Personal, Stockholm, Ulasan

Kampus baru abang

Ada kata pepatah, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Jaman sekarang, jangankan ilmu, semua hal ada di Cina. Tiruan iphone yang sukses, beras plastik, wah banyak deh. Saking banyaknya mungkin orang udah lupa kalau mereka punya Great Wall (tembok besar). Nah tapi kalau soal inovasi dan terobosan, Swedia itu jagonya. Ini salah satu alasan gue mau kuliah di Swedia, tepatnya di Stockholm, tepatnya lagi kampus Kungliga Tehniska Hogskolan (KTH)

Kungliga Tehniska Hogskolan itu artinya Sekolah Tehnik Kerajaan. Ibaratnya ITB (Institut Teknologi Bandung) nya Swedia deh. Udah didirikan sejak 1827 ini kampus. Artinya dia lebih tua dari kakek dari kakeknya gue sama lo. Tapi disini gue ga akan bahas yang pencapaian-pencapaian resmi gitu. Gue akan bahas kekerenan yang keliatan di gue aja dulu, untuk sementara ini.

Tertata rapih jalan, taman dan sekitarannya

Seperti di hampir semua lokasi di Swedia dan Stockholm, dimana taman-taman rapih, jalanan ngga bersampah, dan orang orang dengan santai bisa duduk menikmati sinar matahari di taman. Diatas itu namanya Firman, dia lagi makan siang sama gue di taman tengah KTH. Enak banget duduk disitu, makan, tiduran, ngobrolin masa depan bangsa.  Dan pas kami makan ini tuh uda awal September, uda mulai musim gugur. Kalau musim panas (Juli-Agustus), niscaya itu rumput ijonya ngga keliatan karena semua orang pada duduk di rumput menikmati sinar matahari.

Lemari di Perpustakaannya bisa digeser secara elektronik

Nah ini mungkin ada juga di perpustakaan lain ya. Tapi tetep aja gue norak. Soalnya gue kan menjunjung tinggi efisiensi ya. Nah ini tuh enak banget. Kalau lagi ngga ada yang cari buku, raknya semua akan merapat dan banyak emari bisa kita taro di ruangan itu. Sementara jika ada murid yang cari buku, bisa secara elektronik cari bukunya dan kemudian lemarinya akan menggeser membuka dan kita bisa masuk, dan mengambi bukunya, lalu lemarinya aka menutup lagi.

Kalau kelasnya sih kurang lebih sama ya dimana-mana.