Film, Ulasan

Deg-degan bareng di film Hidden

Menemukan film bagus diantara film-film kelas 2 (engga terlalu terkenal) itu feelingnya emang enak banget ya. Walaupun gue udah sering nonton film dan merasa tau ciri-ciri film bagus, gue sering tuh salah tebak. Posternya bagus, atau sinopsisnya menarik, ternyata filmnya biasa aja. (disclaimer: biasa aja ini menurut gue aja, bisa beda dengan selera lo). Dan selama ini juga gue kira kira persentasi berhasil ketemu film bagus itu cuma 1 dari 3 film. Tapi untungnya malam ini gue pilih film yang tepat, yaitu Hidden.

Hidden menceritakan satu keluarga kecil yang terperangkap di sebuah bunker, di bawah tanah. Di permukaan terjadi suatu kekacauan dan kalau mereka keluar, mereka engga akan selamat. Jadi mereka mencoba bertahan di bawah tanah, sampai suatu ketika keadaaan memaksa mereka keluar. Sederhana kayanya ya? dan memang ceritanya juga sederhana sih. Tapi delivery-nya bagus. Dibungkus dengan drama antara papa mama dan anak perempuannya. Ditambah sudah lamanya mereka ada disana dan tekanan untuk mengetahui masa depan mereka. Lalu sesuatu yang ada diatas juga misterius. Sinematografi dan tentunya aktingnya mantap sih. Ditambah ada plot twist, yang walaupun cuma satu, tapi lumayan dalam.

Yang suka film 10 Cloverfield Lane, atau Birdbox, atau A Quiet Place, gue rasa akan suka sama Hidden.

Nilai

  • Cerita: 8. Beda dari film genre serupa.
  • Akting: 7.5
  • Sinematografi: 7
  • Musik: 7

Efek dari nonton Hidden

Di gue lumayan dalam sih ini menusuknya. Gue membayangkan jadi mereka dan hidup di zaman post-apocalypse, dan harus terkurung di bunker selama beratus-ratus hari. Terpaksa menghemat bahan makanan dan air minum. Memang sih pasti ada yang bilang, “kalau ga ada pilihan lain, kita pasti bisa”. Tapi gue yakin banget tetep akan susah melakukannya. Apalagi buat gue yang suka tempat terang, luas, dan berudara segar. Yang lebih parah kalau membayangkan ada keluarga kita ikut terperangkap juga. Gue tentunya akan mikirin mereka dan mau mereka selamat kan. Tapi bisa apa kalau keadaan kaya gitu? Jadi gue sedikit takut.

Kedua adalah tentang hidup atau mati. Di film itu, dikasih tau sih pesannya, penting untuk bisa bertahan hidup bahkan satu hari lebih lama. Tapi mati kelaparan ga enak banget kan ya? (misalnya kehabisan bahan makanan), daripada, lets say, keluar bunker dan cari makanan. Ketemu monsternya, lalu kita mati. Ya keduanya sama ga enak sih (karena yang ketemu monster pasti ada efek takutnya juga). Jadi antara “lebih baik mati perlahan tapi engga takut atau cepat tapi menerikan?”. Itu gue juga engga punya jawabannya.

Tapi ya itu salah satu gunanaya film ya kan. Untuk kita nonton dan pikirkan, mungkin aja belajar darinya.