucap terima kasih sama Allah. Oh ada juga sih kerennya perjalanan ke hutan ini, kami berdiri di danau yang udah jadi es. Gue juga geser salju di sungai, dan ngeliat sungainya udah jadi es yang berlapis lapis. Dokumentasi video gue bisa diliat disini : the white forest

yovan dan rama
yovan dan rama

Februari

Kami anak Emric Asia yang lagi di Stockholm kan lagi banyak nih, ada 9 orang-an. Nah di Februari ini ada 1 hari, di ulang tahunnya si Supiandi, kami ngumpul dan makan bareng. Main PS, main gitar. Ketawa-ketawa. Gue suka banget. Trus satu hari yang lagi bersalju, gue malas keluar rumah, dan ngecover lagu Cinta Melulu nya Efek Rumah kaca. Ini gue bikin video nya : Cinta Melulu (cover). Trus ada kejadian lucu dimana gue lagi kumpul-kumpul sama temen di bar di Fridhemsplan, bartendernya nyapa gue dengan ”Namaste”. Gue namaste-in balik. Tapi abis itu jelasin gue dari Indonesia, dan akhirnya kami ngobrol-ngobrol. Dia ternyata lagi belajar cara sapaan dari berbagai negara, lalu dia nanya juga di Indonesia gimana nyapa orang. Gue ajarin deh, ”Apa kabar”. Abis itu dikasih coca-cola gratis segelas gede.

Maret

Bulan ini gue ke Riga sama anak-anak PPI Stockholm. Semakin dekat sama mereka dan dapet feelnya kalo bersosialisasi di negara asing gini itu enak. Saling membully tapi bercanda. Sempet juga ke Warsaw berdua sama Rama. Nebeng dirumah pasangan Polandia yang disana, diajak keliling sambil diceritain sejarah Polandia yang jadi korban perang dunia. Orang polandia kalo gue liat mirip juga sifatnya sama orang Indonesia. Mudah ramah dengan orang asing. Dan humoris.

April

April mungkin jadi bulan paling memberi gue pelajaran. Di bulan ini gue pulang ke Indonesia karena ada jatah dari kantor, tapi tetep kerja di kantor Jakarta karena gue mau tinggal lumayan lama dan ga makan cuti. Gue jalan ke Aceh bareng temen-temen yang waktu itu ke Derawan. Asik banget sih Sabang dan Pulau Weh. Tapi pulangnya gue demam berdarah. Seumur-umur belum pernah dirawat dirumah sakit dan di infus. Akhirnya pecah rekor dan dirawat juga. Cuma 3 malam, tapi bed rest nya 2 minggu. Sampe bener-bener pulih. Ga enak banget dirumah sakit. Makannya juga jadi ga nafsu. Dan mereka ga sediain kursi atau tempat untuk pengunjung bermalam. Putri nemenin gue 2 malam, dan emak gue 1 malam. Gue sedih mereka kedinginan karena AC nya dingin dan mereka Cuma tidur di kursi dengan kepala nyender ke kasur gue. Ngga mau lagi deh gue nyusahin orang gitu. Gue gamau lagi sakit!

Mei

Setelah sembuh dari DBD dan pulang lagi ke Stockholm, gue mulai ceria lagi. Suhu mulai naik di Swedia dan menghangat. Gue juga mendatangi tempat paling indah yang pernah gue datangi (paling ngga sampe sekarang gue nulis ini), yaitu di Interlaken, Swiss. Desa kecil diapit dua danau besar yang hijau toska, dimana diantara dua danau itu ada sungai super jernih yang mengalir perlahan. Dan juga diapit dua gunung salju. Jalan berempat sama Rama, Ivan dan Aidilla. Mampir di rumah tante di Zurich, dan kemudian ke Interlaken. Gue berjanji nanti mau bawa istri gue kesini, dan sejak dari sana, gue lebih mencintai jalan ke alam.

interlaken
interlaken

Oh di Mei ini juga pak Anies Baswedan menyatakan dukungan untuk pak Jokowi dan Jusuf Kalla.

Juni

Putri ada konfrensi di Geneva, Swiss, dan kami pake kesempatan ini untuk jalan-jalan Chamonix, kota kecil di selatan Prancis dan juga ga jauh dari Geneva. Asri banget desanya. Kecil dan diantara gunung es juga. Karena suhu uda mulai hangat, gue sempet ke Tyresta lagi bareng Vani dan jepret foto-foto yang asri di danau dengan pohon-pohon yang hijau. Juni ini juga mulainya bulan puasa, dimana di Stockholm lama puasanya mencapai 21 jam, karena sedang musim panas dan siangnya lebih panjang. Awalnya lemes banget, alhamdulillah penuh puasa 30 hari di durasi yang panjang itu.

