Film, Ulasan

Ulasan film: Daniel Isn’t Real

Jahat, relatable, dan bikin penasaran. Itu tiga hal ada dipikiran gue setelah selesai nonton film ini. Gue suka sih film kaya gini. Dari sisi psikologinya kuat, dan bikin mikir.

Sinopsis

Film ini menceritakan tentang seorang anak kecil bernama Luke yang sejak kecil punya teman imajiner. Karena Luke adalah anak tunggal dan orangtuanya pisah, kesepianlah dia. Adanya Daniel (si teman imajiner) bikin dia ga kesepian lagi. Sayangnya nasihat yang dikasih si Daniel ini agak jahat. Jadi ketika ibunya tau, ibunya nyuruh Luke untuk mengunci Daniel di dalam rumah mainannya dan ga boleh dibuka lagi.

Ketika sudah dewasa dan masuk kuliah. Luke yang tinggal di asrama sesekali pulang kerumah dan melihat keadaan kejiwaan ibunya semakin hari semakin ga oke. Luke yang sesekali melihat bayangan-bayangan engga jelas, juga agak takut kalau dia akan jadi seperti ibunya.

Psikolog yang dia datangi bilang kalau Luke ga perlu khawatir. Ga perlu takut sama teman imajiner yang sejatinya pikiran dalam diri kita sendiri. Jadi Luke yang lagi cemas, ketika pulang ke rumah ibunya, membuka lagi rumah mainan dan berharap bisa ketemu Daniel lagi.

Muncul kembali lah si Daniel ini. Awalnya membantu banget. Meningkatkan kepercayaan diri Luke, dan bikin ga kesepian lagi. Tapi Luke ga sadar akan bahaya yang mengintai dengan kedatangan kembali si Daniel ini.

Kenapa Daniel Isn’t Real bagus?

Pertama, pembukaannya kuat. Dari awal film udah dikasih sesuatu yang bikin shock. Dua adegan sekaligus lagi. Shock karena ga terduga, dan agak…jahat.

Kedua, film ini gampang banget di relate ke kehidupan manusia. Khususnya mereka yang punya gangguan kejiwaan. Keliatan banget film ini nge-highlight Schizophrenia. Ibunya punya gangguan jiwa. Luke juga punya. Mungkin kita semua punya, in a certain degree. Bagaimanapun, kita semua punya masalah dan kalau masalahnya besar dan kita ga punya support system yang baik, gampang untuk bisa jadi depresi.

Ketiga, film ini bikin mikir dan bingung. Jadi Daniel itu sebenarnya ada apa engga sih? Apa dia cuma sisi jahat dari pikiran Luke, atau dia beneran entitas jahat (kaya setan) yang pura-pura jadi gangguan jiwa? Penulis dan sutradaranya juga kayanya mau penonton mikir itu. Malah, lebih luas lagi, mikir “setan itu beneran ada ga sih? atau semua orang yang berbuat jahat karena hasutan setan itu sebenarnya ada gangguan jiwa?”

Tentu aja selain ketiga itu, ceritanya juga bagus. Si pemeran Luke memainkan dua kepribadiannya juga dengan bagus. Engga ada adegan kaget. Musik juga lumayan.

Film yang mirip

Tebakan pertama gue itu Sinister. Walaupun bukan film tentang gangguan jiwa, tapi somehow auranya sama. Mungkin karena adegan-adegan jahatnya sama-sama jahat banget kali ya.

Eli dan Z juga ada kemiripan. Tentang anak kecil yang punya imajinasi dan engga dipercaya. Eli dikira sakit taunya ada sesuatu. Di film Z, anak kecilnya punya teman imajiner tapi awalnya juga engga dipercaya. Sama-sama sadis juga.

Nilai

  • Akting: 7
  • Cerita: 8
  • Musik: 7
  • Sinematografi: 8