Event, Stockholm

Saman dan Pasar Malam

abang nari saman
abang nari saman

Oke pasar malamnya sebenarnya ngga malam. Tapi mulai jam 12 siang dan selesai jam 4 sore. Ah tapi seperti orang bijak bilang, apalah arti sebuah waktu. Pasar Malam Indonesia ini adalah acara tahunan yang digelar oleh komunitas Swedish Indonesian Society (SIS), yaitu komunitas gabungan orang Indonesia dan orang Swedia. Biasanya anggotanya orang Swedia yang berkeluarga dengan orang Indonesia.

Acara pasar malam ini terdiri dari serangkaian acara budaya, seperti tarian, nyanyian daerah, dan juga jualan makanan Indonesia. Acara yang dihadiri lebih dari 300 orang itu selesai dengan baik kemarin sore. Aneka jajanan tradisional Indonesia disuguhkan kepada para tamu yang mayoritas adalah orang-orang Swedia. Tari-tarian mulai dari tari Rampak, hingga Saman, tampil dengan megah dan mengundang tepuk tangan meriah dari penonton.

sambal
sambal
gulai
gulai

Tapi yang paling keren adalah : Abang nari saman untuk yang pertama kalinya didepan umum.

Sebenernya yang kedua kali sih. Tapi pertama kalinya adalah malam sebelum pasar malam, jadi masih itungan pertama kali. Gue sebenarnya ngga gitu suka nari kan. Tapi ada beberapa alasan yang membuat gue mau. Pertama, gue mau menjadi duta budaya Indonesia. Kedua, tari Saman itu ngga gemulai banget, alias ada beberapa gerakang yang ”ngerock”. Nari juga kan ngelatih koordinasi tangan dan otak, yang selama ini gue rada kurang baik sinkronisasinya.

Nah karena responnya dari penonton bagus banget hari ini dan malam sebelumnya, tim nari saman yang dipimpin Winda, katanya mau diteruskan dan dilebarkan. Ditambah gerakannya. Supaya bisa menyebarkan dan memperlihatkan budaya-budaya Indonesia lain ke lebih banyak orang lagi.

Itu salah satu misi kita para perantau yang ada di negara orang, kan?

hak cipta : semua foto di tulisan ini diambil oleh Aidilla Pradini

abang nari saman
abang nari saman
sate ayam
sate ayam