Temen-temen kantor juga sempet trekking di taman nasional Gålö, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Stockholm. Ada mas Remi, mas Danang, Vani, ci Evelyn, Rama, Ivan dan Roby. Lucunya mas Danang pake sepatu kantor karena mengira acara disana cuma duduk dan barbeque. Kenyataannya kami trekking hampir 4 kilometer. Di musim panas ini juga temen-temen PPI beli tiket badminton namanya Summer Card, jadi main badminton bisa sepuasnya, dan kami beneran pake terus, walaupun pada puasa.

Juli

Piala dunia di bulan ini masuk fase semi final, jadi semakin seru. Setelah jagoan gue Spanyol kalah di penyisihan, gue belain Argentina karena ada bang Messi. Tapi mereka kandas juga, paling ngga udah sampe final. Lalu di bulan ini gue jadi panitia pemilihan umum (Pemilu) presiden. Quick countnya tegang juga. Semua temen di facebook menyatakan pendapat mereka tentang kedua calon presiden, dan itu hal yang baik buat gue. Kepedulian. Kemudian quick countya menang Jokowi dan gue ikut kumpulan kecil pembantu penghitungan jujur, yaitu KawalPemilu.

Jalan jalan bulan ini juga keren. Gue, Ivan dan Robi jalan ke Bergen, Norwegia. Kota kedua terbesar di Norwegia dan ada Fjörd (aliran sungai besar diapit tebing-tebing). Walaupun lagi puasa, gue mencoba trekking di dua bukit yang ada di Bergen, yaitu Ulriken dan Floien. Trekking yang makin waktu 8 jam dan jarak sekitar 18km lebih. Tapi nikmat. Ada jurnalnya nih : jurnal Bergen.

Satu lagi jalan-jalan ter-oke bulan ini yaitu ke taman nasional Fulufjället. Bareng Pablo, temen gue dari Spanyol. Taman ini spesial karena ada air terjun tertinggi di Swedia dan juga pohon tertua di dunia. Istimewa juga karena jaraknya dari halte bis terakhir di kota Särna itu masih 32km lagi. Kami jalan kaki hampir 8 jam. Lagi puasa! Enak!

Idul fitri juga jatuh di bulan ini. Merayakan di rumah dubes Indonesia di Swedia. Lalu puncak musim panas juga hadir di bulan ini, dimana gue baru sadar inilah yang bikin orang Swedia dan orang Eropa cinta banget sama musim panas. Karena cuacanya anget, sekitar 28derajat, tapi tidak panas. Semua orang olahraga diluar, berjemur di taman, berenang didanau, dan berpakaian warna-warni.

bukit di bergen
bukit di bergen

Agustus

Supermoon, atau fenomena bulan besar terjadi di Agustus ini. Juga hujan meteor Parseid, dan gue duduk nontonin itu di atas bukit Zinkensdamm sendirian jam 2 malam. Upacara tujuh belas agustus juga dirayakan di kedutaan dan gue jadi paskibra ! bareng Iqbal dan mba Riani. Bulan ini juga akhir visa kerja gue di Swedia, jadi pulang lagi ke Jakarta. Sebelum pulang sama anak-anak PPI di kasih kejutan dan oleh-oleh. Makasih ya!

September

Setelah pulang ke Indonesia, gue memutuskan menghadiahi diri dengan jalan-jalan ke pantai yang oke. Gue ke pulau Perhentian di Malaysia. Tempat yang gue uda mau datengin dari lama tapi ngga sempet-sempet. Ada shark point di spot snorkelingnya sebenarnya, sayang gue ga berhasil nemuinnya.

Oktober

Hal terkeren bulan ini yaitu pelantikan Jokowi-JK, dan ada pesta rakyat. Gue ikutan dan ikut loncat-loncat pas Cokelat bawain lagu Bendera. Dia juga memilih menteri-menteri yang keren dan ngerock. Akhir bulan ini gue juga ke Belitung dan mampir ke pulau Lengkuas yang terkenal, dan juga SD laskar pelangi. Ngga sempet kerumah Ahok, karena ternyata Belitung Timur itu jauh juga dari Tanjung Pandan.

pulau lengkuas
pulau lengkuas

November

November ini gue dan temen-temen sibuk merumuskan acara lomba tari tradisional untuk anak-anak jalanan dan anak marjinal se-jabodetabek. Mulai lagi kelas di rumah belajar ICHI kalibata. Bensin naik juga di bulan ini, tapi gue seneng, karena subsidinya bisa dipake untuk yang lebih membutuhkan. Lalu sempet ke Pasar Seni ITB yang rame banget tapi keren.

Desember

Dibuka dengan belajar untuk tes TOEFL dan akhirnya dapet nilai yang cukup. Lalu di akhir bulannya punya ide bikin kalender 2015 sendiri dan menjualnya. Akhirnya jadi dan lumayan laris terjual. Rumah Belajar ICHI juga gue ubah konsep nya dari akademik ke pengajaran non-akademik. Biar anak-anak bisa kreatif dan sambil bermain.

Nah segitu deh cerita gue dari 2014 ! Sekarang ayo kita ke 2015 lagi dan menikmati dan memanfaatkan hari-hari nya.