Event, Idea, Inspirasi, Kepedulian

Indahnya Sosial Media di Hari Lebaran

temp2.jpg

Dua hari terakhir ini, gue nge-like lebih banyak pos dan foto dibandingkan tiga bulan main Facebook tiap hari. Bukan karena pelit like kok, tapi emang karena dua hari ini adalah hari raya Idul Fitri. Dalam dua hari ini hampir semua teman di Facebook membuat pos tentang lebaran mereka. Bersama keluarga di kampung, ada yang tetap di Jakarta juga menikmati sepinya ibukota, ada yang di luar negeri bersama teman-teman pelajarnya, dan banyak lagi. Tapi intinya adalah, banyak cinta di Facebook gue dua hari ini.

Dan mungkin ini bukan cuma di lingkaran pertemanan gue aja, tapi di lingkaran lo juga. Yang membuat pos juga bukan cuma teman muslim. Banyak juga teman non-muslim pake hashtag #ikutan untuk mendukung, turut mengucapkan, turut berbahagia dalam perayaan lebaran kali ini.

Sebagai warga Indonesia yang lagi diluar kaya gue, melihat foto-foto orang mudik bersama keluarga pasti bikin kangen nusantara. Bukan cuma pulang ke kampung gue dan berkumpul bersama keluarga, tapi lebih dari itu, kangen Indonesia secara keseluruhan dan rindu akan harmonisnya. Tapi melihat foto-foto teman-teman di Indonesia juga sekaligus mengobati kerinduan itu. Membaca berita kemacetan mudik, melihat foto-foto tiket kereta untuk pulang kampung. Banyak kebahagiaan di Facebook dua hari ini.

temp.jpg
Foto salah satu keluarga gue di Palu. Foto oleh om Nazaruddin Said

Bisa ngga ya setiap hari di Facebook seperti ini?

Sebagai pengguna Facebook yang gemar mengamati perilaku pengguna lainnya, gue serasa mau menghentikan waktu di dua hari ini. Soalnya penuh dengan harmonis. Setidaknya di lingkaran gue dan temen-temen di Indonesia. Kalau hari umumnya kita akan ketemu pos tentang berita yang kurang enak, atau malah berita kebencian dan dibagikan lagi dan lagi, ada juga pos tentang debat kusir sana sini, nah hari ini seperti hampir tidak terlihat.

Salah satu temen gue nulis di pos nya, tentang pembuat Facebook dan Whatsapp dalam hari raya ini sepertinya mendapat banyak banget pahala karena udah membuat aplikasi untuk memudahkan komunikasi sesama manusia. Gue setuju banget sama pendapat ini. Pembuat Skype, Path, Line, dan aplikasi komunikasi lainnya juga. Ucapan-ucapan memohon maaf disampaikan kepada orang yang dibelahan dunia lainnya.

Kita semua perlu tambahan konten baik

Penuhnya media sosial dengan konten-konten lebaran dan kumpul keluarga juga bikin gue sadar kalau dunia perlu tambahan konten cinta. Kalo kita liat trennya, pos di media yang menjadi populer, dibaca dan dibincangkan, itu adalah konten yang mengandung seputar kontroversi, kemalangan, atau kejahatan. Misalnya sebulan terakhir ada berita tentang vaksin palsu dan pengedarnya. Ahok selalu menjadi tren, tapi bukan Ahok sebagai gubernur, melainkan fokus ke hobi marah-marahnya atau pihak lain dengan strategi-strategi terbaru dalam melawan beliau. Tak lupa kabar tentang korban bom disini dan disana. Jarang dibagikan kabar tentang prestasi, pencapaian, kasih sayang atau pengingat perilaku baik.

download3.jpg
teman-teman di Indocharity buka puasa di panti

Kita semua perlu tambahan konten baik. Seperti ada video yang menyorot ”pasukan oranye”, pembersih sampah setelah shalat Ied, yang bikin kita ”wah iya ya ternyata mereka ngga libur walaupun hari raya”. Buat gue ini pengingat yang baik. Misalnya agar kita ingat untuk lebih mengkampanye kan bawa sampah masing-masing dan buang sampah ditempatnya.

Lakukan peran kita

Kalau lo setuju sama gue dan pengen liat lebih banyak pos yang baik di sosial media kita, kita bisa kok berperan dalam hal itu. Kita bisa mulai dari diri sendiri, dengan membagikan lebih banyak lagi kabar baik. Kita bisa pake pedoman ”berkata yang baik atau diam” dalam mengkomentari sesuatu yang berbeda dengan pendapat kita. Kita bisa membagikan video dan foto lucu, karena humor selalu bekerja dengan baik.

Gue ngomong gini bukan berarti gue udah selalu seperti itu sih. Gue juga banyak banget kelemahannya dan kadang suka kepancing untuk debat. Tapi langkah pertama untuk memperbaiki sesuatu itu, dengan menyadari kalau hal itu salah dan kurang baik.

Karena dengan konten yang baik, gue percaya orang-orang akan terpengaruh jadi baik juga. Setidaknya alam bawah sadarnya. Sering melihat hal-hal tentang membantu sesama, secara tidak langsung ketika berulang tahun, kita jadi punya ide merayakan di panti asuhan. Sering melihat foto teman bersama orang tuanya yang akrab dan mesra, kita jadi ingat kalau sudah seminggu tidak menelepon orang tua sehingga segera menelpon untuk bercerita hidup kita dan menanyakan kabar mereka.

Selamat hari raya Idul Fitri dan mohon maaf lahir batin 🙂