Film, Inspirasi, Personal, Tidak ada kategori, Ulasan

Ulasan Film: Conjuring 2

temp
Conjuring 2 . imdb

Dalam satu kalimat perangkum: lebih bagus daripada Conjuring 1! Ga percaya? Gue juga tadinya skeptis dan menganggap hampir semua film sekuel itu ngga pernah lebih bagus dari yang versi pertamanya. Dari banyak contoh yang ada, gue kecilin ke contoh film horor aja deh. Sinister lebih bagus yang pertama, Resident Evil lebih keren yang pertama, Insidius 2 setara sama yang pertama. Jadi gue berangkat nonton hari ini dengan ekspektasi yang rendah. Kadang emang kalau ekspektasi rendah itu, enak ya rasanya ketika dapetnya lebih. Ternyata puas banget nonton Conjuring 2.

Lebih menyentuh dan lebih kuat ceritanya, adegan horornya ngga kalah kreatif sama Conjuring 1, dan banyak hal-hal kecil yang keliatannya kecil tapi banyak pelajarannya. Kita akan ngomongin lebih detil sebentar lagi. Gue kasih versi bebas spoiler di awal dulu, baru yang ada spoilernya dibawah, jadi lo bisa berenti kalo emang ngga mau spoiler.

Obrolan serius malam hari tentang film horor dan manfaatnya

Tadi malam abis pulang ngeband, gue, Sarah dan mas Dhany naik kereta bareng. Terus gue bilang kalau Conjuring 2 udah tayang. Sarah bilang dia ga suka film horor. Dia ga ngerti kenapa orang mau bayar duit dengan jumlah sekian (di Stockholm SEK120, setara IDR180,000) cuma untuk merasa takut. Karena gue udah suka dari lama, jadi gue ngga pernah mikirin pertanyaan ini. Abis gue pikir-pikir, bener juga ya. Nonton fim komedi emang jelas bermanfaat karena bisa bikin ketawa, ketawa itu sehat. Nonton action dapet keseruan. Nonton horor dapet takut. Kok malah suka takut?

Mas Dhany mengisi kebuntuan gue dengan cepat. Efek rollercoaster katanya. Orang takut tapi terhibur karena adrenalin terpacu. Masuk akal juga. Tapi ada satu lagi tambahan gue, yaitu konsep warna. Genre film itu bisa juga kaya warna favorit. Lo suka hijau, gue suka biru. Ngga ada banget kejelasan kenapanya, ya karena itu taste aja. Rasa.

Setelah nonton Conjuring 2 hari ini, gue jadi makin ngerti kenapa gue suka nonton film horor. Karena banyak dari horor yang gue suka itu, semuanya ada jalan cerita yang bagus. Menyentuh. Kuat. Plus kreatifitas dalam menampilkan adegan-adegan seram. Sekarang gue ngerti kenapa gue suka horor.

Lagian itu baru horor, salah satu genre lain yang gue suka, lebih ngga masuk akal lagi. Haha.

Oke, balik ke Conjuring 2 (masih bebas spoiler)

Cerita Conjuring 2 ini juga based on true story kaya film sebelumnya. Juga tentang keluarga yang rumahnya dihantui. Sama-sama banyak anak di keluarga itu. Bedanya yang Conjuring 2 ini rumahnya kecil dan keluarganya dihimpit masalah ekonomi dan bapaknya udah kabur dan ninggalin keluarganya. Jadi lebih intens dari segi cerita. Yang dirasukin pun, kalau film sebelumnya kan ibunya, kalau yang baru ini anaknya. Sesuai rumus film horor gue: film horor makin serem jika melibatkan anak, atau kakek-nenek. Dan terbukti disini ketika yang dirasukin itu anaknya.

sinemajor
hantu biarawati, gambar dari sinemajor.com

Kejadiannya di Enfield, Inggris. Ibu dengan empat orang anak yang masih sekolah kira-kira SD, berjuang menghidupi keluarganya setelah suaminya kabur. Rumahnya kecil dan kurang bagus. Tembok reyot, makanan sedikit, terbatas lah. Anak bungsunya kesulitan bicara, alias gagap dikit. Tapi mereka saling sayang. Sampai suatu hari mulai kedengeran suara-suara aneh di malam hari.

Jalan cerita jadi bagian terkuat bagi gue, untuk film ini. Tadi uda gue bilang ya, disaat-saat sulit, bukannya bantuan yang didapat keluarga ini, malahan musibah dan hantu. Kita akan ikut ngerasa putus asa nonton film ini. Kemudian sedikit demi sedikit, harapan akan muncul dan lalu jatuh lagi, baru bangkit lagi. Wah enak deh, serasa di ombang-ambing emosi gue. Ini juga berkat kepiawaian aktor-aktornya, Patrick Wilson dan Vera Farmiga (Ed dan Lorraine Warren) sih ngga usah ditanya lagi lah ya. Apalagi Patrick Wilson main juga di Insidious. Akting si ibu korban dan anak yang dirasukin juga bagus dan menyentuh.

