Stockholm, Teman

Sodertalje si Stasiun Ujung Selatan

taman depan stasiun
taman depan stasiun

Sesuatu yang jauh itu, belum tentu tidak membawa kebaikan buat kita. Tadi siang banget kita membuktikan teori itu ada benarnya. Ketika berkunjung ke salah satu stasiun terujung, terselatan, dari kereta Stockholm.

Jadi tanggal 26 September 2015 mendatang ada acara yang namanya Pasar Malam Indonesia di Stockholm,Swedia sini. Yang mengadakan adalah Swedish Indonesian Society (SIS) yaitu persatuan para orang indonesia yang sudah lama dan berkeluarga di Swedia. Acara ini rutin diadakan tiap tahun. Tujuannya untuk mengenalkan kesenian dan segala macam tentang Indonesia kepada orang Swedia. Nah biasanya juga, temen-temen dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Stockholm selalu membantu mengisi acara dan jadi panitia. Termasuk tahun ini, beberapa dari kami membantu sebagai panitia, pemain band, dan juga ada tarian tradisional. Gue sendiri ikut jadi pemain band dan nari saman.

Gue termasuk ngga gitu suka nari sebenernya. Tapi ketika berada di negeri orang itu, gue selalu bersemangat berpartisipasi dalam kegiatan yang mempromosikan Indonesia. Dan kayanya tarian tradisional itu gada minusnya kalo dipelajarin sih. Pelestarian juga kan.

Nah jadi kami tim nari saman diundang untuk gladiresik di rumah salah satu pengurus SIS yaitu mba Rini. Karena weekend dan karena kami dedikasi banget sama tarian saman ini, kami mengiyakan dengan semangat. Well, oke kami juga tertarik sama makan siangnya yang biasanya makanan Indonesia yang enak banget.

” Gladiresiknya dimana? “

” Sodertalje. ” jawab Winda selaku ketua tim tari.

” Itu…bukan stasiun paling selatan yang jauh banget itu ya? “

Ternyata emang iya. Tapi tentu itu ngga menyurutkan niat kami. Lagian sekalian jalan-jalan kan. Gue sih emang suka meng-eksplore daerah yang belum terjamah. Jadi Sodertalje itu jaraknya 38.3 km dari stasiun sentral Stockholm (Centralen). Itu sedikit lebih jauh dari jarak Monas Jakarta ke BSD tangerang yang 34km.

Tapi dijalanin dengan hati yang ceria, canda gurau di perjalanan, dan perut yang kosong, perjalanan kami lancar. Dan semakin mendekati stasiun Sodertalje, kami makin melihat keindahan dari kaca kereta kami. Dan puncaknya sampailah ketika kami tiba di stasiun Sodertalje. Ada sungai yang kelihatan didepan tamannya. Ada kapal pesiar kecil bersandar. Ada jembatan hijau. Dan langitnya biru. Apa lagi yang kita perlu coba?

jembatan

makan siang juga akhirnya
makan siang juga akhirnya
tim saman (yang udah kenyang)