Musik jadi bagian terkuat kedua yang gue amati. Musik latarnya serem beneran. Ada lagu ala ala gereja tapi dark gitu lah. Musik awalan pas intro yang ada tulisan ”Conjuring 2” nya juga keren banget (baca:serem). Sampe pas pulang ketika film udah abis, lagunya juga pas. Tentang efeknya gue juga suka, ngga se-mengagetkan Insidious atau –salah satu yang menurut gue paling lebay- Drag Me to Hell.

Kreatifitas adegan horor nya asik. Ada beberapa adegan memang yang sama dan tipikal film horor. Misalnya yang kamera di kiri, trus kananin, trus kiri lagi, hantu nongol. Mungkin juga itu dibikin sama banget kaya Conjuring 1 biar ada trademark. Tapi banyak juga adegan yang ngga terduga, yang kita kira akan muncul hantu, taunya ngga. Kita kira muncul bentuk hantu, taunya muncul bentuk anak kecil. Ada juga plot-twist kecil tentang hantunya. Sedap sih.

Oh di akhir film juga ada rekaman interview asli sama Janet Hodgson. Serem!

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=VFsmuRPClr4&w=560&h=315]

Hal-hal keren dan pelajaran di dalam film (peringatan: mengandung spoiler)

Ada banyak banget hal kecil tapi meaningful di film ini. Pertama tentang kesederhanaan. Billy, si anak bungsu di keluarga Hodgson, itu suka banget sama cookies. Ekspresi bahagianya dia kalau dapet sepotong kue itu kaya orang menang doorprize. Tapi ketika ibunya bilang, lagi ngga ada kue, dia juga ngga murung dan ngertiin. Ketika ibunya lagi pusing dan putus asa soal rumahnya dihantuin dan mereka terpaksa nginep di tetangga, si Billy nawarin ibunya kue. ”Nih biar ibu bisa merasa lebih enak”, kata Billy. Epik.

Melawan bully juga ditampilin dengan baik banget di film ini. Billy kan ada kesulitan bicara, alias gagap dikit. Tapi ketika disekolah dia di cemooh, Janet (kakaknya) nolongin dia. Ketika keluarga itu dihantuin dan pasangan paranormal Ed dan Lorraine dateng, ada dialog yang keren banget gini.

Ed: ”Kalau Billy digangguin disekolah, apa yang kalian lakukan?” (tanya ke semua anaknya)
Billy: ”J-J-Janet yang belain saya”

Ed: ”Nah sekarang Janet yang dibully (sama hantunya), jadi kalian semua harus gantian belain janet”

Semua saudaranya mengangguk. Kemudian ada adegan dimana diruangan itu cuma ada mereka berempat (anak-anak) dan Janet ngeliat didapur ada mata yang menyala. Janet, Billy dan Margaret berdiri ketakutan. Tiba-tiba Johnny (anak ketiga, cowo) jalan kedapur dengan berani.

Margaret: ”Johnny, jangan kesitu!”
Johnny: ”Kaya kemarin Ed bilang, kita ngga boleh diem aja kalo Janet digangguin”

HEROIK ABIS! Momen itu bikin gue merinding sih.

Ed juga jelasin ke keluarga ini, kalau roh jahat ini bisa makin ganggu mereka, salah satunya adalah karena mereka sedih dan lemah. Ibunya sedih karena keadaan ekonomi. Janet sedih karena temennya disekolah takut sama dia setelah gosip nyebar tentang dia dirasukin. Dan kesedihan mereka semua karena bapaknya kabur. Nah yang hebat adalah jalan cerita Ed dan Lorraine yang hadir disana membawa kasih sayang. Lorraine cerita ke Janet, kalau dia juga seperti Janet, sensitif dan dulu ngga ada yang mau jadi temennya. Ed cerita ke Janet kalau dulu dia digangguin hantu dibawah tempat tidur dan ngadu ke bapaknya, bapaknya malah ngelempar Ed balik ke kamar dan disuruh ngelawan rasa takutnya. Dialog-dialog kecil itu sederhana tapi bermakna banget. Mereka ngajarin Janet untuk ngga nyerah melawan si hantu.

Ada juga adegan bagus banget ketika Ed ngajak anak-anak dan ibunya berkumpul di ruang tengah, terus Ed main gitar. Ketika anak-anaknya ikut nyanyi bareng, ibunya keliatan terharu banget. Terharu karena tadinya dia putus asa, tadinya anak-anaknya semua ketakutan. Sekarang nyanyi bareng sama Ed. Ekspresi ibunya emas banget sih pas adegan ini.

Masih ada lagi nih. Tentang berjuang dan ngga nyerah sama ramalan. Jadi Lorraine didatangin hantunya beberapa kali dan ketika dia nanya ”mau lo apa?”, si hantunya nunjuk Ed. Lalu ada beberapa kali mimpi tentang Ed mati ketusuk duri dan lehernya patah. Seakan mau diambil sama si hantu. Lorraine jadi takut banget dan ngajak Ed untuk ngga melakukan praktek supranatural dulu. Juga ketika mengunjungi keluarga Hodgson. Tapi Ed berhasil ngeyakinin istrinya itu kalau manusia akan mati kalau tuhan menghendaki, dan jangan jadiin itu alasan untuk ngga nolong orang.

Nah itu dulu deh ulasan dari gue. Udah panjang nih. Conjuring 2 itu harus nonton banget. Ngga nyesel deh.